Candi Sirah Kencong: Perbedaan revisi

18 bita dihapus ,  1 bulan yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
}}
 
'''[[Candi Sirah Kencong]]''' merupakan sebuah candi yang berlatar belakang [[agama Hindu]]. Terdiri atas tiga bangunan, berderet dari utara ke selatan. Ketiga bangunan ini menghadap ke barat. Bangunan pertama terletak di sebelah utara, sementara itu bangunan kedua terletak di bagian tengah, dan di sebelah selatan berdiri bangunan yang ketiga. Jarak di antara ketiga bangunan tersebut kurang lebih sekitar setengah meter.<ref name=":0" />
 
== Lokasi Candi ==
Letak Candi Sirah Kencong ini bertempat di Dusun Ngadirenggo, [[Wlingi, Blitar|Wlingi]], [[Kota Blitar|Blitar]], [[Jawa Timur|Jawa Timur.]] LetakCandi koordinatnyaini yaituterletak di 58'lereng 48,000"[[Gunung LSButak]] 112°(Pegunungan 25' 40,100" BT. Candi iniKawi) memilikipada ketinggianelevasi +1100 [[Meter di atas permukaan laut|mdplm]].<ref name=":0" /> Terletak di lereng Gunung Butak (Pegunungan Kawi). Di sekitarnya terhampar [[perkebunan]] [[teh]] yang sejuk dan indah.<ref>{{Cite web|url=https://situsbudaya.id/candi-sirah-kencong-blitar-cagar-budaya-di-antara-cakrawala-yang-menakjubkan/|title=Candi Sirah Kencong Blitar, Cagar Budaya di antara Cakrawala yang Menakjubkan - Informasi Situs Budaya Indonesia Candi Sirah Kencong Blitar, Cagar Budaya di antara Cakrawala yang Menakjubkan|date=2018-07-27|website=Informasi Situs Budaya Indonesia|language=id-ID|access-date=2020-01-18}}</ref>
 
== Sejarah Pemugaran ==
Candi Sirah Kencong pertama kali ditemukan pada pertengahan tahun 1967. PemugaranPercobaan pemugaran pernah dilakukan oleh [[Balai Pelestarian Cagar Budaya|Dinas Purbakala]] [[Jawa Timur]], namuntetapi pada prosesnya ada banyak batu [[candi]] yang tidak ditemukan. Pada akhirnya pemugaran tersebut tidak bisa mengembalikan bentuk candi seperti semula. Kondisi bangunan candi menjadi tidak lengkap, hanya tersisa kaki dan tubuh candi, sedangkan atapnya sudah tidak ada.<ref name=":0" />
 
== Relief pada candi ==
Cerita [[Bubuksah dan Gagangaking|Bubuksah - Gagangaking]] bisa ditemukandipahatkan pada dinding badan candi bagian sebelah timur candi pertama. Kaki candi ini terdiri atas bingkai bawah, tengah dan atas. Ukuran tinggi bingkai bagian bawah satu meter. Lebar dan panjangnya masing-masing tiga meter dan terdiri atas pelipit-pelipit baris.
 
Pada dinding tubuh candi kedua bisa ditemukan hiasan [[relief]] berbentuk ular naga yang kepalanya bertemu di pojok-pojok dinding tubuhnya. Terdapat pula [[relief]] lainnya yang menggambarkan lima orang laki-laki sedang menyangga seekor ular naga.
 
Bangunan candi ketiga tidak berbeda jauh dengan candi pertama, baik bentuk kaki dan badan candinya. Pada dinding candi sebelah barat terdapat hiasan berupa relief yang menceritakan tentang tiga orang raksasa mengenakan gelung. Bentuknya mencirikan identitas tokoh [[Bima (Mahabharata)|Bima]] dalam pewayangan menjadi hiasan. Di belakang ketiga tokoh tergambar pemandangan laut dengan ombak-ombaknya. Pada dinding candi sebelah selatan terdapat relief yang menggambarkan dua orang berlatarbelakangdengan latar belakang laut. Sedangkan padaPada dinding candi sebelah timur, terdapat relief dengan gambar seorang pendeta yang sedang berhadapan dengan cantriknya. Menurut dugaan adegan relief tersebut menggambarkan [[Bima (Mahabharata)|Bima]] yang sedang menghadap gurunya Begawan [[Drona|Durna]]. Bima sedang menanyakan keberadaan tirtamertatirta amerta.<ref name=":0">{{Cite book|url=https://www.worldcat.org/oclc/886882212|title=Candi Indonesia|last=Sedyawati, Edi, 1938-|others=Latief, Feri,, Indonesia. Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman,|isbn=978-602-17669-3-4|edition=Cetakan pertama|location=[Jakarta]|oclc=886882212}}</ref>
 
== Referensi ==
30.794

suntingan