Sejarah pemikiran evolusi: Perbedaan antara revisi

k
[[Berkas:Augustine Lateran.jpg|jmpl|[[Agustinus dari Hippo]], ditampilkan dalam fresko Romawi abad keenam Masehi, menulis bahwa beberapa makhluk berkembang dari "dekomposisi" dari organisme yang ada sebelumnya.<ref name="Augustine8690"/>]]
 
Sejalan dengan pemikiran Yunani sebelumnya, filsuf Kristen abad ketiga dan [[Bapa Gereja]] [[Origenes|Origenes dari Aleksandria]] berargumen bahwa kisah penciptaan dalam [[Kitab Kejadian]] harus ditafsirkan sebagai [[Penafsiran kiasan Kitab Kejadian|sebagai kiasan]] bagi kejatuhan jiwa manusia yang menjauh dari kemuliaan ilahi, dan bukannya sebagai catatan sejarah yang harfiah:<ref>{{citation|last=Layton|first=Richard A.|date=2004|title=Didymus the Blind and His Circle in Late-antique Alexandria: Virtue and Narrative in Biblical Scholarship|url=https://books.google.com/?id=BcDvNnWyyUEC&pg=PA86&dq=Didymus+the+Blind+Origen#v=onepage&q=Didymus%20the%20Blind%20Origen&f=false|location=Urbana and Chicago, Illinois|publisher=University of Illinois Press|isbn=0-252-02881-3|pages=86–87|ref=harv}}</ref><ref>{{citation|last=Greggs|first=Tom|date=2009|title=Barth, Origen, and Universal Salvation: Restoring Particularity|url=https://books.google.com/?id=etQjYHmwiv4C&pg=PA55&dq=Origen+preexistence+of+souls#v=onepage&q=Origen%20preexistence%20of%20souls&f=false|location=Oxford, England|publisher=Oxford University Press|isbn=978-0-19-956048-6|pages=55–56|ref=harv}}</ref>
{{quote|Lantaran mana ada orang berakal yang menyangka bahwa hari pertama, hari kedua, dan hari ketiga, serta malam dan siang, dapat wujud tanpa ada matahari, bulan, dan bintang-bintang? Dan bahwa hari pertama, seolah-olah benar demikiannya, dapat wujud tanpa ada langit? Siapa yang sedemikian dungu menyangka Allah, laksana juru tani, membina firdaus di Eden, nun jauh di timur, dan menumbuhkan di dalamnya sebatang pohon hayat, yang kasatmata lagi teraba nyata, sehingga barang siapa mengecap buahnya dengan gigi jasmani, maka hayatlah yang ia dapati? Dan bahwasanya orang turut ambil bagian dalam kebajikan dan kedurjanaan dengan mengunyah apa-apa yang dipetik dari pohon itu? Dan kalau dikisahkan bahwa Allah berjalan-jalan di firdaus kala sore, sementara Adam sembunyi diri di balik pohon, aku kira tidak ada orang yang meragukan bahwa kisah-kisah ini secara kias menyiratkan rahasia-rahasia tertentu, sejarah mewujud nyata secara lahiriah, bukan secara harfiah.|Origen, ''[[De Principilis]]'' [http://www.newadvent.org/fathers/04124.htm IV.16]}}