Unifikasi Arab Saudi: Perbedaan revisi

15 bita dihapus ,  11 bulan yang lalu
k
Membalikkan revisi 17563079 oleh Oldvader (bicara)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
k (Membalikkan revisi 17563079 oleh Oldvader (bicara))
Tag: Pembatalan
 
== Latar Belakang ==
Menyusul '''Kesepakatan [[Diriyah]]''' antara [[Muhammad bin Abdul Wahhab]] dan [[Muhammad bin Saud]], Bani Saud mendirikan Negara Saudi Pertama, sebuah [[negara]] [[kerajaan]] yang mengklaim diri berdasarkan pemahaman [[Islam]] yang sesuai dengan Al-Quran dan Hadits Nabi. Berawal dari wilayah [[Najd]] di tengah Semenanjung Arab, [[Negara Saudi Pertama]] menaklukkan sebagian besar wilayah Semenanjung Arab yang berpuncak pada perebutan kota suci [[Muslim]], [[Mekkah]] pada tahun 1802.
 
Terebutnya Mekah merupakan sebuah pukulan berat bagi [[Kesultanan Utsmaniyah]] yang telah berdaulat atas kota suci tersebut sejak 1517. Akhirnya Kesultanan Utsmaniyah memutuskan untuk mengambil tindakan melawan Bani Saud. Tugas untuk menghancurkan [[Negara Saudi Pertama|Saudi]] diberikan kepada [[raja muda]] [[Mesir]] yang kuat, [[Muhammad Ali dari Mesir|Muhammad Ali Pasha]], yang kemudian mengirim pasukan ke wilayah [[Hijaz]] dan merebut kembali [[Mekkah]]. Anaknya, [[Ibrahim Pasha]], sementara itu memimpin pasukan [[Utsmaniyah]] ke jantung [[Najd]], merebut kota demi kota yang dikenal sebagai [[Ekspedisi Najd]]. Setibanya di ibu kota Saudi di [[Diriyah]], Ibrahim mengepung kota tersebut selama beberapa bulan sampai akhirnya [[Negara Saudi Pertama|Saudi]] menyerah pada musim dingin tahun 1818. Ibrahim kemudian mengirim banyak anggota Bani Saud dan [[Muhammad bin Abdul Wahhab]] ke Mesir dan ibu kota Kesultanan Utsmaniyah, [[Konstantinopel]] dan selanjutnya memerintahkan penghancuran Diriyah secara sistematis. Pemimpin (amir) Saudi terakhir, [[Abdullah bin Saud]], kemudian [[Eksekusi|dieksekusi]] di Konstantinopel.
3.492

suntingan