Soe Hok Gie: Perbedaan revisi

5 bita dihapus ,  11 bulan yang lalu
Mengurangi satu kata, yaitu kata 'Test' pada quotes karena mempengaruhi arti dari quotes tersebut.
(Menolak perubahan teks terakhir (oleh 36.85.34.95) dan mengembalikan revisi 17474650 oleh 36.72.214.51)
Tag: Pengembalian manual
(Mengurangi satu kata, yaitu kata 'Test' pada quotes karena mempengaruhi arti dari quotes tersebut.)
Sebagai seorang pendukung hidup yang dekat dengan alam, Soe seperti dikutip [[Walt Whitman]] dalam buku hariannya: "Sekarang aku melihat rahasia pembuatan orang terbaik itu adalah untuk tumbuh di udara terbuka dan untuk makan dan tidur dengan bumi." Pada tahun 1965, Soe membantu mendirikan [[Mapala UI]], organisasi lingkungan di kalangan mahasiswa. Dia menikmati kegiatan hiking, dan meninggal karena menghirup gas beracun saat mendaki gunung berapi [[Gunung Semeru|Semeru]] sehari sebelum ulang tahun ke 27. Dia meninggal bersama rekannya, [[Idhan Dhanvantari Lubis]]. Dia dimakamkan di tempat yang sekarang menjadi Museum Taman Prasasti di [[Jakarta Pusat]].[4]
 
Soe pernah menulis dalam buku hariannya:{{quote|''"Test Seorang filsuf Yunani pernah menulis ... nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tetapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda."''}}
 
Pernyataan Soe serupa dengan komentar [[Friedrich Nietzsche]], kepada seorang filsuf Yunani.
Pengguna anonim