Keraton Surakarta Hadiningrat: Perbedaan antara revisi

473 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: referensi YouTube
[[Berkas:Kori srimanganti.jpg|jmpl|kiri|Kori Sri Manganti dan Panggung Sangga Buwana.]]
[[Berkas:Bangsal Marcukundho.jpg|jmpl|kiri|Bangsal Marcukundha.]]
Untuk memasuki kompleks ini dari sisi utara harus melalui sebuah pintu gerbang yang disebut dengan ''[[Kori Kamandungan|Kori Kamandungan Lor]]''. Di depan sisi kanan dan kiri gerbang yang bernuansa warna biru dan putih ini terdapat dua arca. Di sisi kanan dan kiri pintu besar ini terdapat cermin besar dan diatasnya terdapat suatu hiasan yang terdiri dari senjata dan bendera yang ditengahnya terdapat lambang kerajaan. Hiasan ini disebut dengan ''Gendera Gula Klapa''. Di halaman Sri Manganti terdapat dua bangunan utama yaitu ''Bangsal Marakatha'' di sebelah barat dan ''Bangsal Marcukundha'' di sebelah timur.
 
Nama ''Kori Sri Manganti'' berasal dari kata ''sri'' yang berarti raja dan ''manganti'' yang berarti menunggu, jadi kawasan ini berfungsi sebagai tempat para tamu menunggu giliran untuk bisa bertemu atau menghadap raja.<ref> {{cite web|title=Keraton Surakarta: Kori Sri Manganti (Wawancara dengan KGPH. Puger)|author=Perpustakaan Nasional Republik Indonesia|website=Youtube.com|year=2016|accssdate=21 Februari 2021|url=https://www.youtube.com/watch?v=dChRt7INYg0}} </ref> Di halaman ''Sri Manganti'' terdapat dua bangunan utama yaitu ''Bangsal Marakata'' di sebelah barat dan ''Bangsal Marcukundha'' di sebelah timur.
Pada zamannya ''Bangsal Marakatha'' digunakan untuk menghadap para pegawai menengah ke atas dengan pangkat ''Bupati Lebet'' ke atas. Tempat ini pula menjadi tempat penerimaan kenaikan pangkat para pejabat senior. Sekarang tempat ini digunakan untuk latihan menari dan mendalang. Kata ''marakatha'' atau ''asmarakatha'' sendiri memiliki arti sebagai ''dhawuh kang nengsemake'', atau perkataan yang menyenangkan.
 
Pada zamannya ''Bangsal MarakathaMarakata'' digunakan untuk menghadap para pegawai menengah ke atas dengan pangkat ''Bupati Lebet'' ke atas. Tempat ini pula menjadi tempat penerimaan kenaikan pangkat para pejabat senior. Sekarang tempat ini digunakan untuk latihan menari dan mendalang. Kata ''marakathamarakata'' atau ''asmarakathaasmarakata'' sendiri memiliki arti sebagai ''dhawuh kang nengsemake'', atau perkataan yang menyenangkan.
 
''Bangsal Marcukundha'' pada zamannya digunakan untuk menghadap para opsir prajurit, untuk kenaikan pangkat pegawai dan pejabat yunior, serta tempat untuk menjatuhkan vonis hukuman bagi kerabat Sri Sunan. Sekarang tempat ini untuk menyimpan ''Krobongan Madirengga'', sebuah tempat untuk upacara sunat/khitan para putra Sri Sunan. Selanjutnya, di sebelah timur bangunan tersebut terdapat sebuah ruang yang menghadap ke barat, yang digunakan sebagai ''Kantor Wedana''.
1.533

suntingan