Hubungan India dengan Indonesia: Perbedaan revisi

206 bita ditambahkan ,  8 bulan yang lalu
Rescuing 1 sources and tagging 0 as dead.) #IABot (v2.0.8
(Membuang spam)
Tag: Suntingan visualeditor-wikitext
(Rescuing 1 sources and tagging 0 as dead.) #IABot (v2.0.8)
Hubungan antara Indonesia dan India telah dimulai sejak zaman [[Ramayana]],<ref>[http://www.melali-indonesia-tours.in/bollywood.php Ramayana to Bollywood, Indonesia Loves India]</ref> "Yawadvipa" (pulau [[Jawa]]) disebutkan dalam epos kuno [[India]], [[Ramayana]]. Disebutkan Sugriwa, salah satu jenderal [[Rama]] mengirim anak buahnya ke Yawadvipa, Pulau Jawa, untuk mencari [[Shinta]].<ref>[http://books.google.co.id/books?id=9ic4BjWFmNIC&pg=PA465&lpg=PA465&dq=Yawadvipa+is+mentioned+in+India's+earliest+epic,+the+Ramayana&source=bl&ots=WxBOr6BCNJ&sig=jc4B_jT3nZ4WQS3Ldu_I1Pl-WmA&hl=id&ei=QR0wTbLrL86HrAfOp4GOCQ&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=3&ved=0CCcQ6AEwAg#v=onepage&q=Yawadvipa%20is%20mentioned%20in%20India's%20earliest%20epic%2C%20the%20Ramayana&f=false History of Ancient India Kapur, Kamlesh]</ref> Orang India telah mengunjungi Indonesia sejak zaman kuno, dan orang Indonesia kuno (Bangsa [[Austronesia]]) telah memulai perdagangan bahari di laut Asia Tenggara dan Samudera Hindia. Orang India purba menyebarkan ajaran [[Hindu]] dan banyak aspek lain dari budaya India termasuk [[bahasa Sanskerta]] dan [[Aksara Brahmi]]. India telah memainkan peran besar dalam budaya Indonesia, yang merupakan perpaduan dari India, China, Asia Tenggara, dan budaya asli Indonesia. Jejak pengaruh India yang paling terlihat jelas dalam sejumlah besar [[Daftar kata serapan dari bahasa Sanskerta dalam bahasa Melayu dan bahasa Indonesia modern|kata-kata serapan]] dari bahasa Sanskerta dalam kosakata [[Bahasa Indonesia]].
 
Nama'' Indonesia'' berasal dari bahasa Latin ''Indus'', yang berarti "India", dan bahasa Yunani ''nesos'', yang berarti "pulau". (karena kemiripan budaya di kedua wilayah ini).<ref name="EcoSeas1">{{cite book|last=Tomascik|first=T.|coauthors=Mah, J.A., Nontji, A., Moosa, M.K.|title=The Ecology of the Indonesian Seas - Part One|publisher=Periplus Editions Ltd.|year=1996|location=Hong Kong|isbn=962-593-078-7}}</ref> Nama ini mulai dikenal sejak abad ke-18, jauh mendahului pembentukan Indonesia merdeka. Selama zaman [[Sriwijaya]], banyak orang Indonesia belajar di Universitas [[Nalanda]] di India.<ref>{{Cite web |url=http://jnicc.com/doc/Ramayana%20to%20films.pdf |title=Salinan arsip |access-date=2012-01-02 |archive-date=2011-08-19 |archive-url=https://web.archive.org/web/20110819004909/http://jnicc.com/doc/Ramayana%20to%20films.pdf |dead-url=yes }}</ref>
 
Indonesia memasuki periode sejarah setelah mengadopsi [[Aksara Pallawa]] dan bahasa Sanskerta dari India. Sebagaimana terbukti dari temuan beberapa prasasti awal yang berasal dari kerajaan Indonesia tertua seperti Yupa dari [[Kutai]], [[Prasasti Tugu]] dari [[Tarumanagara]] dan catatan sejarah [[Kalingga]]. Kerajaan bercorak [[Hindu]] - [[Buddha]] seperti [[Sriwijaya]], [[Kerajaan Medang|Medang]], [[Kerajaan Sunda|Sunda]] dan [[Majapahit]] adalah pemerintahan yang berkuasa di Indonesia, dan era klasik Hindu-Buddha ini berlangsung dari kurun tahun 200<ref>http://daceband.com/read_blog/20112/indonesia</ref> hingga abad ke-16, dengan kerajaan Hindu terakhir masih tersisa di [[Bali]].