Hidrogen: Perbedaan revisi

4 bita ditambahkan ,  13 tahun yang lalu
k
k (bot Menambah: haw:Haikokene)
| accessdate = 13-04-2008}}</ref> Lebih jauh lagi, kesederhanaan molekul hidrogen dan kationnya H<sub>2</sub><sup>+</sup> membantu pemahaman yang lebih jauh mengenai [[ikatan kimia]].
 
Salah satu dari efek kuantum yang secara eksplisit disadari (namun masih belum sepenuhnya dimengerti saat itu) adalah pengamatan Maxwell yang melibatkan hidrogen setengah abad sebelum [[mekanika kuantum|teori mekanika kuantum]] bener-benar berkembang. Maxwell mengamati bahwa [[kapasitas bahang spesifik]] dari H<sub>2</sub> tidak sesuai dengan tren gas [[diatomik]] lainnya di bawah suhu kamar dan mulai menyerupai tren gas [[monoatomik]] di temperatur [[kriogenik]]. Menurut teori kuantum, sifat-sifat ini disebabkan oleh jarak antara aras tenaga rotasi hidrogen yang lebar oleh karena massanya yang ringan. Aras yang lebar ini menghambat partisi energi bahang secara merata menjadi gerak berputar hidrogen pada temperatur yang rendah. Gas diatomik yang terdiri dari atom-atom yang lebih berat tidak mempunyai aras tenaga yang cukup lebar untuk menyebabkan efek yang sama.<ref name="Berman">{{cite journal
| last=Berman | first=R. | coauthors=Cooke, A. H.; Hill, R. W.
| title=Cryogenics | journal=Annual Review of Physical Chemistry
217

suntingan