Imam Ath-Thahawi: Perbedaan antara revisi

12 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
munasyaqoh menjadi munaqosyah sedangkan abi hanifah diganti abu hanifah
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-terpercaya +tepercaya))
(munasyaqoh menjadi munaqosyah sedangkan abi hanifah diganti abu hanifah)
 
== Nama dan Nasabnya ==
Dia adalah Imam Abu Ja’far Ahmad bin Muhammad bin Salamah bin Abdil Malik al-Azdy al-Mishri ath-Thahawi Al-Hanafi. Al-Azdy adalah qabilahqAbulah terbesar Arab, Dia adalah Al-Qahthani dari sisi bapaknya dan Al-Adnani dari sisi ibunya karena ibunya seorang Muzainah, yakni saudara al-Imam [[Al-Muzanni]] sahabat [[Imam Syafi’i]]. Dan Ath-Thahawi [[nisbah|dinasabkan]] pada Thaha sebuah desa di Sha’id, [[Mesir|Al-Mishr]].
 
== Biografi ==
Al-Imam ath-Thahawi belajar pada pamannya sendiri Al-Muzanni dan mendengar periwayatan pamannya dari Al-Imam Asy-Syafi'i. Tatkala dia menginjak usia 20 tahun, dia meninggalkan madzhab Al-Imam Asy-Syafi'i, dan beralih ke [[madzhab Hanafi|Imam Abu Hanifah]], disebabkan beberapa faktor:
 
# Karena dia menyaksikan bahwa pamannya banyak menelaah kitab-kitab AbiAbu Hanifah.
# Tulisan-tulisan ilmiah yang ada, yang banyak disimak para tokoh madzhab Syafi’i dan madzhab Hanafi.
# Tashnifat (karangan-karangan) yang banyak dikarang oleh kedua madzhab itu yang berisi perdebatan antara kedua madzhab itu dalam beberapa masalah. Seperti karangan al-Muzanni dengan kitabnya al-Mukhtashar yang berisi bantahan-bantahan terhadap AbiAbu Hanifah dalam beberapa masalah.
# Banyaknya halaqah ilmu yang ada di masjid Amr bin al-‘Ash tetangganya mengkondisikan dia untuk memanfaatkannya dimana di sana banyak munasyaqahmunaqasyah (diskusi) dan adu dalil dan hujjah dari para pesertanya.
# Banyak [[syeikh]] yang mengambil pendapat dari madzhab AbiAbu Hanifah, baik dari Mesir maupun Syam dalam rangka menunaikan tugasnya sebagai qadli, seperti al-Qadli Bakar bin Qutaibah dan Ibnu AbiAbu Imran serta AbiAbu Khazim.
 
Akan tetapi perlu diketahui bahwa perpindahan madzhabnya itu tidaklah bertujuan untuk mengasingkan diri dan mengingkari madzhab yang ia tinggalkan, karena hal ini banyak terjadi di kalangan ahli ilmu ketika itu yang berpindah dari satu madzhab ke madzhab lainnya tanpa meningkari madzhab sebelumnya. Bahkan pengikut Syafi’i yang paling terkenal sebelumnya adalah seorang yang bermadzhab Maliki, dan di antara mereka ada yang menjadi syeikhnya (gurunya) ath-Thahawi. Tidak ada tujuan untuk menyeru pada ‘[[ashabiyah|ashAbuyah]] (fanatisme) atau taklid, tetapi yang dicari adalah dalil, kemantapan, dan hujjah yang lebih mendekati kebenaran.
Di antaraguruantara guru-guru dia selain pamannya, Al-Muzanni, juga Al-Qadhi Abu Ja'far Ahmad bin Imran Al-Baghdadi, Al-Qadhi Abu Khazim Abdul Hamid bin Abdul 'Aziz al-Baghdadi, Yunus bin Abdul 'Ala Al-Mishri dan lain-lain.
Di antaramuridantara murid-murid dia: Abu Bakar Ahmad bin Muhammad bin Manshur, Ahmad bin Al-Qasim bin Abdillah Al-Baghdadi yang dikenal dengan Ibnul Khasysyab Al-Hafizh, Abul Hasan Ali bin Ahmad Ath-Thahawi dan lain-lain.
Al-Imam Ath-Thahawi adalah orang berilmu yang memiliki keutamaan. Dia menguasai sekaligus Ilmu Fikih dan Hadits, serta cabang-cabang keilmuan lainnya. Baliau menjadi wakil dari Al-Qadhi Abu Abdillah Muhammad bin 'Abdah, seorang qadhi di Mesir.
4. Sunan asy-Syafi’i.
5. Al-Aqidah ath-Thahawiyah, kitabnya yang terbaik..
6. Naqdlu kitab al-Mudallisin li Faqih Baghdad al-Husain bin Ali bin Yazid al-KarabisiKarAbusi.
7. Taswiyatu baina Hadtsana wa Akhabarana.
8. Asy-Syurut ash-Shaqhir.
9. Asy-Syurut al-Ausath.
10. Asy-Syurut al-KabirKAbur.
11. At-Tarikh al-KabirKAbur.
12. Ahkamul Qur’an
13. Nawadirul Fiqhiyah.
15. Juz-un fi hukmi ardli Makkah.
16. Juz-un fi qismi al-fay`i wal Ghanaa-`im
17. Ar-Raddu ‘ala Isa bin Abbaan fi KitaabihiKitaAbuhi alladzi sammaahu Khatha’u al-Kutub.
18. Al-Raddu ‘ala AbiAbu Ubaid fiima Akhtha a fiihi fi KitaabiKitaAbu an-Nasab.
19. Ikhtilaaf ar-Riwayaat ‘ala Madzhab al-Kuufiyiin.
20. Syarh al-Jami’ al-KabirKAbur lil imam Muhammad bin al-Hasan asy-Syaibani.
21. Kitab al-Mahadlir wa as-Sijillaat.
22. Akhbar AbiAbu Hanifah wa ash-haabuhu.
23. Kitab Aal-Washaya wal Faraidl.
24. Dan lain-lain.
== Bacaan lanjutan ==
* [[Syarh]] Musykil al-Atsar oleh Imam Thahawi.
* Syarh [[Al-Aqidah Ath-Thahawiyah]] oleh Imam AbilAbul Izzi Al-Hanafi.
 
== Pranala luar ==
2

suntingan