Gunung Merapi: Perbedaan revisi

676 bita ditambahkan ,  1 bulan yang lalu
Pada Laporan Aktivitas Gunung Merapi Periode Bulan November 2020 yang diterbitkan oleh BPPTKG pada 30 November 2020, mendapat kesimpulan bahwa terdapat peningkatan aktivitas vulkanik G. Merapi berupa aktivitas kegempaan internal yang mencapai 400 kali/hari, laju deformasi mencapai 11 cm/hari, konsentrasi gas CO2 pada 21 November-30 November meningkat dengan nilai maksimal 675 ppm setelah sebelumnya pada awal bulan november hingga tanggal 20 November cukup konstan berada pada 525 ppm, serta perubahan morfologi puncak akibat intensifnya aktivitas guguran. Data pemantauan ini menunjukkan proses desakan magma menuju permukaan.
 
Memasuki tahun 2021, aktivitas vulkanik semakin meningkat. Setelah semakin sering teramati runtuhan batuan lava sisa letusan terdahulu semakin tebalnya asap/uap putih dari puncak, pada hari SelasaSenin malam tanggal 54 Januari 2021 mulai teramati adanya titik api dan luncuranguguran awanmaterial panasvulkanik (''wedhusbatu gembel''dan lava) yang berlanjut pada hari berikutnya. Pihak BPPTKG menyatakan bahwa fase erupsi telah dimulai<ref>{{Cite news|last=|first=|date=Rabu, 06 Jan 2021|title=Gunung Merapi Fase Erupsi, Keluarkan Lava Pijar|url=https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210106064255-20-589965/gunung-merapi-fase-erupsi-keluarkan-lava-pijar|work=CNN Indonesia|access-date=10 Januari 2021}}</ref><ref>{{Cite news|last=Wicaksono|first=Pribadi|date=6 Jan 2021|title=Gunung Merapi Masuk Fase Erupsi, BPPTKG: Erupsi Eksplosif Bisa Setiap Saat|url=https://tekno.tempo.co/read/1420495/gunung-merapi-masuk-fase-erupsi-bpptkg-erupsi-eksplosif-bisa-setiap-saat|work=Tempo.co|access-date=10 Januari 2021}}</ref>. Sejak itu leleran material awan panas dan runtuhan batuan semakin sering teramati dengan jarak yang semakin jauh. Pada tanggal 7 Januari 2021, Gunung Merapi mengeluarkan guguran awan panas dengan([[aliran tinggipiroklastik]]) dan memunculkan kolom asap setinggi 200 meter dari atas puncak.<ref name=detik/><ref>{{Cite web|last=Slamet|first=Riyadi|date=2021-01-07|title=Indonesia's Merapi volcano spews hot clouds, 500 evacuate|url=https://apnews.com/article/avalanches-asia-pacific-indonesia-c96846b0963ef668576cbecfc65c42ee|website=AP NEWS|access-date=2021-01-07}}</ref><ref name="kompas">{{Cite web|last=Dewi|first=Retia Kartika|last2=Wedhaswary|first2=Inggried Dwi|date=|title=Awan Panas di Gunung Merapi, Simak Penjelasan BPPTKG|url=https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/07/145700665/awan-panas-di-gunung-merapi-simak-penjelasan-bpptkg|website=KOMPAS.com|language=id|access-date=2021-01-07}}</ref> Guguran awan panas tersebut terjadi pada pukul 8:02 WIB menimbulkan gempa vulkanik dengan amplitudo maksimum 28 mm dan berdurasi 154 detik,<ref name=detik>{{Cite web|last=S|first=Jauh Hari Wawan|title=Gunung Merapi Erupsi Pagi Ini, Muntahkan Awan Panas|url=https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-5324156/gunung-merapi-erupsi-pagi-ini-muntahkan-awan-panas|website=detiknews|language=id-ID|access-date=2021-01-07}}</ref> dan pada pukul 12:50 WIB dengan amplitudo maksimum 21 mm dan berdurasi 139 detik.<ref name=kompas/> Arah leleranpergerakan dan runtuhan mengarahmaterial ke barat daya (hulu Kali Kuning sampai hulu Kali Krasak).
 
== Vegetasi ==
30.794

suntingan