Soba: Perbedaan revisi

2 bita ditambahkan ,  2 bulan yang lalu
k
 
Di zaman dulu, mi dari tepung gandum kuda disebut sobakiri. Catatan tertua tentang tepung gandum kuda yang dibuat mi (''sobakiri'') tertulis dalam buku catatan kuil Jōshō-ji, desa Ōkuwa, [[Prefektur Nagano]]. Sewaktu kuil selesai dipugar tahun [[1574]], "sobakiri" termasuk ke dalam daftar barang sumbangan yang diterima untuk penyelenggaraan selamatan.
 
{{nihongo|Soba-ya|蕎麦屋|penjual soba}} adalah sebutan untuk rumah makan yang khusus menyajikan soba, tetapi sekaligus bisa juga menyajikan [[udon]]. Soba yang harganya murah sangat digemari penduduk [[Edo]]. Soba-ya mulai dikenal sejak pertengahan [[zaman Edo]], karena [[pedagang kaki lima]] banyak yang membuka warung soba setelah dilarang berdagang secara kakilimakaki lima. Pada tahun [[1686]], [[Keshogunan Edo]] melarang pedagang kaki lima seperti pedagang soba dan udon berkeliling membawa [[kompor]].
 
Di berbagai stasiun kereta api di Jepang sekarang bisa ditemui warung ''tachigui-soba'' sebagai penerus tradisi soba kakilimakaki lima. Warung-warung seperti ini mengharuskan orang makan berdiri karena tidak menyediakan kursi untuk duduk.
 
Sebagian besar penjual soba juga mempunyai layanan [[pesan antar]] yang sudah dikenal sejak zaman Edo. Di zaman dulu, pengantar soba mengantarkan pesanan dengan berjalan kaki atau kalau perlu sambil berlari. Soba dibawa di dalam kotak kayu yang disebut Okamochi, dan pembayaran dilakukan kemudian sewaktu mengambil piring atau mangkuk yang sudah kosong.