Suku Banjar: Perbedaan revisi

15 bita ditambahkan ,  2 bulan yang lalu
k
|}
 
Suku Banjar juga memiliki hubungan historis [[suku Sasak]] di [[Kerajaan Selaparang]], [[pulau Lombok]]. Menurut Babad Lombok dan Babad Seleparang, prajurit Kesultanan Banjar yang dipimpin dua orang Patih telah membantu Kerajaan Seleparang melawan musuhnya. Menurut Hikayat Banjar dan Kotawaringin, pada masa pemerintahan Sultan Ri'ayatullah (1660-1663) sudah terjalin kekerabatan antara Kesultanan Banjar dan Kerajaan Seleparang dengan adanya pernikahan antara Raden Subangsa dengan dua orang puteri dari Raja Seleparang Adipati Topati. Raden Subangsa kemudian menetap di Taliwang (Sumbawa Barat) dan dikenal dengan sebutan [[Pangeran Taliwang]] oleh orang Seleparang dan orang Sumbawa.<ref name="hikayat banjar"/><ref>http://kesultananbanjar.com/id/hubungan-kesultanan-sumbawa-dengan-kesultanan-banjar/</ref> Raja-raja Sumbawa merupakan keturunan dari Raja Banjar.<ref>http://kesultananbanjar.com/id/kunjungan-sultan-banjar-ke-kesultanan-sumbawa/</ref> Sehingga Suku Banjar merupakan salah satu dari gabungan dari lima suku yang menjadi leluhur masyarakat suku Samawa (Sumbawa).<ref>[http://www.kemendagri.go.id/pages/profil-daerah/kabupaten/id/52/name/nusa-tenggara-barat/detail/5204/sumbawa Kabupaten SUMBAWA ]</ref> Di pulau Lombok masih ditemukan permukiman orang Banjar yaitu di Kampung Banjar, Ampenan. Mereka mendirikan Masjid Nurul Qomar.<ref>http://www.lombokpost.net/2017/03/23/didirikan-pendatang-banjar-101-tahun-silam/</ref> Dari Ampenan, orang Banjar menyeberang ke [[pulau Bali]] dan kebanyakan bermukim di [[Kampung Kusamba, Dawan, Klungkung|Kampung Islam Kusamba]] Kabupaten Klungkung, Bali.<ref>crcs.ugm.ac.id/wp-content/uploads/2015/12/mONOGRAF-bALI-BULAN-SABIT-DI-PULAU-DEWATA-1.pdf</ref><ref>https://vienmuhadi.com/2013/11/14/nafas-islam-di-bali-2/</ref>
 
== Sistem kekerabatan ==
33.738

suntingan