Kabupaten Minahasa: Perbedaan revisi

1 bita ditambahkan ,  2 bulan yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
k
Tag: Suntingan visualeditor-wikitext
k
Setelah kemerdekaan Indonesia, daerah Minahasa pada awalnya termasuk ke dalam wilayah Provinsi Sulawesi tepatnya dalam sebuah keresidenan yang berkedudukan di Manado.<ref name="dirjenkeb" />{{rp|153}}<ref>{{cite web | title = Mengenal Provinsi Sulut | url = https://sulutprov.go.id/mengenal-provinsi-sulut/ | archive-url = https://web.archive.org/web/20170209135502/https://sulutprov.go.id/mengenal-provinsi-sulut/ | publisher = Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara | archive-date = 2017-02-09 | access-date = 2020-06-03}}</ref> Daerah Minahasa kemudian sempat termasuk dalam bagian wilayah [[Negara Indonesia Timur]] sebagai salah satu dari 13 wilayah administratifnya.<ref>{{cite book | last = Harvey | first = Barbara S. | title = Permesta: Half a Rebellion | trans-title = Permesta: Setengah Pemberontakan | language = Inggris | location = Ithaca | publisher = Cornell Modern Indonesia Project, Southeast Asia Program, Cornell University | year = 1977 | pages = 25}}</ref> Pada tahun 1953, Manado ditetapkan sebagai ''Kota Besar'' dengan status Daerah Tingkat II (di mana provinsi adalah Daerah Tingkat I) dan dipisahkan dengan Minahasa. Ibukota wilayah Minahasa kemudian diganti dari Manado ke Tondano pada tahun 1959.<ref name="dirjenkeb" />{{rp|157–158}}
 
Pada tahun 1960, Provinsi Sulawesi dibagi menjadi Provinsi Sulawesi Utara dan Provinsi Sulawesi Selatan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 1960. Nama kedua provinsi ini berubah berdasarkan Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1960, di mana Provinsi Sulawesi Utara berubah menjadi Provinsi Sulawesi Utara-Tengah. Daerah Minahasa sebagai Daerah Tingkat II termasuk dalam provinsi ini. Kemudian pada tahun 1964, Provinsi Sulawesi Utara-Tengah dibagi menjadi Provinsi Sulawesi Utara dan Provinsi Sulawesi Tengah berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1964. Daerah Tingkat II Minahasa dimasukkan ke dalam wilayah Provinsi Sulawesi Utara. Penggunaan nama kabupaten ditetapkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1965, di mana Daerah Tingkat II Minahasa diubah menjadi Kabupaten Minahasa. Kemudian Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 merubahmengubah lagi nama Kabupaten Minahasa menjadi Kabupaten Daerah Tingkat II Minahasa.<ref name="dirjenkeb" />{{rp|159}} Daftar kecamatan di bawah Kabupaten Daerah Tingkat II Minahasa adalah Airmadidi, Belang, Bitung, Dimembe, Eris, Kakas, Kauditan, Kawangkoan, Kombi, Likupang, Modoinding, Motoling, Pineleng, Ratahan, Remboken, Sonder, Tareran, Tenga, Tombariri, Tombasian, Tombatu, Tomohon, Tompaso, Tompaso Baru, Tondano, Tumpaan, dan Wori.<ref name="dirjenkeb" />{{rp|161–162}}
 
Pada tahun-tahun berikut, Kabupaten Minahasa mengalami beberapa perubahan dengan pembentukan wilayah-wilayah administatif baru dari wilayah Kabupaten Minahasa. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1975, Kota Administratif Bitung diresmikan sebagai wilayah terpisah dari Kabupaten Minahasa. Pada 25 Februari 2003, Kabupaten Minahasa dimekarkan menjadi Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan, dan Kota Tomohon berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2003. Kemudian pada tanggal 18 Desember 2003, Kabupaten Minahasa dimekarkan lagi menjadi Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Minahasa Utara berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2005.