Jan Willem Gerungan: Perbedaan revisi

931 bita ditambahkan ,  2 bulan yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
 
{{Infobox Officeholder
'''[[Mayor]] Jan Willem "Dee" Gerungan''' (meninggal 19 Juli 1965), adalah seorang tokoh militer [[Indonesia]] yang pernah menjadi salah satu pimpinan dalam pemberontakan [[Permesta]] dan [[DI/TII]] di [[Sulawesi]]. Gerungan disebut-sebut sebagai perwira militer paling intelektual di Indonesia Timur dalam masa pemberontakan.{{sfn|Harvey|1974|p=404}}
| name = Dee Gerungan
| image = Jan Willem Gerungan, Siliwangi dari Masa ke Masa (1968), p. 576.jpg
| caption =
| nickname =
| birth_date =
| birth_place =
| death_date =
| death_place =
| allegiance = {{flagicon|Indonesia}} [[Indonesia]]
| branch = [[Berkas:Insignia of the Indonesian Army.svg|25px]] [[TNI Angkatan Darat]]
| serviceyears =
| rank = [[Berkas:Pdu mayortni staf.png|25px]] [[Mayor]]
| unit = [[Kodam XIV/Hasanuddin|TT VII/Wirabuana]]{{br}}Permesta
| commands =
| battles =
| awards =
| relations =
| laterwork =
}}
 
'''[[Mayor]] '''Jan Willem "Dee" Gerungan''' (meninggal 19 Juli 1965), adalah seorang tokoh militer [[Indonesia]] yang pernah menjadi salah satu pimpinan dalam pemberontakan [[Permesta]] dan [[DI/TII]] di [[Sulawesi]]. Gerungan disebut-sebut sebagai perwira militer paling intelektual di Indonesia Timur dalam masa pemberontakan.{{sfn|Harvey|1974|p=404}}
 
== Kehidupan pribadi ==
== Karier ==
=== Permesta ===
Pada tahun 1953, dia kembali dari Institut Perang ({{lang-nl|Hogere Krijgschool}}) di [[Breda]], [[Belanda]]; dan ditempatkan di SSKAD, [[Bandung]], sebagai seorang [[pelatih|instruktur]]. Setahun kemudian, dia diangkat menjadi komandan batalyon di TT-VII. Tahun 1957, dia menjadi asisten keempat TT-VII untuk urusan logistik; sekaligus anggota Satuan H (keamanan) dari Tim Asisten. Harvey dalam bukunya menyatakan bahwa, "tidak dapat diketahui dengan jelas apakah pada tanggal 12 Maret 1957 Gerungan bertemu dengan [[Kahar [Muzakkar]]".{{sfn|Harvey|1974|p=402}} Gerungan adalah salah satu anggota dari komite yang bertugas untuk mewujudkan otonomi provinsi Sulawesi yang lebih besar.{{sfn|Harvey|1974|p=335}} Pada tanggal 15 hingga 22 Maret 1957, Gerungan —bersama dengan [[M. Jusuf]] dan [[Arnold Achmad Baramuli|Arnold Baramuli]]— mendampingi [[Ventje Sumual]] dalam pertemuan para panglima teritorial di Markas Besar TNI di [[Jakarta]].{{sfn|Harvey|1974|p=345}} Pada bulan Juni 1957, dia berangkat ke markas besar Permesta di [[Kinilow, Tomohon Utara, Tomohon|Kinilow]], [[Kabupaten Minahasa|Minahasa]].
 
=== Komandan Resimen Anoa dan DI/TII ===
 
Pada tanggal 19 Februari 1958, dua hari setelah KDM-SUT memutuskan hubungan dengan pemerintahan Soekarno, D.J. Somba melantik Gerungan sebagai komandan [[Resimen Tim Pertempuran Anoa]] yang bermarkas di [[Poso]].{{sfn|Harvey|1974|p=404}} Setelah tentara pusat mendarat di [[Kota Palu|Palu]] dan [[Donggala]] pada bulan Maret dan April 1958, dia bersama dengan 200 prajurit dari resimen Anoa mundur, untuk menuju ke selatan dan bergabung dengan Kahar.{{sfn|Harvey|1974|p=405}} Harvey menyatakan sangat sedikit informasi yang menjelaskan kedatangan Gerungan dan kontak awalnya bersama dengan Kahar.{{sfn|Harvey|1974|p=406}} Pada bulan Mei 1959, setelah berhasil bertemu dengan pasukan [[DI/TII]], sebuah perjanjian formal untuk kerja sama militer terjadi antara Gerungan dan Sanusi Daris dari DI/TII. Gerungan diangkat sebagai Wakil Panglima Staf Gabungan Pertahanan Militer Bersama (SGP).{{sfn|Harvey|1974|p=407}}
[[Berkas:Dee Gerungan after capture, Siliwangi dari Masa ke Masa (1979), p. 346.jpg|jmpl|200px|Gerungan memberi keterangan setelah ditangkap (1965)]]
 
Pada tanggal 19 Februari 1958, dua hari setelah KDM-SUT memutuskan hubungan dengan pemerintahan Soekarno, [[Daniel Julius Somba|D.J. Somba]] melantik Gerungan sebagai komandan [[Resimen Tim Pertempuran Anoa]] yang bermarkas di [[Poso]].{{sfn|Harvey|1974|p=404}} Setelah tentara pusat mendarat di [[Kota Palu|Palu]] dan [[Donggala]] pada bulan Maret dan April 1958, dia bersama dengan 200 prajurit dari resimen Anoa mundur, untuk menuju ke selatan dan bergabung dengan Kahar.{{sfn|Harvey|1974|p=405}} Harvey menyatakan sangat sedikit informasi yang menjelaskan kedatangan Gerungan dan kontak awalnya bersama dengan Kahar.{{sfn|Harvey|1974|p=406}} Pada bulan Mei 1959, setelah berhasil bertemu dengan pasukan [[DI/TII]], sebuah perjanjian formal untuk kerja sama militer terjadi antara Gerungan dan Sanusi Daris dari DI/TII. Gerungan diangkat sebagai Wakil Panglima Staf Gabungan Pertahanan Militer Bersama (SGP).{{sfn|Harvey|1974|p=407}}
 
Ada laporan pada pertengahan September 1959 bahwa senjata Gerungan dan pasukan Permesta telah dilucuti, dan dibatasi pada wilayah tertentu karena mereka tidak bisa lagi dipercaya. Gerungan disebut-sebut khawatir jika Kahar menyalahkan penyerahan diri dari Bahar dan yang lain kepada dirinya karena ketidaksenangan mereka dengan kerjasama antara Kahar dengan "Permesta Kristen yang kafir", dan bahwa Kahar akan mencoba untuk mencegah penyerahan diri lebih lanjut dengan berbalik melawan Gerungan dan pasukannya. Gerungan kelihatannya mencoba untuk memindahkan pasukannya ke wilayah [[Kabupaten Tana Toraja|Toraja]], dengan pikiran bahwa mereka mungkin akan memiliki lebih banyak dukungan dari masyarakat setempat, yang memang didominasi oleh penduduk Kristen.{{sfn|Harvey|1974|p=411}} Untuk mengurangi kecurigaan Gerungan, Kahar memasukannya dalam Operasi Lokal Komunis (OPLOC-''Local Communist Operation'') yang dibentuknya pada bulan Desember 1959. Setelah OPLOC dibentuk, Gerungan meminta kembali senjata yang telah diberikannya kepada Kahar, tetapi ditolak. Ini membuat tensi di antara keduanya semakin memanas.{{sfn|Harvey|1974|p=412}}
5.588

suntingan