Sejarah pemikiran evolusi: Perbedaan antara revisi

Perbaikan terjemahan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: Suntingan visualeditor-wikitext
(Perbaikan terjemahan)
Pada tahun 1858, [[Charles Darwin]] dan [[Alfred Russel Wallace]] mempublikasikan sebuah teori evolusi yang baru. Dalam bukunya ''[[On the Origin of Species]]'' (1859), Darwin secara mendetail menjelaskan mekanisme evolusi. Berbeda dengan Lamarck, Darwin mengajukan konsep [[nenek moyang bersama]] dan percabangan [[pohon kehidupan]] yang didasari oleh [[seleksi alam]].
 
Karya Darwin mengenai evolusi dengan segara diterima dengan cepat, tetapi mekanisme yang diajukannya (seleksi alam), belum diterima secara sepenuhnya sampai pada tahun 1940-an. Kebanyakan biologiawanbiologiwan berargumen bahwa faktor-faktor lainlah yang mendorong evolusi, misalnya pewarisan sifat-sifat yang didapatkan (neo-Lamarckisme), dorongan perubahan yang di bawadibawa sejak lahir ([[ortogenesis]]), ataupun mutasi besar-besaran secara tiba-tiba ([[Saltasi (biologi)|saltasi]]). Sintesis seleksi alam dengan [[Pewarisan Mendel|genetika Mendel]] semasa 1920-an dan 1930-an memunculkan bidang disiplin ilmu [[genetika populasi]]. Semasa 1930-an dan 1940-an, populasi genetika berintegrasi dengan bidang-bidang ilmu biologi lainnya, memungkinkan penerapan teori evolusi dalam biologi secara luas.
 
Setelah munculnya [[biologi evolusioner]], kajian terhadap [[mutasi]] dan [[variasikeanekaragaman genetik]] pada populasi alami, digabungkan dengan [[biogeografi]] dan [[sistematika]], berhasil menghasilkan model evolusi canggih yang canggihmatematis dan bersebab akibat. Selain itu paleontologi dan [[perbandingan anatomi]] mengizinkan rekonstruksi [[sejarah kehidupan]] yang lebih mendetail. Setelah kebangkitan [[genetika molekuler]] pada tahun 1950-an, bidang [[evolusi molekuler]] yang berdasarkan pada kajian [[urutan protein]], uji [[imunologis]], [[RNA]] dan [[DNA]] berkembang. Pandangan evolusi yang berpusat pada gen muncul pada tahun 1960-an, diikuti oleh [[teori evolusi molekuler netral]]. Pada akhir abad ke-20, [[pengurutan DNA]] melahirkan [[filogeni molekuler|filogenetika molekuler]] dan merombakperombakan pohon kehidupan ke dalam [[tiga sistem domain]] oleh [[Carl Woese]]. Selain itu, ditemukan pula faktor-faktor tambahan seperti [[simbiogenesis]] dan [[transfer gen horizontal]], yang membuat sejarah evolusi menjadi lebih kompleks. Penemuan dalam biologi evolusioner membuat dampak signifikan tak hanya dalam cabang biologi tradisional, tetapi juga disiplin akademik lainnya (contohnya: [[antropologi evolusi|antropologi]] dan [[psikologi evolusi|psikologi]]) dan masyarakat secara garis besar.<ref name="Futuyma">{{cite web |url=http://www.rci.rutgers.edu/~ecolevol/fulldoc.pdf |title=Evolution, Science, and Society: Evolutionary Biology and the National Research Agenda |year=1999 |editor-last=Futuyma |editor-first=Douglas J. |editor-link=Douglas J. Futuyma |publisher=Office of University Publications, [[Rutgers University|Rutgers, The State University of New Jersey]] |location=New Brunswick, NJ |type=Executive summary |format=PDF |oclc=43422991 |archiveurl=https://web.archive.org/web/20120131174727/http://www.rci.rutgers.edu/~ecolevol/fulldoc.pdf |archivedate=2012-01-31 |accessdate=2014-10-24}} dan {{cite journal |editor1-last=Futuyma |editor1-first=Douglas J. |editor2-last=Meagher |editor2-first=Thomas R. |year=2001 |title=Evolution, Science and Society: Evolutionary Biology and the National Research Agenda |url=http://eric.ed.gov/?id=EJ631583 |journal=California Journal of Science Education |volume=1 |issue=2 |pages=19–32 |accessdate=2014-10-24}}</ref>
 
== Zaman kuno ==
{{See also |Esensialisme}}
 
ProposalGagasan-proporsalgagasan bahwa satubahwa jenissuatu darijenis [[hewan]], bahkan [[manusia]], dapat diturunkan dari jenis hewan lainnya, diketahui telah bermula dari [[filsafat Yunani kuno|para filsuf Yunani]] [[filsafatFilsafat pra-SokratikSokrates|pra-SokratikSokrates]] pertama. [[AnaximanderAnaximandros|AnaximanderAnaximandros dari MiletusMiletos]] (s.sekitar 610 – 546 SM) mengusulkan bahwa hewan-hewan pertama tinggalhidup di dalam air, padasemasa fase basah dariBumi di masa lampau [[Bumi]], dan bahwa para leluhur umat manusia yang pertama yangkali tinggal kedi darat seharusnyaharuslah lahir di dalam air, dan hanya menjalani sebagian masa hidupnya di darat. Ia juga berpendapat bahwa manusia pertama daridengan bentuk yang diketahuiseperti saatkita iniketahui seharusnyasekarang haruslah merupakan anakketurunan dari jenis hewan yang berbeda (mungkinkemungkinan ikan), karena manusia membutuhkanmemerlukan perawatanmasa dinirawat untukyang panjang agar dapat hidup.<ref name="Krebs">{{cite book |last1=Krebs |first1=Robert E. |title=Groundbreaking Scientific Experiments, Inventions, and Discoveries of the Middle Ages and the Renaissance |date=2004 |publisher=Greenwood Press |location=Westport, Connecticut and London, England |isbn=0-313-32433-6 |page=81 |url=https://books.google.com/?id=MTXdplfiz-cC&pg=PA81 |ref=harv}}</ref><ref name="KirkRavenSchofield140142">{{harvcoltxt |Kirk |Raven |Schofield |1983 |pp=140–142}}</ref><ref name="Harris1981">{{cite book |last1=Harris |first1=C. Leon |title=Evolution: Genesis and Revelations: With Readings from Empedocles to Wilson |date=1981 |publisher=State University of New York Press |location=Albany, New York |isbn=0-87395-487-4 |page=31 |url=https://books.google.com/?id=VtSC_J6g5W8C&pg=PA31 |ref=harv}}</ref> Pada akhir abad kesembilan belas, AnaximanderAnaximandros disebutdisanjung sebagai "Darwinis pertama", tetapi karakterisasipenyebutan ini taktidak banyak lagi disepakati.<ref name="Gregory2017">{{cite book |last1=Gregory |first1=Andrew |title=Anaximander: A Re-assessment |date=2017 |publisher=Bloomsbury Academic |location=New York City, New York and London, England |isbn=978-1-4725-0892-8 |pages=34–35 |url=https://books.google.com/?id=7TE0CwAAQBAJ&pg=PA34 |ref=harv}}</ref> Hipotesis AnaximanderAnaximandros dapat dianggap sebagai "evolusi" dalam sebuahpengertian esensitertentu, meskimeskipun bukanlah Darwinianevolusi Darwin.<ref name="Gregory2017" />
 
[[Empedokles]] (s.sekitar 490 – 430 SM), berpendapat bahwa apa yang orang-orangkita sebut lahir-matikelahiran dan kematian pada hewan bercampursebenarnya adukhanyalah pencampuran dan pemisahan unsur-unsur yang menyebabkanmenghasilkan "sukupuak-sukupuak darimakhluk hal-hal hidupfana" yang tak terhitung.<ref>{{harvcoltxt |Kirk |Raven |Schofield |1983 |pp=291–292}}</ref> Secara khususKhususnya, hewan dan [[tumbuhan]] pertama memiliki bentuk seperti bagian-bagian terputus darihewan yangdan terlihattumbuhan saatzaman ini,sekarang. beberapaBeberapa selamatbagian tersebut masih bertahan dengan tergabungbergabung dalam kombinasi-kombinasi yang berbeda, dan kemudian berpadubercampur aduk saatsemasa pengembanganperkembangan embrio,{{efn |Bukan dalam pengertian [[filogeni]]: Empedokles taktidak memiliki konsepsipengertian apapun darikonsep evolusi padadalam jangka waktu geologi.}} dan dimanamanakala "setiapsegala halsesuatunya berubahberujung jikaseolah-olah dibutuhkanterjadi dengan sengaja, terdapat[sebenarnya] makhluk-makhluk yangtersebut bertahan hidup, secarakarena taktergabung sengajasecara terkomponentepat dalamsecara caratidak yang layaksengaja."<ref>{{harvcoltxt |Kirk |Raven |Schofield |1983 |p=304}}</ref> Para filsuf lainnya yang lebih berpengaruh pada masa itu, termasuk [[Plato]] (c.sekitar 428/427 – 348/347 SM), [[Aristoteles]] (384 – 322 SM), dan para anggota [[Stoikisme|aliranmazhab filsafat StoikStoikisme]], meyakini bahwa seluruh jenis halbenda, taktidak hanya makhluk hidup, ditentukanberbentuk tetap olehsesuai rancangan ilahi.
 
[[Berkas:Sanzio 01 Plato Aristotle.jpg |jmpl|kiri|[[Plato]] (kiri) dan [[Aristoteles]] (kanan), sebuah detail dari ''[[Sekolah Athena]]'' (1509–1511) karya [[Raphael]]]]
 
Plato disebut sebagai "lawanantiwirawan besar dari evolusionisme" oleh biologis [[Ernst Mayr]],<ref>{{harvnb |Mayr |1982 |p=304}}</ref> karena ia mempromosikan kepercayaan esensialisme, yang juga disebut sebagai [[teori Formsbentuk]]. Teori ini menyatakan bahwa setiap jenis ibyekobjek alam di dunia tangyang teramati adalah perwujudan tak sempurna dari gagasan tersebutm, bentuk atau "spesies" ideal yang mendefinisikanmenentukan jenis objek tersebut. Dalam karyanya ''[[Timaeus (dialog)|Timaeus]]'' sebagai contohnya, Plato memiliki sebuah karaktertokoh yang mengisahkan sebuah cerita bahwa [[Demiurge]] membentukmenciptakan [[kosmos]] dan setiapsegala hal dalam hal tersebutsesuatunya karena, menjadiIa baik, dan sehinggasehinnga, "...&nbsp; bebas dari persinggunganrasa dengki, iaIa ingin agarsegala setiap hal harus menjadisesuatunya seperti dirinyadiriNya sendirisejauh sesuai dengan yang mereka dapat lakukanmungkin." PenciptaSang membuatpencipta sebuahmenciptakan segala bentuk kehidupan layak,yang terbayangkan sehinggasebab "...&nbsp;tanpa merekatanpanya, [[alam semesta]] akan menjadi taktidak lengkap, karena iniia bukanlahtidak terdiriakan darimengandung segalasetiap jenis jewanhewan yang salingseharusnya mengisiia kandungi, jikaapabila inialam semesta itu sempurna." "[[Prinsip plenitudkelimpahan]]" ini—gagasanseperti ini, yakni gagasan bahwa seluruhsegala bentuk potensi kehidupan potensial bersifatadalah esensial untukdalam suatu penciptaan sempurna—sangatideal, sangat mempengaruhi pemikiran [[Kristen]].<ref name="oet">{{harvnb |Johnston |1999 |loc=[http://records.viu.ca/~johnstoi/darwin/sect3.htm "Section Three: The Origins of Evolutionary Theory"]}}</ref> Namun, beberapa sejarawan sains mempertanyakan bagaimana sebagianseberapa besar pengaruh esensialisme Plato mempengaruhidalam filsafat alam. dengan menyatakan bahwa beberapaBanyak filsuf-filsuf setelah Plato meyakini bahwa spesies dapatmemiliki kemampuan untuk bertransformasi dan gagasan bahwa spesies biologi bersifatberbentuk sempurnatetap dan menghimpunmemiliki karakteristiksifat esensialesensi yang tak berubah yang takbelumlah berpengaruh sampai pada permulaan kemunculan bidang taksonomi biologi pada abad ke-17 dan ke-18.<ref name="species">{{cite journal |last=Wilkins |first=John |date=July–August 2006 |title=Species, Kinds, and Evolution |url=http://ncse.com/rncse/26/4/species-kinds-evolution |journal=[[Reports of the National Center for Science Education]] |volume=26 |issue=4 |pages=36–45 |accessdate=2011-09-23}}</ref>
 
Aristoteles, filsuf Yunani yang paling berpengaruh di [[Eropa]], adalah murid Plato dan juga sejarawan alam terawal yang karyanya disajikanmasih dalamterlestarikan penjelasansecara sebenarnyamendetail. [[Biologi Aristoteles|Tulisan-tulisannya tentangmengenai biologi]] dihasilkanmerupakan darihasil risetnyapenelitiannya dalammengenai sejarah alam di atas dan sekitaransekitar pulau [[Lesbos]], dan dicantumkantelah bertahan dalam bentuk empat jilid buku, biasanya dikenal dengan nama [[Latin]]nya,: ''[[Tentang Jiwa|De anima]]'' (''Tentang Jiwa''), ''[[Sejarah Hewan|Historia animalium]]'' (''Sejarah Hewan''), ''[[Generasi Para Hewan|De generatione animalium]]'' (''Generasi ParaPerkembangbiakan Hewan''), dan ''[[Bagian-bagian Para Hewan|De partibus animalium]]'' (''Tentang Bagian-bagian Para Hewan''). Karya-karya Aristoteles berisi pengamatan-pengamatan yang akurat, terdiriyang darikemudian teorinyadicocokkan sendirike dalam teorinya tentangmengenai mekanisme tubuh.<ref name="Singer_SHB">{{harvnb |Singer |1931}}{{page needed|date=April 2018}}</ref> Namun, bagi [[Charles Singer]], "Tak ada yang dapat lebih dikenang ketimbangdaripada upaya [Aristoteles] untuk [memamerkanmempertunjukkan] hubungan antar makhluk hidup sebagai sebuahsuatu ''scala naturae'' (tangga alam)."<ref name="Singer_SHB" /> ''[[rantai keberadaan|scalaScala naturae]]'', yang dideskripsikan dalam ''Historia animalium'', mengklasifikasikan organisme-organisme dalamsesuai hubungandengan hubungannya dengan "Tangga Kehidupan" hierarkhikal namun statis atau "rantaiRantai keberadaan", yang hierarkis. Aristoteles menempatkan merekaorganisme berdasarkan pada kompleksitas struktur dan fungsi merekafungsinya, dengan organisme yang menunjukkan vitalitas dan kemampuan yang lebih besar untuk pergerakan yangbergerak disebut sebagai "organisme yang lebihtingkat tinggi".<ref name="oet" /> Aristoteles meyakini bahwa fiturciri-fiturciri organisme kehidupanhidup menampilkanmenunjukkan dengan jelas bahwa merekaorganisme tersebut memiliki apa yang ia sebut sebagai [[sebab akhir]], yang menyatakanyakni bahwa bentuk-bentuk merekaorganisme menyesuaikanadalah fungsisesuai dengan merekafungsinya.<ref>{{cite encyclopedia |last=Boylan |first=Michael |encyclopedia=[[Internet Encyclopedia of Philosophy]] |title=Aristotle: Biology |url=http://www.iep.utm.edu/aris-bio/ |accessdate=2011-09-25 |date=September 26, 2005 |publisher=[[University of Tennessee at Martin]] |location=Martin, TN |oclc=37741658}}</ref> Ia secara jelaseksplisit menolak pandangan Empedokles bahwayang paramenyatakan bahwa makhluk hidup kemungkinan bermula dari perubahansuatu kebetulan.<ref>{{cite book |author=Aristotle |authorlink=Aristotle |title=Physics |url=http://classics.mit.edu/Aristotle/physics.2.ii.html |others=Translated by R. P. Hardie and R. K. Gaye |publisher=The Internet Classics Archive |at=Book II |oclc=54350394 |accessdate=2008-07-15}}</ref>
 
Para filsuf Yunani lainnya, seperti [[Zeno dari Citium]] (334 – 262 SM) pendiriyang mendirikan aliranmazhab filsafat StoikStoikisme, sepakat dengan Aristoteles dan para filsuf lain pada masa sebelumnyaterdahulu bahwa alam menunjukkan bukti jelas dari rancangan untuk sebuahyang keperluanbertujuan; pandangan ini dikenal sebagai [[teleologi]].<ref name="Bowler1992_44">{{harvnb |Bowler |2000 |pp=44–46}}</ref> Filsuf StoikSkeptisisme Romawi [[Cicero]] (106 – 43 SM) menulis bahwa Zeno diketahui memegang pandangan terseuttersebut, terutamayang merupakan kepadapusat fisika StoikStoikisme, bahwa alam utamanya "diarahkan dan dikonsentrasikan...untukbagi diamankan bagikeamanan dunia...struktur terbaik yang layakcocok untuk pertahananbertahan hidup."<ref name="De Natura Deorum">{{cite book |author=Cicero |authorlink=Cicero |title=De Natura Deorum |url=http://www.loebclassics.com/view/marcus_tullius_cicero-de_natura_deorum/1933/pb_LCL268.179.xml |website=Digital Loeb Classical Library |location=Cambridge, MA |publisher=[[Harvard University Press]] |volume=LCL268 |page=179 (2.22) |oclc=890330258}}</ref>
 
[[Epicurus]] (341 – 270 SM) mengantisipasi gagasan seleksi alam. Filsuf dan [[atomisme|atomis]] Romawi [[Lukretius]] (s. 99 – 55 SM) menyebut gagasan tersebut dalam puisinya ''[[De rerum natura]]'' (''Tentang Alam dari Segala Hal''). Dalam sistem [[Epikureanisme|Epikurean]], beberapa bentuk kehidupan dianggap [[generasi spontan|timbul secara spontan]] dari [[Gaia (mitologi)|Gaia]] pada masa almpau, tetapi hanya bentuk-bentuk paling paling fungsional yang bertahan dari penyaringan. Para penganut Epikurean tak memegang teori evolusi penuh seperti yang diketahui saat ini, tetapi tampaknya meyakini [[abiogenesis|peristiwa abiogenetik]] terpisah untuk setiap spesies.
 
=== China ===