Ayu Bulantrisna Djelantik: Perbedaan revisi

1.768 bita ditambahkan ,  7 bulan yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
(Merapikan suntingan terakhir)
Tag: Suntingan visualeditor-wikitext
k
|birth_date = {{Birth date|1947|9|8}}
|birth_place = {{Negara|Belanda}} [[Deventer]], [[Belanda]]
|death_date = {{Death date and age|2021|02|24|1947|09|08}}
|death_place = RS Siloam Semanggi, [[Jakarta]]
|nationality = [[Indonesia]]
|other_names =
|occupation = [[Dokter]] spesialis THT</br/>staf pengajar di Fakultas Kedokteran [[Universitas Padjajaran]]</br/>Penari tradisional
|years_active =
|known_for =
|notable_works =
}}
'''Ayu Bulantrisna Djelantik''' ({{lahirmati|[[Deventer]], [[Belanda]]|8|9|1947|Jakarta|24|2|2021}}) adalah seorang maestro tari tradisional [[Indonesia]]. Ayu dikenal sebagai maestro [[Legong|tari Legong]]<ref name=":1">{{Cite web|url=https://www.thejakartapost.com/life/2018/02/05/ayu-bulantrisna-djelantik-dances-till-the-world-ends.html|title=Ayu Bulantrisna Djelantik: Dances till the world ends|last=Post|first=The Jakarta|website=The Jakarta Post|language=en|access-date=2020-06-02}}</ref><ref>{{Cite web|last=Agnes|first=Tia|title=Maestro Tari Legong Bulantrisna Djelantik Meninggal Dunia|url=https://hot.detik.com/art/d-5435497/maestro-tari-legong-bulantrisna-djelantik-meninggal-dunia|website=detikhot|language=id-ID|access-date=2021-02-24}}</ref>. Ayu juga berprofesi sebagai dokter spesialis THT dan pengajar di Fakultas Kedokteran [[Universitas Padjadjaran]].<ref name=":0">{{Cite web|url=http://www.bbc.com/indonesia/laporan_khusus/2014/08/140811_bincang_bulan_trisna_penari|title=Ayu Bulantrisna menari sepenuh jiwa|website=BBC Indonesia|access-date=2017-04-23}}</ref>
 
== Latar belakang ==
 
'''Ayu Bulantrisna Djelantik''' ({{lahirmati|[[Deventer]], [[Belanda]]|8|9|1947|Jakarta|24|2|2021}}) adalah seorang maestro tari tradisional [[Indonesia]], dokter spesialis THT dan pengajar di Fakultas Kedokteran [[Universitas Padjadjaran|Universitas Padjajaran]]. Ayu dikenal sebagai maestro [[Legong|tari Legong]]<ref name=":1">{{Cite web|url=https://www.thejakartapost.com/life/2018/02/05/ayu-bulantrisna-djelantik-dances-till-the-world-ends.html|title=Ayu Bulantrisna Djelantik: Dances till the world ends|last=Post|first=The Jakarta|website=The Jakarta Post|language=en|access-date=2020-06-02}}</ref><ref>{{Cite web|last=Agnes|first=Tia|title=Maestro Tari Legong Bulantrisna Djelantik Meninggal Dunia|url=https://hot.detik.com/art/d-5435497/maestro-tari-legong-bulantrisna-djelantik-meninggal-dunia|website=detikhot|language=id-ID|access-date=2021-02-24}}</ref>. Ayu juga berprofesi sebagai dokter spesialis THT dan pengajar di Fakultas Kedokteran [[Universitas Padjadjaran]].<ref name=":0">{{Cite web|url=http://www.bbc.com/indonesia/laporan_khusus/2014/08/140811_bincang_bulan_trisna_penari|title=Ayu Bulantrisna menari sepenuh jiwa|website=BBC Indonesia|access-date=2017-04-23}}</ref>
Ayu Bulantrisna Djelantik menggeluti dunia tari pertama kali di Puri sang kakek. Kakek dari Bulantrisna bernama [[I Gusti Bagus Jelantik|Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem]] merupakan raja terakhir dari [[Kerajaan Karangasem]], [[Bali]]. Ia mencari dan memanggil guru tari untuk Bulantrisna. Guru yang dipanggil oleh sang kakek antara lain Bagus Bongkasa dan Gusti Biang Sengog.<ref name=":0"/> Bulantrisna kecil mengenal tari tradisional Bali ketika usia 7 tahun dan pada saat usianya menginjak 10 tahun Bulantrisna diundang oleh Presiden Soekarno ke Istana Presiden di Tampaksiring, Gianyar, Bali untuk menghibur para tamu Istana.<ref name="DANCETRACTION">{{Cite news|url=https://qubicle.id/story/dedikasi-seorang-maestro-tari-indonesia|title=Dedikasi Seorang Maestro Tari Indonesia - Qubicle|last=DANCETRACTION|language=en|access-date=2017-04-23|archive-date=2017-04-23|archive-url=https://web.archive.org/web/20170423152506/https://qubicle.id/story/dedikasi-seorang-maestro-tari-indonesia|dead-url=yes}}</ref> Mentor utamanya adalah [[Anak Agung Mandera]] dan [[Gusti Made Sengog]], penari Legong generasi pertama<ref name=":1"/>.
 
Ia meninggal di RS Siloam Semanggi, [[Jakarta]] pada tanggal 24 Februari 2021 karena sakit kanker pankreas yang dideritanya.<ref>{{Cite web|url=https://bali.tribunnews.com/2021/02/24/profil-dokter-anak-agung-ayu-bulantrisna-djelantik-meninggal-dunia-karena-kanker-pankreas|title=Profil Dokter Anak Agung Ayu Bulantrisna Djelantik, Meninggal Dunia karena Kanker Pankreas|website=Tribun Bali|language=id-ID|access-date=2021-02-24}}</ref>
Saat usia 11 tahun, Bulantrisna pernah menari Oleg di Jakarta untuk pertama kalinya.<ref>{{Cite news|url=https://m2indonesia.com/tokoh/sastrawan/bulan-trisna-djelantik.htm|title=Bulan Trisna Djelantik|date=2015-10-06|newspaper=M2Indonesia|language=en-US|access-date=2017-04-23}}</ref> Menurut Bulantrisna menari merupakan pelepasan emosi, kreativitas, kegembiraan, bergerak dengan penuh penjiwaan, dan sebagai sarana berdo'a. Kecintaan Ayu Bulantrisna Djelantik pada tari tak hanya sebatas gerak saja, tetapi ia juga mendirikan bengkel tari yang diberi nama "Ayu Bulan" pada tahun 1994. Salah satu kreasi tari ciptaan yang telah dibuatnya ialah tari Legong Asmarandana.<ref name=":0"/>
 
== Latar belakangBelakang ==
Pada tahun 1971, Bulantrisna memutuskan untuk menikah dan berhenti menari. Pada akhirnya setelah menikah Bulantrisna tetap menari ketika melanjutkan studi di Jerman, Belanda dan Belgia. Sampai saat inipun Bulantrisna tetap aktif menekuni dunia tari bahkan setelah pensiun sebagai pegawai negeri dan staff pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung.<ref name="DANCETRACTION"/>
Ayu Bulantrisna Djelantik menggeluti dunia tari pertama kali di Puri sang kakek. Kakek dari Bulantrisna bernama [[I Gusti Bagus Jelantik|Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem]] merupakan raja terakhir dari [[Kerajaan Karangasem]], [[Bali]]. Ia mencari dan memanggil guru tari untuk Bulantrisna. Guru yang dipanggil oleh sang kakek antara lain Bagus Bongkasa dan Gusti Biang Sengog.<ref name=":0"/><ref name="Bali Now!">{{cite web|title= Water Palaces in the Age of Rajas |url= http://nowbali.co.id/water-palaces-age-rajas/ |date= 9 June 2016 |publisher= Phoenix Communication |others= Copyright 2015 |author= Bali Now! / Life in the Island}}</ref> Bulantrisna kecil mengenal tari tradisional Bali ketika usia 7 tahun dan pada saat usianya menginjak 10 tahun Bulantrisna diundang oleh Presiden Soekarno ke Istana Presiden di Tampaksiring, Gianyar, Bali untuk menghibur para tamu Istana.<ref name="DANCETRACTION">{{Cite news|url=https://qubicle.id/story/dedikasi-seorang-maestro-tari-indonesia|title=Dedikasi Seorang Maestro Tari Indonesia - Qubicle|last=DANCETRACTION|language=en|access-date=2017-04-23|archive-date=2017-04-23|archive-url=https://web.archive.org/web/20170423152506/https://qubicle.id/story/dedikasi-seorang-maestro-tari-indonesia|dead-url=yes}}</ref> Mentor utamanya adalah [[Anak Agung Mandera]] dan [[Gusti Made Sengog]], penari Legong generasi pertama<ref name=":1"/>.
 
Saat usia 11 tahun, Bulantrisna pernah menari [[Tari Oleg|Oleg]] di Jakarta untuk pertama kalinya.<ref>{{Cite news|url=https://m2indonesia.com/tokoh/sastrawan/bulan-trisna-djelantik.htm|title=Bulan Trisna Djelantik|date=2015-10-06|newspaper=M2Indonesia|language=en-US|access-date=2017-04-23}}</ref> Menurut Bulantrisna, menari merupakan pelepasan emosi, kreativitas, kegembiraan, bergerak dengan penuh penjiwaan, dan sebagai sarana berdo'a. Kecintaan Ayu Bulantrisna Djelantik pada tari tak hanya sebatas gerak saja, tetapi ia juga mendirikan bengkel tari yang diberi nama "Ayu Bulan" pada tahun 1994. Salah satu kreasi tari ciptaan yang telah dibuatnya ialah tari Legong Asmarandana.<ref name=":0"/>
 
Pada tahun 1971, Bulantrisna memutuskan untuk menikah dan berhenti menari. Dia kemudian melanjutkan studi medisnya di [[Munich]], [[Jerman]], dan setelah menikah dengan suaminya Soejoto, dia memiliki karir dan tinggal di luar negeri selama beberapa tahun termasuk di [[India]] dan [[Amerika Serikat]]. Dia kembali ke Indonesia setelah empat puluh tahun di luar negeri dan saat ini tinggal di [[Bandung]].<ref name="NuArt">{{cite web|title= NuArt Lab: Making Bandung an art collaboration center |url= http://www.thejakartapost.com/news/2016/01/29/nuart-lab-making-bandung-art-collaboration-center.html |first= Juliana |last= Harsianti |publisher= The Jakarta Post |date= 29 January 2016 |accessdate= 31 October 2016}}</ref> Ia mengajar di Fakultas Kedokteran [[Universitas Padjadjaran]], dan bekerja sebagai dokter spesialis telinga. Bulantrisna juga masih menjadi ketua Masyarakat Asia Tenggara untuk Pendengaran Suara.<ref name="JP"/>
 
Pada tahun 1971, Bulantrisna memutuskan untuk menikah dan berhenti menari. Pada akhirnya setelah menikah, Bulantrisna tetap menari ketika melanjutkan studi di Jerman, Belanda dan Belgia. Sampai saat inipuntutup usia, Bulantrisna tetap aktif menekuni dunia tari bahkan setelah pensiun sebagai pegawai negeri dan staff pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung.<ref name="DANCETRACTION"/>
 
== Kegiatan budaya ==
Bulantrisna memiliki sebuah sanggar tari bernama Bengkel Tari Ayu Bulan yang aktif mengadakan bengkel dan pentas baik di Indonesia maupun di banyak negara lain.<ref name="NuArt"/> Dia menampilkan [[tari legong|legong]] klasik bersama kelompok tarinya, yang berbasis di Jakarta.<ref name="Bali Now!"/><ref name="Heraty"/> Ia juga berkolaborasi dalam koreografi dengan orang lain, seperti Retno Maruti, ahli tari klasik Jawa.<ref name="Heraty">{{cite book|title= Calon Arang: Kisah Perempuan Korban Patriarki |first= Toeti |last= Heraty |authorlink= Toeti Heraty |url= https://books.google.com/?id=iBvUCwAAQBAJ&pg=PR26&lpg=PR26&dq=bulantrisna+djelantik+daughter+of#v=onepage |page= xxvi |publisher= Yayasan Pustaka Obor Indonesia |year= 2012 |isbn= 9789794618332}}</ref>
 
== Lihat pulaReferensi ==
{{reflist}}
 
=== Lihat juga ===
* [[I Gusti Bagus Jelantik|Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem]]
* [[Tari Bali]]
* [[Legong]]
 
== Referensi ==
{{reflist}}
 
{{DEFAULTSORT:Djelantik, Ayu Bulantrisna}}
[[Kategori:Penari Indonesia]]
34.479

suntingan