Abrar Yusra: Perbedaan revisi

130 bita ditambahkan ,  7 bulan yang lalu
Rescuing 1 sources and tagging 0 as dead.) #IABot (v2.0.8
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
(Rescuing 1 sources and tagging 0 as dead.) #IABot (v2.0.8)
Sebelum menjadi penulis biografi, Abrar dikenal sebagai jurnalis. Ia pernah jadi managing editor selama 9 tahun di ''[[Harian Singgalang]]'' yang terbit di [[Padang]], [[Sumatra Barat]]. Dia juga pernah menjadi guru di sekolah [[INS Kayutanam]], Sumatra Barat, sebelum menjadi wartawan.<ref>[http://groups.yahoo.com/group/pasarbuku/message/15070 Abrar Yusra: Tanah Ombak]</ref> Abrar pernah menjadi wartawan harian [[Harian Haluan|Haluan]] Padang dan menjadi redaktur pelaksana harian [[Harian Singgalang|Singgalang]] Padang (1985—1986).<ref name=":0" /> Ia juga pernah jadi anggota [[Dewan Kesenian Jakarta]] (1991—1993).<ref name=":0" />
 
Novelnya yang berjudul Tanah Ombak (2002) meraih penghargaan Hadiah Sastra Mastera (Masyarakat Sastra Asia Tenggara) kategori Karya Kreatif di [[Kuala Lumpur]], [[Malaysia]], pada tahun 2003.<ref>Hadiah Sastera [http://mastera.dbp.gov.my/mas_hadiah_sastera.html MASTERA] {{Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20150402100817/http://mastera.dbp.gov.my/mas_hadiah_sastera.html |date=2015-04-02 }}</ref>
 
Abrar Yusra meninggal dunia pada 28 Agustus 2015 setelah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Bogor karena penyakit stroke. Ia meninggalkan 3 orang putra, 1 putri, dan 5 cucu. Jenazahnya dimakamkan di Lawang, Kabupaten Agam, Sumatra Barat.<ref name=tempo.co/>