Stasiun Cimahi: Perbedaan revisi

384 bita ditambahkan ,  9 bulan yang lalu
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan aplikasi seluler Suntingan aplikasi Android Pengembalian manual
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan aplikasi seluler Suntingan aplikasi Android
Rencana menumbuhkan wilayah tersebut telah dirintis sejak dekade 1880-an dengan membuat rencana kota militer Cimahi dan pusat pemerintahan di [[Kota Bandung]].<ref>{{Cite web|url=http://www.disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=95&lang=id#|title=Stasiun Kereta Api Cimahi-Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat|website=www.disparbud.jabarprov.go.id|access-date=2019-01-21}}</ref> Rencana ini kemudian dimulai dengan mendirikan Stasiun Cimahi. Pembangunan stasiun ini diprakarsai oleh [[Staatsspoorwegen]] (SS), perusahaan kereta api milik Pemerintah Kolonial Hindia Belanda. Stasiun ini mulai beroperasi penuh pada tanggal 17 Mei 1884, bersamaan dengan pembukaan jalur kereta api Padalarang–Bandung.<ref>{{cite book|title=Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932|author=Staatsspoorwegen|publisher=Burgerlijke Openbare Werken|year=1921-1932|place=Batavia}}</ref>
 
Setelah dibangunnya stasiun ini, pada tahun 1886, Cimahi didesain menjadi pusat pendidikan, pelatihan, dan tangsi militer yang mendukung pusat militer di Bandung. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, para tentara dan keluarganya diberi fasilitas seperti perumahan-perumahan militer, rumah sakit militer, lapangan tembak, gedung pertemuan, bioskop, gereja, kompleks pemakaman, kolam renang, dan terdapat rumah tahanan militer di stasiun ini.<ref name=":0" /><ref>{{Cite journal|last=Ardiani|first=M.|date=Desember 2011|title=Gaya Arsitektur di Perumahan Dinas Militer, Cimahi, Jawa Barat|url=|journal=Comtech|volume=2|issue=2|pages=613-617|doi=|pmid=|access-date=}}</ref> Kawasan militer ini pun mulai terwujud sepenuhnya pada tahun 1896.<ref>{{Cite web|url=https://www.wisatabdg.com/2013/03/sejarah-cimahi-sebagai-pusat-militer.html|title=Sejarah Cimahi sebagai Pusat Militer|last=Bandung|first=Wisata|website=wisatabdg.com|language=ID|access-date=2019-01-21}}</ref>
 
 
Konon ±200 M ke arah timur atau arah [[Stasiun Cimindi]] terdapat percabangan menuju ke Pusdikjas & Pusdikpal yang sudah ada sejak zaman Belanda, mengingat wilayah Cimahi dijadikan Kota Militer oleh Pemerintah Hindia-Belanda. Tidak diketahui secara pasti fakta dari percabangan ini. Hanya saja dulu ada bekas sisa rel di pinggir jalan yang sekarang sudah tertimbun beton & aspal.
<ref>{{Cite web|url=https://www.wisatabdg.com/2013/03/sejarah-cimahi-sebagai-pusat-militer.html|title=Sejarah Cimahi sebagai Pusat Militer|last=Bandung|first=Wisata|website=wisatabdg.com|language=ID|access-date=2019-01-21}}</ref>
 
Sejak 6 April 1999, stasiun ini menggunakan persinyalan elektrik produksi [[Alstom]].<ref name="sugiana">{{cite journal|last1=Sugiana|first1=A.|last2=Lee|first2=Key-Seo|last3=Lee|first3=Kang-Soo|last4=Hwang|first4=Kyeong-Hwan|last5=Kwak|first5=Won-Kyu|year=2015|title=Study on Interlocking System in Indonesia|url=https://pdfs.semanticscholar.org/beab/714af554a793a1ddb3e041eaee31fa02a4b9.pdf|journal=Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway)|issue=46}}</ref>
Pengguna anonim