Syahrul Tarun Yusuf: Perbedaan antara revisi

5 bita dihapus ,  1 tahun yang lalu
k
typo
(hapus templat)
k (typo)
Lagu-lagu ciptaan Syahrul tidak hanya dinikmati oleh warga Sumatra Barat, tetapi juga digemari oleh oleh publik sejumlah negara tetangga, seperti [[Malaysia]], [[Singapura]] dan lain-lain. Sering lagu ciptaannya didaur ulang sampai beberapa kali. Lagu karya Syahrul juga sempat mewarnai film layar lebar yang berjudul [[Merantau (film)|Merantau]]. Bagi warga Sumatra Barat, karya Syahrul Tarun Yusuf adalah bentuk peninggalan budaya Minang modern. Syair lagu-lagu Syahrul sering menjadi sumber tesis bagi para mahasiswa karawitan.<ref>[http://news.liputan6.com/read/276151/tarun-yang-kalah-pamor-dari-karyanya ''Tarun yang Kalah Pamor dari Karyanya''] Liputan6.com, 9 Mei 2010. Diakses 1 September 2013.</ref>
 
Walaupun namanya kalah tenar dibandingkan lagu-lagu ciptaannya, tetapi Syahrul Tarun Yusuf atau Satayu merupakan nama yang tak bisa dilupakan begitu saja dalam sejarah pop Minang klasik yang berakar pada pantun modern. Dengan menganut prinsip kehati-hatian, tidak asal jadi dalam mencipta lagu serta belajar dari alam dan [[budaya Minangkabau]], Syahrul telah menghasilkan lagu-lagu yang yang berkesan mendalam dan abadi bagi [[Orang Minang|masyarakat Minang]] maupun warga lainnya yang kebetulan menggemari musik Minang.
 
Sebagai bentuk penghargaan terhadap karya-karyanya, pada tahun 2009 buku biografi tentang perjalanan hidup Syahrul Tarun Yusuf yang ditulis oleh Muchsis Muchtar St. Bandaro Putiah diluncurkan.<ref>[http://trove.nla.gov.au/work/25159108?q&versionId=46486838 ''Syahrul Tarun Yusuf: alam takambang menjadi guru: menguak memori kehidupan pencipta lagu Minang''] National Library of Australia. Diakses 1 September 2013.</ref>