Brawijaya: Perbedaan revisi

778 bita dihapus ,  10 bulan yang lalu
Menolak perubahan teks terakhir (oleh Ibuku) dan mengembalikan revisi 17619173 oleh Wirjadisastra
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Dikembalikan
(Menolak perubahan teks terakhir (oleh Ibuku) dan mengembalikan revisi 17619173 oleh Wirjadisastra)
Tag: Pengembalian manual
{{kegunaanlain|Brawijaya (disambiguasi)}}
'''Brawijaya''' atau '''Prabu Brawijaya''' adalah gelar yang dianggap melekat pada penguasa [[Majapahit]], khususnya '''Brawijaya V''' yang dianggap penguasa terakhirnya. Sebagai gelar historis, gelar ini diragukan karena sampai saat ini tidak ada sumber dari masa Majapahit yang menyebutkan adanya gelar Brawijaya. Istilah "Brawijaya" sendiri baru muncul dalam karya-karya sastra berbentuk [[babad|''babad'']] dan ''serat'' yang ditulis kemudian, seperti ''[[Babad Tanah Jawi]]'', ''Serat Kandha'', dan ''[[Serat Darmagandhul|Serat Darmogandul]]{{sfnp|Djafar|1978|pp=96-97}}''; serta sumber cerita rakyat. Sumber-sumber ''babad'' dan ''serat'' berisi keterangan yang berbeda-beda mengenai Brawijaya{{sfnp|Djafar|1978|pp=96-97}}, begitu pula sumber cerita rakyat. Di samping itu, sumber arkeologis berupa prasasti yang dibuat pada masa akhir Majapahit menunjukkan penguasa terakhir Majapahit bergelar [[Girindrawarddhana]] dan berkuasa pada 1474-1519 M.{{sfnp|Djafar|1978|p=111}}
Secara kultur budaya Jawa untuk mempermudah penyebutan nama raja-raja Majapahit dimasa itu. Seorang raja dalam tradisi Majapahit memiliki gelar kerajaan dan nama muda yang dicirikan dengan penggunaan gelar kebangsawanan atau abhiseka 'Dyah', terutama berlaku untuk tokoh laki-laki dan perempuan. Sedangkan gelar 'Bhre', merupakan singkatan dari "Bhra i" atau Bhaṭāra ring. Gelar ini adalah gelar tertinggi bangsawan kerajaan. Biasanya posisi ini hanyalah untuk kerabat dekat raja.
Raja dengan gelar Girindrawarddhana adalah Dyah Wijayakarana, Dyah Wijayakusuma dan [[Dyah Ranawijaya]], dengan kata lain bisa juga di sebut Bhra Wijayakarana, Bhra Wijayakusuma dan Bhra Ranawijaya. secara umum rakyat masa itu agar lebih mudah hanya memanggil dengan nama "Bhra Wijaya" saja.
 
Banyak situs di [[Jawa]], khususnya [[Jawa Tengah]] dan [[Jawa Timur]] yang dikaitkan dengan Brawijaya, dan dikeramatkan karena itu.
12.633

suntingan