Sejarah pemikiran evolusi: Perbedaan antara revisi

k
(→‎Paleontologi dan geologi: Perbaikan terjemahan)
=== Transmutasi spesies ===
{{Main|Transmutasi spesies}}
[[Berkas:Lamarck's Two-Factor Theory.svg|jmpl|upright=1.6|kiri|Teori dua faktor Lamarck melibatkan gaya kompleksifikasi yang mendorong [[bangun tubuh]] hewan menuju tingkat yang lebih tinggi ([[orthogenesis]]), menciptakan tangga [[filum|fila]], dan gaya adaptatif yang menyebabkan para hewan dengan bangun tubuh tertentu beradaptasi terhadap keadaan lingkungan keadaan (terpakai dan teranggur, [[Lamarckisme|warisan sifat-sifat yang didapatkan]]), menciptakan keragaman [[spesies]] dan [[genus|genera]].<ref name="Gould 2001">{{cite book | last=Gould | first=Stephen | title=The lying stones of Marrakech : penultimate reflections in natural history | publisher=Vintage | year=2001 | isbn=978-0-09-928583-0 | pages=119–121}}</ref>]]
 
Dalam ''[[Philosophie Zoologique]],'' karya tahun 1809, Jean-Baptiste Lamarck mengusulkan teori transmutasi spesies (''transformisme''). Lamarck tidak percaya bahwa setiap makhluk hidup memiliki leluhur yang sama, sebaliknya, ia percaya bahwa bentuk-bentuk kehidupan yang sederhana diciptakan secara berkelanjutan melalui pembentukan spontan. Ia juga meyakini bahwa sebuah [[vitalisme|kekuatan hidup]] bawaan mendorong spesies menjadi lebih kompleks sepanjang waktu, bergerak maju menaiki tangga kompleksitas linear yang berkaitan dengan rantai keberadaan. Lamarck mengakui bahwa spesies beradaptasi terhadap lingkungan mereka. Ia menjelaskannya dengan berkata bahwa kekuatan bawaan yang sama yang menggerakkan kompleksitas menyebabkan organ-organ suatu hewan (atau tumbuhan) berubah berdasarkan pada pemakaian atau pengangguran organ-organ tersebut, seperti halnya olahraga mempengaruhi otot-otot. Ia berpendapat bahwa perubahan tersebut akan diwarisi oleh keturunan berikutnya dan menghasilkan adaptasi lambat terhadap lingkungan. Mekanisme sekunder adaptasi melalui pewarisan sifat-sifat yang didapatkan inilah kemudian menjadi dikenal sebagai [[Lamarckisme]] dan mempengaruhi pembahasan evolusi sampai pada abad ke-20.<ref>{{harvnb|Bowler|2003|pp=86–94}}</ref><ref>{{harvnb|Larson|2004|pp=38–41}}</ref>