Ahmad Sutarmadi: Perbedaan antara revisi

213 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
Rescuing 1 sources and tagging 0 as dead.) #IABot (v2.0.8
Tidak ada ringkasan suntingan
(Rescuing 1 sources and tagging 0 as dead.) #IABot (v2.0.8)
}}
 
'''Ahmad Sutarmadi''' ({{lahirmati|[[Demak]]|05|08|1940}}) adalah Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat [[Dewan Masjid Indonesia]] periode 2000 - 2005 dan anggota Majelis Mustasyar & Pakar [[Dewan Masjid Indonesia]] periode 2012 - 2017.<ref>http://dmi.or.id/susunan-pengurus/</ref> Pernah menjabat sebagai Direktur Urusan Agama Islam [[Kementerian Agama Republik Indonesia]] masa bakti 1997 - 2000 dan Anggota Komisi Fatwa [[Majelis Ulama Indonesia]] Pusat. Dikukuhkan sebagai Guru Besar tanggal 1 September 1998 dari Rektor [[Universitas Muhammadiyah Malang]] dan menjadi Guru Besar Emiritus pada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dan kini Prof. Dr. H.Ahmad Sutarmadi, M.A menjabat sebagai Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Azzahra [[Jakarta]] sejak tahun 2013 hingga sekarang.<ref>{{Cite web |url=http://ekonomisyariah.universitasazzahra.ac.id/dekan/ |title=Salinan arsip |access-date=2016-02-25 |archive-date=2016-03-10 |archive-url=https://web.archive.org/web/20160310045830/http://ekonomisyariah.universitasazzahra.ac.id/dekan/ |dead-url=yes }}</ref>
 
Dia menjabat sebagai ketua umum [[BP4]] (Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan) Pusat periode 1997 - 2000 dan menjadi anggota Dewan Pertimbangan [[BP4]] Pusat periode 2014 -2019.<ref>http://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/menag-pendidikan-pra-nikah-perlu-dijadikan-gerakan-nasional-</ref> Pernah terpilih sebagai salah satu hakim ad hoc untuk menuntaskan pelanggaran hak asasi manusia dalam kasus Timor Timur dan Tanjungpriok, yang ditetapkan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada tahun 2002.<ref>{{cite web|url=http://news.liputan6.com/read/27220/presiden-menetapkan-belasan-hakim-ad-hoc|title=Presiden Menetapkan Belasan Hakim Ad Hoc|date=15 January 2002}}</ref>
267.438

suntingan