Pubertas: Perbedaan revisi

2 bita dihapus ,  1 bulan yang lalu
Hormon yang mendominasi perkembangan wanita adalah [[estrogen]] yang disebut estradiol. Sementara estradiol meningkatkan pertumbuhan payudara dan rahim, hormon ini juga merupakan hormon utama yang mendorong percepatan pertumbuhan pubertas serta pematangan dan penutupan epifisis.<ref name=macgillivray1998>{{cite journal | author = MacGillivray MH, Morishima A, Conte F, Grumbach M, Smith EP | title = Pediatric endocrinology update: an overview. The essential roles of estrogens in pubertal growth, epiphyseal fusion and bone turnover: lessons from mutations in the genes for aromatase and the estrogen receptor | journal = Hormone Research | volume = 49 Suppl 1 | pages = 2–8 | year = 1998 | pmid = 9554463 | last2 = Morishima | last3 = Conte | last4 = Grumbach | last5 = Smith | doi = 10.1159/000053061 | s2cid = 72138474 }}</ref> Kadar estradiol meningkat lebih awal dan mencapai tingkat yang lebih tinggi pada wanita dibandingkan pria.
 
Pematangan hormonal pada anak perempuan jauh lebih rumit daripada pada anak laki-laki. [[Hormon steroid]] utama, testosteron, estradiol, dan [[progesteron]] serta [[prolaktin]] memainkan fungsi fisiologis penting pada masa pubertas. Steroidgenesis gonad pada anak perempuan dimulai dengan produksi testosteron yang biasanya dengan cepat diubah menjadi estradiol di dalam ovarium. Namun tingkat konversi dari testosteron menjadi estradiol (didorong oleh keseimbangan FSH / LH) selama pubertas awal sangat individual, menghasilkan pola perkembangan [[karakteristik seksual sekunder]] yang sangat beragam. Produksi progesteron di ovarium dimulai dengan perkembangan siklus ovulasi pada anak perempuan (selama fase lutheal dari siklus). Sebelum masa pubertas, kadar progesteron yang rendah diproduksi di kelenjar adrenal pada anak laki-laki dan perempuan.
 
== Referensi ==