Liang Bua: Perbedaan revisi

278 bita dihapus ,  6 bulan yang lalu
Mengembalikan kepada versi stabil terakhir
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Pengembalian manual Dikembalikan
(Mengembalikan kepada versi stabil terakhir)
Tag: Pengembalian manual
}}
}}
'''Liang Bua''' merupakan sebuah [[situs]] pemukiman di [[Prasejarah|zaman prasejarah]] yang terletak di [[Dusun Golo ManukRampasasa]], <!--[[Desa Liang Bua]], -->[[Ruteng, Manggarai|Kecamatan RAHONG UTARARuteng]], [[Kabupaten Manggarai]], [[Nusa Tenggara Timur|Provinsi Nusa Trnggara Timur]]<ref name=":0">{{Cite web|url=https://cagarbudaya.kemdikbud.go.id/public/objek/detailcb/PO2018071000409/situs-liang-bua|title=Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya|website=cagarbudaya.kemdikbud.go.id|access-date=2020-01-02}}</ref>. Menurut kebahasaan, kata ''liang'' memiliki arti [[gua|"gua]]" dan ''bua'' berarti "sejuk"/"dingin", yang diambil dari [[bahasa Manggarai]]. Ukuran Liang Bua mencapai 50 meter untuk panjang, 40 meter untuk lebar, dan 25 meter untuk tinggi<ref name=":1">{{Cite web|url=https://pesona.travel/keajaiban/3877/liang-bua-ruteng-gua-purbakala-yang-menyimpan-sejarah|title=Liang Bua Ruteng, Gua Purbakala yang Menyimpan Sejarah|website=pesona indonesia|language=id-ID|access-date=2020-01-02}}</ref>.
di sekitar kurang lebih 1.km dari letaknya lokasi situs sejarah tersebut, terdapat sebuah kampung/dusun yaitu Rampasasa.
dusun Rampasasa adalah bagian dari desa wae mulu, kecamatan wae Ri'i (bukan bagian dari wilayah kecamatan Rahong utara letaknya situs sejarah Liang bua)<ref name=":0">{{Cite web|url=https://cagarbudaya.kemdikbud.go.id/public/objek/detailcb/PO2018071000409/situs-liang-bua|title=Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya|website=cagarbudaya.kemdikbud.go.id|access-date=2020-01-02}}</ref>. Menurut kebahasaan, kata ''liang'' memiliki arti [[gua|"gua]]" dan ''bua'' berarti "sejuk"/"dingin", yang diambil dari [[bahasa Manggarai]]. Ukuran Liang Bua mencapai 50 meter untuk panjang, 40 meter untuk lebar, dan 25 meter untuk tinggi<ref name=":1">{{Cite web|url=https://pesona.travel/keajaiban/3877/liang-bua-ruteng-gua-purbakala-yang-menyimpan-sejarah|title=Liang Bua Ruteng, Gua Purbakala yang Menyimpan Sejarah|website=pesona indonesia|language=id-ID|access-date=2020-01-02}}</ref>.
 
Para [[Arkeologi|arkeolog]] memulai proyek penggalian pada tahun 1930, tepatnya pada masa [[Hindia Belanda|kolonial Belanda]]. Theodor L. Verhoeven, seorang [[misionaris]] merangkap arkeolog berkebangsaan [[Bangsa Belanda|Belanda]], pada tahun 1950-an sampai 1960-an menunjukkan potensi [[arkeologi]] dan [[paleontologi]].<ref>For Verhoeven, see: Knepper, Gert M. (2019): ''Floresmens - Het leven van Theo Verhoeven, missionaris en archeoloog'', {{ISBN|978-9-46-3892476}} (Boekscout, Soest, The Netherlands) (= Verhoeven's biography, in Dutch)</ref> Petunjuk ini ditindaklanjuti oleh [[Puslit Arkenas]] hingga kini. Hasil penelitian yang dilakukan para arkeolog menyebutkan bahwa usia Liang Bua mencapai 190.000 tahun<ref name=":1" />. Di zaman dahulu diperkirakan Liang Bua mempunyai fungsi sebagai hunian manusia [[prasejarah]] dimulai dari [[Paleotikum|zaman Batu (Paleotikum)]], [[zaman Batu Madya (Mesolitikum)]], [[zaman Batu Muda (Nesolitikum)]], hingga [[zaman Logam Awal (Paleometalikum)]]<ref name=":1" />. Kini, Liang Bua mempunyai fungsi sebagai tempat penelitian oleh para arkeolog baik dari dalam negeri maupun luar negeri<ref name=":1" />.
 
Penemuan yang menarik dari [[gua]] ini adalah [[tengkorak]] kuno dari [[Homo floresiensis|manusia Flores]] ([[Homo floresiensis|''Homo floresiensis'']])<ref name=":1" />. Di kedalaman enam meter, [[tengkorak]] ini berbentuk manusia pendek dengan tinggi badan 100 cm dan berat 25 kilogram, yang berasal dari 18.000 tahun yang lalu. Selain itu, di kedalaman 10,7 meter terdapat penemuan rangka [[Hewan|binatang]] seperti [[kadal]], [[kura-kura]], dan [[Kura-kura|gajah purba]]<ref name=":1" /> alfonsbagur@gmail.com
 
== Rujukan dan catatan kaki ==
52.109

suntingan