Batalyon Arhanud 3 Yudha Bhuana Yakca: Perbedaan revisi

k
tidak ada ringkasan suntingan
(Rescuing 0 sources and tagging 2 as dead.) #IABot (v2.0.8)
k
 
Perhatian pimpinan terhadap keadaan Yon PSU-3 cukup besar, sehingga kedudukan dipindahkan dari Baros-Cimahi untuk menempati sebagian kompleks instalasi Penyalur Kodam VI/Siliwangi (Lurdam VI/Slw) di jalan Menado No. 12 Bandung pada bulan Juli 1961, sampai dengan sekarang.
 
Dengan telah terbentuknya Batalyon PSU-3, maka Departemen Angkatan Darat mengeluarkan TOP Nomor : 64-50 tanggal 23 Juli 1964 yang mengatur bahwa Yon PSU-3 terdiri dari 3 Raipur dan Mayon, dengan kekuatan keseluruhan 665 orang, Mayon 157 orang, dan Baterai Tempur 161 orang tiap Baterai, kemudian nama satuanpun dirubahdiubah dari Yon PSU-3 menjadi Yon Arsuri-3. Pengeluaran TOP baru tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Menteri Panglima Angkatan Darat Nomor : KEP-178/2/1964 yang menetapkan 3 (tiga) hal :
 
a. Menetapkan Yon Arsu-3 sebagai Yon Arsu yang harus diganti dengan senjata 40 mm L-70.
 Berdasarkan Surat Perintah Pangdam VI/Slw No : Prin-176-2/III/1964, maka Yon Arsu-3 di BP kan ke Pussenart Tmt. 01-04-1964 s.d 01-07-1964 dalam rangka alih senjata dari meriam 40 mm L-60 ke meriam 40 mm L-70, selanjutnya meriam 40 mm L-60 diserahkan ke Bengpuspal, atas dasar perkembangan organisasi dan operasional serangan, pengembangan doktrin dalam ruang lingkup tanggung jawab Angkatan Darat, khususnya bidang pertahanan udara, terjadi perubahan istilah yang semula ARSURI-3 menjadi HANUDRI-3 sesuai Telegram Menpangad Nomor : T-1909/1965 tanggal 28 Juli 1965. Setelah alih senjata ke Meriam 40 mm L-70 maka TOP satuan mengalami perubahan lagi sesuai keputusan Kasad No : Skep/262/IV/1974 tanggal 23 April 1974 dan diralat dengan Skep Kasad No : Skep/262.a/IV/1974 tanggal 15-08-1974 sehingga terjadi perubahan Baterai Tempur yang semula 3 Raipur menjadi 4 Raipur, Mayon, Raima dan 1 Team Pal, dengan kekuatan keseluruhan 535 orang, dimana 1 Raipur terdiri dari 99 orang. Kemudian berdasarkan Skep Kasad No : Skep/61/VI/1986 tentang perubahan TOP Yonarhanudri-3 Dam III/Slw yaitu menjadi Koyon, Raima dan 3 Raimer yang masing-masing terdiri dari Pokkorai, Tonwat dan 3 Tonmer dengan jumlah personel 593 orang. Selanjutnya berdasarkan ralat, keputusan Kasad No : Kep/61.a/V/1986 tanggal 17 Oktober 1989 diadakan perubahan jumlah Personel yang semula sesuai TOP berjumlah 593 orang diralat menjadi 591 orang dan TOP ini dipergunakan sampai dengan sekarang.
 
Pada tahun 1974 Yonarhanudri-3 masuk dalam jajaran Brigade Hanud-2 Kodam VI/Slw, dan pada saat itu pula peralatan pokok satuan dimodernisasi menjadi meriam 40 mm/L-70 yang dilengkapi dengan AKT radar P3SF dan PTL 50 KVA Bouscher dengan SMB 12,7 mm/DSHK dan senjata ringan yang semula jenis Junggle diganti Garand. Selanjutnya senjata ringan karena kebutuhan tugas operasi Timor-Timur dirubahdiubah menjadi jenis SP-1, SP-2 dan SP-3 termasuk senjata genggam jenis FN-45 dirubahdiubah menjadi Pistol jenis FN-46. Kemudian berdasarkan Surat Perintah Pangdam III/Slw No : Sprin/1004/IX/1990 tanggal 25 September 1990 senjata laras panjang diganti dengan jenis FNC ex Retrofit sebanyak 236 pucuk dan dipergunakan sampai dengan sekarang.
 
Sesuai dengan perkembangan organisasi maka senjata pokok mengalami modernisasi, dimana pada awal pertumbuhan Yonarhanudri-3 masih menggunakan senjata dengan sistem kendali tangan, adapun jenis senjata pokok yang dimiliki satuan adalah sebagai berikut : Senapan Mesin Berat (SMB 12,7 mm), Meriam 20 mm, Meriam 40 mm/ L-60, Meriam 40 mm/ L-70.