Tajuk rencana: Perbedaan revisi

3.084 bita ditambahkan ,  3 bulan yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
 
== Ciri-ciri ==
* Berisi opini redaksi tentang peristiwa yang sedang hangat dibicarakan.
* Berisi ulasan tentang suatu masalah yang dimuat.
* Biasanya berskala [[nasional]], berita [[internasional]] dapat menjadi tajuk rencana/editorial, apabila berita tersebut memberi dampak kepada nasional.
* Tertuang [[pikiran subjektif]] redaksi.<ref>{{Cite journal|last=Hojianto|first=|date=Oktober 2015|title=PENGGUNAAN GRAMATIKA DALAM TAJUK RENCANAPADA KORAN RADAR SULTENG|url=http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/Bahasantodea/article/download/6335/5037|journal=Bahasantodea|volume=3|issue=4|pages=103|issn=2302-2000}}</ref>
* Tertuang [[pikiran subjektif]] redaksi
 
== Prinsip ==
 
* Tajuk rencana adalah sikap sebuah lembaga (penerbit) bukan sikap pribadi, pahami secara benar karakter, visi dan mini media yang bersangkutan.
* Tajuk rencana harus mencerminkan nilai-nilai yang dimiliki masyarakat dan menonjolkannya, hindari pemaparan bersifat menggurui, sok tahu, dan menganggap pembaca tidak memahami isu yang bergulir.
* Topik, arah, dan permasalahan yang akan diangkat harus dirembukkan dengan tim redaktur.
* Jangan menjadikan editorial hanya sekadar penghias atau pelengkap halaman; sajikan pendapat/pemaparan tentang berita yang sedang hangat.
* Gunakan pemakaian kalimat yang ringkas, padat, jelas, lugas, dan langsung ke pokok persoalan; jangan bertele-tele dan berputar-putar.
* Pada hakikatnya, editorial itu merupakan sebuah analisa singkat, diperlukan penggarapan yang serius berupa argumentasi yang solid dan valid dengan mcmperkaya mclalui refrensi yang ada melalui kepustakaan yang Iengkap dan representatif.
* Halaman yang tersedia sangat terbatas, oleh karena itu hindari penulisan latar belakang permasalahan secara berlebihan.
* Ukur dan kenalilah kemampuan serta keahlian Anda mengenai suatu bidang tertentu (menguasai permasalahan secara pasti).
* Pemaparan editorial harus berpijak pada kebenaran. <ref name=":0">{{Cite book|last=Muslimin|first=Khoirul|date=2020|url=https://books.google.co.id/books?id=1SjGDwAAQBAJ&pg=PA146&dq=editorial+adalah&hl=en&sa=X&ved=2ahUKEwjHjajgwOTtAhWDfH0KHVv8DjMQ6AEwAXoECAIQAg#v=onepage&q=editorial%20adalah&f=false|title=Jurnalistik Dasar : Jurus Jitu Menulis Berita, Feature Biografi, Artikel Populer, dan Editorial|location=Yogyakarta|publisher=UNISNU PRESS|isbn=978-623-91115-2-6|pages=146-147|language=id|url-status=live}}</ref>
 
== Tujuan ==
 
* Menjelaskan berita (explaining the news). Berfungsi s  sebagai guru yang menerangkan bagaimana suatau kejadian tertentu berlangsung, faktor-faktor penyebab, serta solusi yang dapat mempengaruhi kehidupan sosial ekonomi suatu masyarakat.
* Menjelaskan latar belakang (feeling in background). Menceritakan suatu peristiwa penting dengan menggambarkan suatu kejadian tersebut dengan latar belakang sejarah, hubungan sebab akibat, juga menganalisis keterkaitan suatu peristiwa sekarang dengan masalah seb elumnya.
* Meramalkan masa depan  (forecasting the future). Kadang-kadang m  menyajikan analisis yang  melewati batas berbagai peristiwa sekarang, dengan tujuan meramalkan  sesuatu yang akan terjadi pada masa yang akan datang.
* M enyampaikan pertimbangan moral (passing moral judgment). Penulisan tajuk haruslah mempertimbangkan moral atau nilai. Karena isi dari tajuk rencana ibarat ucapan penulis kepada pembaca tentang sesuatu yang benar dan salah. Penulis berjuang untuk sesuatu yang benar dan menyerang kebatilan.<ref name=":0" />
 
== Rujukan ==