Celerina Judisari: Perbedaan revisi

1.118 bita ditambahkan ,  3 bulan yang lalu
k
Memperbaik strukturnya agar sesuai dengan standard Wikipedia
k
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler VisualEditor Suntingan seluler lanjutan
k (Memperbaik strukturnya agar sesuai dengan standard Wikipedia)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler VisualEditor Suntingan seluler lanjutan
 
=== '''Industri Perfilman''' ===
Celerina memulai karir perfilmannya dengan menjadi produser di rumah produksi [[Mahaka Media|Mahaka Pictures]], bagian dari [[Mahaka Group]]. Ia memproduksi film pendek genre drama religi “Apa Itu Islam” (2010). Ia kemudian memproduksi film layar lebar pertamanya, “[[? (Tanda Tanya)]]” (2011) yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Film yang mengangkat tema pluralisme agama di Indonesia ini menuai perbincangan di kalangan masyarakat karena mengangkat tema yang dianggap sensitif. Film ini berhasil mendapat 9 nominasi [[Festival Film Indonesia 2011|Festival Film Indonesia]] pada tahun 2011 dan memenangkan [[Piala Citra]] untuk [[Pengarah Sinematografi Terbaik Festival Film Indonesia|Sinematografi Terbaik]].<ref>{{Cite https://www.liputan6.com/citizen6/read/3920111/film-tanda-tanya-film-tentang-pluralisme-yang-sempat-diwarnai-kontroversiweb|last=Vazza|first=Agung|date=10 CelerinaDesember menjadi2011|title=Film produser film drama politik “2014'?' (SiapaTanda di atas Presiden?Tanya) yangRaih digarapGelar bersamaPengarah Hanung Bramantyo dan sutradara Rahabi Mandra. Film ini terinspirasi dari momentum pemilu 2014 yang intens di tengah masyarakat. Film ini diperankan oleh Ray Sahetapy, Donny Damara, dan Rizky Nazar. Sebelum tayang di bioskop Indonesia, film ini terlebih dahulu ditayangkan di ajang internasional Festival Film Osaka tahun 2014.Sinematografi Terbaik|url=https://hotrepublika.detikco.comid/movieberita/d-2494456senggang/2014-hanung-bramantyo-masuk-seleksi-osaka-asian-international-film-festival Selain berperan sebagai produser, Celerina juga memimpin Mahaka Pictures sebagai Chief Executive Officer dan memperluas peran Mahaka Pictures sebagai partner dan investor bagi proyek film lainnya, antara lain “Perahu Kertas” (2012) yang diproduksi oleh Starvision, “Soekarno, Indonesia Merdeka” (2013) yang diproduksi oleh MVP Entertainment, dan “Sang Pemberani” (2014) yang diproduksi oleh Eclipse Film. Perahu Kertas menjadi salah satu dari 10 film terlaris di tahun 2012. https:/11/hot.detik.com12/top-ten10/d-2121204/10lvzwhz-film-indonesiatanda-terlaristanya-2012/4 Film lainnya yang diproduksi Celerina melalui Mahaka Pictures yaitu film pendek “Thohir: The Power of Love:1 (2011) dan “Thohir: The Power of Love 2 (2015)”, dan “Turis Romantis” (2015). Di luar Mahaka Pictures, Celerina juga berkarya secara independen sebagai produser bagi film “Satria Dewa Gatotkaca” (produksi 2020; belum tayang) dan “KADET 1947” (produksi 2020; belum tayang). Film KADET 1947 merupakan film drama heroik yang terinspirasi dari perjuangan para Kadet (calon pilot Angkatan Udara) pada peristiwa serangan Agresi Militer Belanda I. https://www.medcom.id/hiburan/film/VNx442yNraih-kisahgelar-heroikpengarah-tarunasinematografi-angkatan-udara-lawan-belanda-diangkat-ke-layar-lebar.terbaik|website=Republika Ia juga sempat terlibat di proyek film Gundala (2019) yang disutradarai oleh Joko Anwar. Selain berkarir sebagai produser yang bertanggung jawab dalam proses produksi dan strategi distribusi film secara keseluruhan, Celerina juga aktif membangun ekosistem industri film dengan tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (AFPI) https://www.republika.co.Online|language=id/berita/q26pq7319/inilah|access-susunan-dewan-pengurus-apfi-periode-20192023date=15 danMaret Badan2021}}</ref> Perfilman Indonesia (BPI).
 
Celerina menjadi produser film drama politik “[[2014 (film)|2014 (Siapa di atas Presiden?)]]” yang digarap bersama [[Hanung Bramantyo]] dan sutradara [[Rahabi Mandra]]. Film ini terinspirasi dari momentum [[Pemilu 2014]] yang intens di tengah masyarakat. Film ini diperankan oleh [[Ray Sahetapy]], [[Donny Damara]], dan [[Rizky Nazar]]. Sebelum tayang di bioskop Indonesia, film ini terlebih dahulu ditayangkan di ajang internasional Festival Film Osaka tahun 2014.<ref>{{Cite web|date=12 Februari 2014|title='2014' Hanung Bramantyo Masuk Seleksi Osaka Asian International Film Festival|url=https://hot.detik.com/movie/d-2494456/2014-hanung-bramantyo-masuk-seleksi-osaka-asian-international-film-festival|website=detikhot|language=id-ID|access-date=15 Maret 2021}}</ref>
 
Celerina juga memimpin [[Mahaka Group|Mahaka Pictures]] sebagai ''[[Chief Executive Officer]]'' dan memperluas peran [[Mahaka Group|Mahaka Pictures]] sebagai rekanan dan investor bagi proyek film lainnya, antara lain: “[[Perahu Kertas (film)|Perahu Kertas]]” (2012) yang diproduksi oleh [[StarVision|Starvision]], “[[Soekarno: Indonesia Merdeka|Soekarno, Indonesia Merdeka]]” (2013) yang diproduksi oleh [[MVP Entertainment Indonesia|MVP Entertainment]], dan “[[Sang Pemberani]]” (2014) yang diproduksi oleh Eclipse Film. [[Perahu Kertas (film)|Perahu Kertas]] menjadi salah satu dari 10 film terlaris di tahun 2012.<ref>{{Cite web|date=18 Desember 2012|title=10 Film Indonesia Terlaris 2012|url=https://hot.detik.com/top-ten/d-2121204/10-film-indonesia-terlaris-2012|website=detikhot|language=id-ID|access-date=15 Maret 2021}}</ref>
 
Film lainnya yang diproduksinya melalui [[Mahaka Group|Mahaka Pictures]] yaitu film pendek “Thohir: The Power of Love:1” (2011) dan “Thohir: The Power of Love 2 (2015)”, dan “Turis Romantis” (2015). Di luar itu, ia juga berkarya secara mandiri sebagai produser bagi film “[[Satria Dewa: Gatotkaca]]” (produksi 2020; belum tayang) dan “[[Kadet 1947]]” (produksi 2021; belum tayang). Film ini merupakan film drama heroik yang terinspirasi dari perjuangan para Kadet (calon pilot Angkatan Udara) pada peristiwa serangan Agresi Militer Belanda I.<ref>{{Cite web|last=Abas|first=Dhaifurrakhman|date=16 April 2020|title=Kisah Heroik Taruna Angkatan Udara lawan Belanda Diangkat ke Layar Lebar|url=https://www.medcom.id/hiburan/film/VNx442yN-kisah-heroik-taruna-angkatan-udara-lawan-belanda-diangkat-ke-layar-lebar|website=Medcom|access-date=15 Maret 2021}}</ref>
 
Celerina juga sempat terlibat di proyek film [[Gundala (film)|Gundala]] (2019) yang disutradarai oleh [[Joko Anwar]]. Selain berkarir sebagai produser yang bertanggung jawab dalam proses produksi dan strategi distribusi film secara keseluruhan, ia juga aktif membangun ekosistem industri film dengan tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (AFPI) dan [[Badan Perfilman Indonesia|Badan Perfilman Indonesia (BPI)]].<ref>{{Cite web|last=Citra Ramadani|first=Adysha|date=08 Desember 2019|title=Inilah Susunan Dewan Pengurus APFI Periode 2019-2023|url=https://republika.co.id/share/q26pq7319|website=Republika Online|language=id|access-date=15 Maret 2021}}</ref>
 
== '''Penyelenggaraan Asian Games 2018''' ==
7.441

suntingan