Sejarah pemikiran evolusi: Perbedaan antara revisi

76 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
Makhluk-makhluk yang saling berdekatan dalam rantai keberadaan dianggap mirip satu sama lainnya, sesuai dengan perkataan: ''natura non facit saltum'' ("alam tidak membuat lompatan").<ref name="oet" /> Konsep dasar rantai keberadaan sangat mempengaruhi pemikiran peradaban Barat selama berabad-abad (dan masih memiliki pengaruh pada saat ini). Rantai keberadaan merupakan bagian dari [[Argumen teleologis|argumen perancangan]] yang ada dalam [[teologi alam]]. Sebagai suatu sistem klasifikasi, rantai keberadaan menjadi prinsip utama pengorganisasian dan fondasi bagi ilmu biologi yang mulai muncul pada abad ke-17 dan ke-18.<ref name="oet" />
 
=== Pandangan Thomas Aquinas padamengenai penciptaan dan proses alam ===
{{Main|Thomas Aquinas}}
 
MeskipunManakala para teolog Kristen menganggap bahwa dunia alam adalah bagian dari hierarki yang terancang dan taktidak berubah, beberapa teolog berspekulasi bahwa dunia berkembang melalui proses alam. Thomas Aquinas bahkan lebih awaljauh ketimbanglagi Agustinusdaripada Agustinuss dari Hippo dalam menyatakanberargumen bahwa teks-teks kitab suci seperti Kitab Kejadian takseharusnya harustidak boleh ditafsirkan dalam carasecara harfiah yangsehingga bertentangan dengandan atau berbenturan dengan apa yangmengukung para filsuf alam pelajaridalam tentangmempelajari cara kerja dari dunia alam. Ia menyatakanmemandang bahwa otonomotonomi alam adalahmerupakan tanda kebaikan Allah, dan taktidak mendeteksi adanya konflik antara alam semesta yang merupakan ciptaan ilahi dandengan gagasan bahwa alam semesta berkembang sepanjangseiring waktu melalui mekanisme-mekanisme alam.<ref>{{cite journal |last=Carroll |first=William E. |year=2000 |title= Creation, Evolution, and Thomas Aquinas |url=http://www.catholiceducation.org/en/science/faith-and-science/creation-evolution-and-thomas-aquinas.html |journal=[[Revue des Questions Scientifiques]] |volume=171 |issue=4 |accessdate=2014-10-28}}</ref> NamunWalau demikian, Aquinas mempersengketakanmenentang pandangan darifilsuf orang-oranglain (seperti filsuf Yunani kunoKuno Empedokles) yang menyatakanmemandang bahwa proses-proses alam semacamyang ituada menunjukkan bahwa alam semesta dapat berkembang tanpa keperluanadanya yang menghimpunnyatujuan. Sebaliknya, Aquinas kemudian menyatakanmemandang bahwa: "SehinggaSebab itu, iniadalah jelas bahwa alam taktiada adalain selainadalah jenissejenis seni tertentu, sepertiyakni seni ilahi, terimpresiyang padaterpatri dalam segala hal-hal, dimanayang hal-haldarinya tersebutsegala bergeraksesuatunya menujudigerakkan akhiruntuk yangtujuan ditentukanakhir tertentu. SepertiHal pembangunini kapalseumpamanya yangpembuat dapatkapal mampu memberikan kayu-kayu yangseni merekatersebut akandan olahdarinya sendirikayu-kayu untukbergerak dengan sendirinya membuatmembentuk sebuah kapal."<ref>{{harvnb|Aquinas|1963|loc=[http://dhspriory.org/thomas/Physics2.htm#14 Book II, Lecture 14]}}</ref>
 
== Renaissance dan Abad Pencerahan ==