Lokomotif CC201: Perbedaan revisi

10 bita ditambahkan ,  5 bulan yang lalu
k
clean up, replaced: dipo → depo (65)
Tag: Pengembalian manual
k (clean up, replaced: dipo → depo (65))
CC 201 generasi II didatangkan tahun 1983-1984 berjumlah 34 unit. Untuk mengenalinya sangat mudah. Ciri-cirinya sama seperti CC 201 generasi I, tetapi pada jaring radiatornya berukuran kecil. Bentuk kaca depan berbentuk persegi dengan ujung-ujungnya yang lancip. Loko ini pada awalnya juga tidak memiliki lampu kabut. Namun sejak lokomotif ini mengalami PA (Pemeriksaan Akhir) pada tahun 2010-2011, semua unit (kecuali CC 201 48) telah dipasangi lampu kabut.
 
Dahulu di antara loko-loko generasi II ini ada lokomotif yang cukup unik, salah satunya CC 201 56 milik [[dipodepo lokomotif|DipoDepo Induk]] [[DipoDepo lokomotif#DipoDepo Lokomotif Purwokerto (PWT)|PWT]]. Keunikannya: pada bagian depannya (''[[Ujung pendek (lokomotif)|short hood]]'') memiliki bentuk yang berbeda dibandingkan dengan CC 201 lainnya. Kotak pasirnya lebih pendek dari yang biasanya dan kaca depannya memanjang ke bawah. Bagian dalamnya juga unik karena hanya terdapat satu meja layanan sehingga kabin [[masinis]] pun menjadi lebih luas. Hal yang melatarbelakangi perbedaan tampilan dari loko ini karena dahulu CC 201 56 pernah menabrak ''stoomwalls'' sehingga mengakibatkan loko ini ringsek parah dan sulit mengembalikannya seperti bentuk semula. Untuk memperbaikinya, [[Balai Yasa Yogyakarta|Balai Yasa Pengok]] menyiasatinya dengan cara melepas satu meja layanan, memendekkan kotak pasir, dan memenjangkan 2 kaca kebawah. Karena bentuknya yang aneh ini, para ''[[railfans]] ''sering menyebutnya “''Loko [[Donal Bebek|Donald Bebek]] (Ducky Locomotive)''”. Sebelumnya CC 201 47 milik [[DipoDepo lokomotif#DipoDepo Lokomotif Sidotopo (SDT)|DipoDepo Sidotopo]] (dulu [[DipoDepo lokomotif#DipoDepo Lokomotif Yogyakarta (YK)|DipoDepo Yogyakarta]]), CC 201 76R milik [[DipoDepo lokomotif#DipoDepo Lokomotif Medan (MDN)|DipoDepo Medan]] (dulu [[dipodepo lokomotif#DipoDepo Lokomotif Jatinegara (JNG)|DipoDepo Jatinegara]]), CC 201 19 milik [[DipoDepo lokomotif#DipoDepo Lokomotif Sidotopo (SDT)|DipoDepo Sidotopo]] & CC 201 06 (sekarang [[CC 204|CC 204 06]]) milik [[DipoDepo lokomotif#DipoDepo Lokomotif Yogyakarta (YK)|DipoDepo Yogyakarta]] juga mempunyai bentuk yang sama seperti CC 201 56, tetapi sekarang bentuk keempat lokomotif tersebut sudah kembali normal seperti layaknya CC 201 lainnya setelah menjalani PA di [[Balai yasa|Balai Yasa Pengok]], [[Yogyakarta]].
 
==== CC 201 45 yang misterius ====
[[Berkas:ID diesel loco CC 201-45 050730 9428 yk.jpg|jmpl|CC 201 45 menarik gerbong ketel melewati [[Stasiun Tugu]]. Juli 2005|kiri]]
Ada juga kelas CC 201 generasi kedua yang diyakini [[misteri]]us. CC 201 45 (CC 201 83 07) adalah lokomotif milik DipoDepo Induk Yogyakarta (YK) yang terkenal akan daya mistiknya dan salah satu lokomotif paling keramat di Indonesia.
 
Lokomotif CC 201 45 terkenal karena sering terjadi peristiwa aneh dengan lokomotif tersebut. Sejak didatangkan, CC 201 45 sudah sering dicap sebagai loko yang bermasalah. Walaupun hasil tes menunjukkan tidak ada problem pada CC 201 45, tetapi sering terjadi kecelakaan atau kerusakan saat dioperasikan tanpa penjelasan yang jelas. CC 201 45 semula ditugaskan untuk menarik rangkaian ke arah timur. Pernah suatu ketika saat lokomotif itu berdinas menarik [[Kereta api Bima|KA Bima]] dan KA tersebut mengalami tabrakan.<!-- mohon informasi tanggal dan detail PLH yang dimaksud --> Setelah diperbaiki, lokomotif ini berdinas KA Bima dan mengalami tabrakan lagi. Ia harus masuk kembali ke [[Balai Yasa Pengok]], [[Yogyakarta]], dan setelah selesai perbaikan, jabatannya diturunkan untuk menarik rangkaian kelas bisnis saja yaitu [[Kereta api Jayabaya Selatan|Jayabaya]]. Tetapi CC 201 45 sekali lagi mengalami tabrakan. Frekuensi tabrakan sesama kereta atau dengan kendaraan bermotor yang dialami CC 201 45 cukup sering, di samping kejadian aneh yang dialami para teknisi yang memperbaiki lok ini pasca tabrakan.
Merasa kebingungan dengan CC 201 45, teknisi Balai Yasa yaitu Panut dan Suroso merasa perlu untuk memanggil tenaga ahli [[General Electric|GE]] langsung dari [[Amerika Serikat|Amerika]]. Saat sedang memeriksa CC 201 45, tenaga ahli GE itu bercerita bahwa saat proses pembuatan loko yang satu ini memang sudah bermasalah karena banyak terjadi kecelakaan kerja. Akhirnya para teknisi memutuskan, selain diperbaiki secara material, CC 201 45 juga diperbaiki secara spiritual. Sesuai adat orang [[Jawa]], para teknisi Balai Yasa Pengok sepakat meruwat (ritual membuang sial) loko ini. Caranya dengan mengadakan selamatan dan memasang sepasang tapal kuda bekas di kedua ujung [[bemper]] CC 201 45. Kemudian memberikan beberapa gram emas dan menyepuh bagian samping bawah lok dengan lapisan krom sehingga terlihat mengkilat.
 
Anehnya setelah ritual ini CC 201 45 tidak pernah mengalami kecelakaan lagi. Ruwatan yang dilakukan oleh teknisi Balai Yasa berhasil menghilangkan nasib sial loko ini. Sekarang CC 201 45 ditempatkan di DipoDepo Lokomotif Madiun, dan dengan mudah dikenali lewat ciri khasnya sebagai loko dengan sisi yang dilapisi besi mengkilat, dan di bagian depannya di bawah hidungnya, terdapat kotak dengan lubang di dalamnya yang bernama ''Multiple Unit Box Port'' yang berguna untuk sambungan kabel traksi, tetapi sudah dilepas.<ref>Majalah KA Edisi Maret 2007</ref> Selain itu, plat nomor di bempernya kini dilepas.
 
=== CC 201 generasi III ===
[[Berkas:CC 201 100 di Stasiun Padalarang.JPG|jmpl|kiri|CC 201 100 (CC 201 92 10), salah satu lokomotif CC201 generasi III (berbentuk kaca bulat, jaring radiator kecil, dan sudah memiliki lampu kabut di atas bemper).]]
[[Berkas:PTKACC201 (201 007 A).jpg|jmpl|kiri|CC 201 107 (CC 201 92 17) milik DipoDepo Induk Jatinegara di Balai Yasa Pengok, Yogyakarta pada tahun 2002.]]
Didatangkan pada tahun 1992 sebanyak 20 buah. Untuk CC 201 91 sampai 110 terdapat di [[Jawa]]. CC 201 98 yang sebelumnya milik [[DipoDepo lokomotif#DipoDepo Lokomotif Bandung (BD)|DipoDepo Lokomotif BD]] kini telah dimutasi ke Kertapati (KPT), [[Kota Palembang|Palembang]] untuk memenuhi kebutuhan angkutan penumpang dan barang di sana, dan kini sudah afkir karena mengalami kecelakaan hebat yang membuat lokomotif itu terguling dan terbakar. Sedangkan CC 201 101 dan CC 201 102 yang sebelumnya berada di Jawa dan sempat dimutasi ke Sumatra, sudah kembali lagi ke Jawa.
 
Ciri-ciri CC 201 generasi ini, yaitu terdapat lampu kabut di bawah kotak pasir di atas bemper seperti halnya lokomotif CC 203/CC 204. Selain itu, bentuk sudut-sudut kaca lokomotif ini agak bulat, berbeda dengan CC 201 generasi sebelumnya yang kaca depannya berbentuk kotak. Hal inilah yang membuat CC 201 generasi ini terlihat sangat berbeda dengan jenis yang sebelumnya sehingga mudah untuk dikenali. Sementara untuk komponen [[mesin]], performa, maupun kecepatannya, sama dengan CC 201 lainnya. Namun, sejak mengalami pemeliharaan akhir maupun [[peristiwa luar biasa hebat]], beberapa lokomotif CC 201 generasi ketiga ini kaca depannya sudah berbentuk agak kotak, dimulai dari CC 201 102 dan kemudian lokomotif CC 201 generasi ketiga lainnya yang menjalani pemeliharaan akhir (PA) pun mulai diubah jendela depannya menjadi kotak.
 
Ada salah satu kelas lokomotif CC 201 generasi ketiga, yakni lokomotif CC 201 91 yang dikenal sering mengalami perpindahan mutasi. CC 201 91 kini dalam kepemilikan [[DipoDepo lokomotif#DipoDepo Lokomotif Jember (JR)|DipoDepo Lokomotif Jember]] dan merupakan lokomotif CC 201 pertama yang dimiliki oleh [[Daerah Operasi IX Jember]]. Sejarahnya, loko ini hanya tiga kali mengalami perpindahan pemilikan. Kali pertama datang langsung menjadi milik [[DipoDepo lokomotif#DipoDepo Lokomotif Bandung (BD)|DipoDepo Bandung (BD)]], lalu dikirim ke [[DipoDepo lokomotif#DipoDepo Sidotopo (SDT)|DipoDepo Sidotopo (SDT)]], dan terakhir dipindah ke Jember.<ref>[http://semboyan35.com/showthread.php?tid=5447 Semboyan 35: CC201 91]</ref>
 
CC 201 96 (CC 201 92 06) yang sebelumnya milik [[DipoDepo lokomotif#DipoDepo Lokomotif Bandung (BD)|DipoDepo Lokomotif BD]] kini telah dimutasi ke [[DipoDepo lokomotif#DipoDepo Lokomotif Medan (MDN)|Medan (MDN)]], [[Sumatra Utara]], untuk memenuhi kebutuhan angkutan [[kereta api penumpang|penumpang]] dan [[kereta api barang|barang]] di sana.
 
=== CC 201 Rehab (Eks BB 203) ===
Bentuk, ukuran, dan komponen utama lokomotif ini sama seperti lokomotif CC 201, yang membedakan adalah [[Klasifikasi UIC|susunan gandarnya]]. Jika lokomotif CC 201 bergandar Co’Co’, yakni setiap ''[[bogie]]''-nya memiliki tiga gandar penggerak, lokomotif BB 203 bergandar (A1A)(A1A), di mana setiap ''bogie''-nya juga memiliki tiga gandar, tetapi hanya dua gandar dalam setiap ''bogie''-nya yang digunakan sebagai gandar penggerak. Jika lokomotif CC 201 memiliki enam [[motor traksi]], lokomotif BB 203 hanya memiliki empat motor traksi dan hanya berdaya 1.500&nbsp;hp, lebih rendah daripada CC 201 asli (1.950&nbsp;hp).
 
Dahulu, di [[DipoDepo lokomotif#DipoDepo Lokomotif Semarang Poncol (SMC)|DipoDepo Induk SMC]], semua lokomotif CC 201-nya adalah hasil rehab dari BB 203. Begitu juga dengan CC 201 yang ada di Sumatra. Di [[DipoDepo lokomotif#DipoDepo Lokomotif Kertapati (KPT)|DipoDepo Induk KPT]] dan [[DipoDepo lokomotif#DipoDepo Lokomotif Tanjung Karang (TNK)|TNK]], semua lokomotif CC 201-nya juga merupakan hasil rehab dari BB 203, kecuali CC 201 48 dan CC 201 98 (''afkir'') yang merupakan CC 201 asli pindahan dari [[Jawa]].
 
Untuk ciri-cirinya, lokomotif ini hampir sama dengan CC 201 generasi I untuk lokomotif hasil konversi dari lokomotif BB 203 01-11 dan generasi II untuk lokomotif hasil konversi dari lokomotif BB 203 12-59. Yang membedakannya, yaitu pada nomor serinya ditambahkan kode “''R''” di belakang nomor seri tersebut. Misalnya, ''CC 201 77R'', kode “''R''” di sini menandakan bahwa lokomotif tersebut merupakan lokomotif hasil rehab dari BB 203.
Umumnya lokomotif CC 201 di Jawa memiliki bentuk seperti [[BB203|BB 203]], tetapi tidak untuk di Sumatra Selatan ([[Divisi Regional III Palembang|Divre III]]). Beberapa lokomotif CC 201 di sana memiliki bentuk yang sangat mirip dengan [[CC203|CC 203]] di Jawa.
 
Modifikasi ini dikarenakan Divre III Palembang tidak mempunyai unit [[CC203]]; sehingga Balai Yasa Lahat mengubah kabin dari aslinya secara bertahap dari 1994-2001. Modifikasi hidung miring yang terilhami dari [[CC203|CC 203]], juga bertujuan mengurangi hambatan angin untuk meningkatkan kecepatan. Namun tujuan peningkatan ini terasa percuma karena kecepatan kereta api penumpang hanya dibatasi 85 &nbsp;km/jam, sedangkan kereta api barang hanya dibatasi maksimal 70 &nbsp;km/jam.
 
[[Berkas:CC2018348 KLB Balas.jpg|jmpl|Lokomotif CC 201 129R (CC 201 83 48) menarik gerbong angkutan batu balas|kiri]]
[[Berkas:Kuala Stabas CC 201 120R TNK.jpg|jmpl|CC 201 120R (CC 201 83 42R) menarik [[kereta api Kuala Stabas]] [[Stasiun Tanjungkarang]]]]
Modifikasi ini pun dirasakan sedikit menyulitkan masinis. Karena kabin yang sempit dan kaca depan terlalu tinggi, masinis terpaksa mendongak atau mengganjal tempat duduknya ketika sedang menjalankan lokomotif. CC 201 hidung miring di dipodepo lokomotif Tanjung Karang saat ini hanya dioperasikan untuk menarik [[Kereta api Kuala Stabas|KA Kuala Stabas]] dan dinas langsir di [[Stasiun Rejosari]]. Sedangkan lokomotif CC 201 hidung miring di DipoDepo Induk Lokomotif Kertapati saat ini dioperasikan untuk kereta penumpang dan barang di Divre 3, seperti Sindang Marga, Serelo, Prabujaya, KA BBM, dan KA Batubara Ninja. Terkadang, lokomotif ini hanya didinaskan sebagai lok langsir saja.
 
Ada enam unit CC 201 yang memiliki eksterior seperti CC 203, yaitu CC 201 86R, 111R, 120R, 129R, 130R, dan 137R. Dua unit CC 201 dengan kabin modifikasi yang sebelumnya milik [[DipoDepo lokomotif#DipoDepo Lokomotif Tanjung Karang (TNK)|TNK]] (CC 201 129R dan 130R) telah dimutasi ke pulau Jawa dan menjadi milik [[DipoDepo lokomotif#DipoDepo Lokomotif Sidotopo (SDT)|DipoDepo Induk Sidotopo]], [[Surabaya]]. Dibandingkan CC 201 hidung miring lainnya, CC201 129R dan 130R yang telah memakai logo dan striping PT KAI terbaru lebih mirip dengan CC 203, bahkan hampir sulit membedakannya kecuali dari bunyi klaksonnya.
 
Namun dari semua lokomotif CC 201 hidung miring yang ada, yang bentuk kabinnya paling mirip dengan CC 203 adalah CC 201 120R dan 129R, karena bentuk kabinnya lebih rapi dan posisi wipernya persis dengan CC 203 meskipun CC 201 129R lebih sulit dibedakan karena menggunakan livery putih seperti lokomotif CC 203 yang ada di Jawa.
Sisanya belum diketahui pasti tahun modifikasinya, tetapi pada plat nomornya tertulis "CC 201 83 ''xx''".
 
Lokomotif CC 201 hampir terdapat di semua dipodepo induk, dipodepo-dipodepo itu antara lain sebagai berikut.
 
{| class="prettytable"
|+ Alokasi Lokomotif CC 201
|-
! DipoDepo Induk !! Lokomotif
|-
| Cipinang (CPN) || CC 201 38 (CC 201 78 06) - CC 201 39 (CC 201 83 01), CC 201 68 (CC 201 83 30), CC 201 102 (CC 201 92 12) - CC 201 110 (CC 201 92 20)
 
'''Keterangan:'''
* Semua lokomotif CC 201 kecuali yang berada di Sumatra (tidak termasuk Sumatra Utara dan Sumatra Barat) sudah menggunakan livery terbaru [[PT Kereta Api Indonesia|PT KAI]] dan logo baik versi 2011 maupun logo baru versi 2020. Untuk lokomotif yang berada di Sumatra Selatan dan Lampung juga sudah menggunakan logo PT KAI baru versi 2020, tetapi masih mempertahankan livery merah-biru Perumka. Khusus beberapa lokomotif di Sumatra Barat, yaitu CC 201 48 (CC 201 83 10) menggunakan livery Kemenhub putih dengan garis biru dengan gaya seperti pada [[lokomotif BB303|lokomotif BB 303]] milik DipoDepo Medan.
*Semua lokomotif CC 201 juga telah dipasangi stiker logo spesial edisi 75 Tahun KAI.
*Beberapa lokomotif milik DipoDepo Purwokerto masih menggunakan logo lama versi 2011.
*Lokomotif CC 201 88 (CC 201 89 15) adalah lokomotif CC 201 yang menggunakan logo KAI baru yang keseluruhannya berwarna putih. Sedangkan lokomotif CC 201 lain di Sumatra Selatan dan Lampung menggunakan warna biru pada huruf A nya.
* Sejak 2014 seluruh kaca kabin masinis lokomotif CC 201 telah diganti menjadi bahan [[polikarbonat]] yang tahan benturan.
Berkas:Kuala Stabas S8 Departing Kotabumi.jpg|Lokomotif CC 201 120R (83 42R) menarik [[Kereta api Kuala Stabas]]
Berkas:CC 201 83 56R Kuala Stabas Premium TNK.jpg|Lokomotif CC 201 83 56R menarik [[Kereta api Kuala Stabas]] tiba di [[Stasiun Tanjungkarang]]
Berkas:CC201 83 10 PD.jpg|CC 201 48 (CC 201 83 10) sehabis dinas KA Klinker di [[Stasiun Bukit Putus]], sesaat setelah diganti dengan livery baru ala DipoDepo Induk Padang
Berkas:KualaStabasBaung.jpeg|Lokomotif CC 201 120R (CC 201 83 42) dengan logo KAI baru versi 2020 dan logo 75 Tahun KAI, menarik [[Kereta api Kuala Stabas|KA Kuala Stabas]] di Stasiun Labuan Ratu
</gallery>
* [[CC204]]
* [[Diesel elektrik]]
* [[DipoDepo lokomotif]]
 
== Daftar pustaka ==