Ahmad bin Tulun: Perbedaan revisi

201 bita ditambahkan ,  7 bulan yang lalu
Rescuing 1 sources and tagging 0 as dead.) #IABot (v2.0.8
(Rescuing 1 sources and tagging 0 as dead.) #IABot (v2.0.8)
(Rescuing 1 sources and tagging 0 as dead.) #IABot (v2.0.8)
Setelah mengabdi di kampanye militer melawan [[Kekaisaran Romawi Timur]] di [[Tarsus (kota)|Kota Tarsus]], Ibnu Thulun mendapatkan kebaikan hati Khalifah [[Al-Musta'in]]. Dalam perjalanan pulang ke Baghdad pada tahun 863, sang Khalifah menghadiahkan kepadanya seorang selir, Meyyaz, yang darinya Thulun mendapatkan [[Khumarawaih]], anak laki-lakinya yang kemudian menggantikannya sebagai penguasa Mesir.
 
Pada tahun 868, Khalifah [[Al-Mu'tazz]] menunjuk Bayik Bey sebagai gubernur [[Mesir]]; sebagai gantinya Bayik Bey mengirim Ibnu Thulun sebagai wali. Ibnu Thulun sampai di Mesir pada September 868.<ref>[{{Cite web |url=http://archnet.org/library/sites/one-site.jsp?site_id=2070 |title="Jami' Ibn Tulun"] |access-date=2013-12-24 |archive-date=2012-03-22 |archive-url=https://www.webcitation.org/66LPA135i?url=http://archnet.org/library/sites/one-site.jsp?site_id=2070 |dead-url=yes }}</ref>
 
==== Berkuasa ====