Celerina Judisari: Perbedaan revisi

29 bita ditambahkan ,  1 bulan yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
(Added to categories)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
k
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler VisualEditor Suntingan seluler lanjutan
 
=== '''Industri Perfilman''' ===
Setelah televisi, Celerina memulai karir perfilmannya dengan menjadi produser di rumah produksi [[Mahaka Media|Mahaka Pictures]], bagian dari [[Mahaka Group]]. Ia memproduksi film pendek genre drama religi “Apa Itu Islam” (2010). BeranjakIa ke proyek yang lebih besar, Celerinakemudian memproduksi film layar lebar pertamanya, “[[? (Tanda Tanya)]]” (2011) yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Film yang mengangkat tema pluralisme agama di Indonesia ini menuai perbincangan di kalangan masyarakat karena mengangkat tema yang dianggap sensitif. Namun, alur cerita yang menarik membuat filmFilm ini berhasil mendapat 9 nominasi [[Festival Film Indonesia 2011|Festival Film Indonesia]] pada tahun 2011 dan memenangkan [[Piala Citra]] untuk [[Pengarah Sinematografi Terbaik Festival Film Indonesia|Sinematografi Terbaik]]. https://www.liputan6.com/citizen6/read/3920111/film-tanda-tanya-film-tentang-pluralisme-yang-sempat-diwarnai-kontroversi Celerina menjadi produser film drama politik “2014 (Siapa di atas Presiden?)” yang digarap bersama Hanung Bramantyo dan sutradara Rahabi Mandra. Film ini terinspirasi dari momentum pemilu 2014 yang intens di tengah masyarakat. Film ini diperankan oleh Ray Sahetapy, Donny Damara, dan Rizky Nazar. Sebelum tayang di bioskop Indonesia, film ini terlebih dahulu ditayangkan di ajang internasional Festival Film Osaka tahun 2014. https://hot.detik.com/movie/d-2494456/2014-hanung-bramantyo-masuk-seleksi-osaka-asian-international-film-festival Selain berperan sebagai produser, Celerina juga memimpin Mahaka Pictures sebagai Chief Executive Officer dan memperluas peran Mahaka Pictures sebagai partner dan investor bagi proyek film lainnya, antara lain “Perahu Kertas” (2012) yang diproduksi oleh Starvision, “Soekarno, Indonesia Merdeka” (2013) yang diproduksi oleh MVP Entertainment, dan “Sang Pemberani” (2014) yang diproduksi oleh Eclipse Film. Perahu Kertas menjadi salah satu dari 10 film terlaris di tahun 2012. https://hot.detik.com/top-ten/d-2121204/10-film-indonesia-terlaris-2012/4 Film lainnya yang diproduksi Celerina melalui Mahaka Pictures yaitu film pendek “Thohir: The Power of Love:1 (2011) dan “Thohir: The Power of Love 2 (2015)”, dan “Turis Romantis” (2015). Di luar Mahaka Pictures, Celerina juga berkarya secara independen sebagai produser bagi film “Satria Dewa Gatotkaca” (produksi 2020; belum tayang) dan “KADET 1947” (produksi 2020; belum tayang). Film KADET 1947 merupakan film drama heroik yang terinspirasi dari perjuangan para Kadet (calon pilot Angkatan Udara) pada peristiwa serangan Agresi Militer Belanda I. https://www.medcom.id/hiburan/film/VNx442yN-kisah-heroik-taruna-angkatan-udara-lawan-belanda-diangkat-ke-layar-lebar. Ia juga sempat terlibat di proyek film Gundala (2019) yang disutradarai oleh Joko Anwar. Selain berkarir sebagai produser yang bertanggung jawab dalam proses produksi dan strategi distribusi film secara keseluruhan, Celerina juga aktif membangun ekosistem industri film dengan tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (AFPI) https://www.republika.co.id/berita/q26pq7319/inilah-susunan-dewan-pengurus-apfi-periode-20192023 dan Badan Perfilman Indonesia (BPI).
 
== '''Penyelenggaraan Asian Games 2018''' ==
7.418

suntingan