Tiongkok: Perbedaan revisi

278 bita ditambahkan ,  11 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
 
RRC adalah negara dengan penduduk terbanyak di dunia, dengan [[populasi]] melebihi 1,3 milyar jiwa, yang mayoritas merupakan bersuku bangsa [[Han]]. RRC juga adalah [[negara]] terbesar di [[Asia Timur]], dan ketiga terluas di dunia, setelah [[Rusia]] dan [[Kanada]]. RRC berbatasan dengan 14 negara: [[Afghanistan]], [[Bhutan]], [[Myanmar]], [[India]], [[Kazakhstan]], [[Kirgizia]], [[Korea Utara]], [[Laos]], [[Mongolia]], [[Nepal]], [[Pakistan]], [[Rusia]], [[Tajikistan]] dan [[Vietnam]].
 
Kota-kota modern di RRC diantaranya adalah [[Beijing]], [[Shanghai]], [[Guangzhou]], [[Chongqing]], [[Dalian]], [[Hangzhou]], [[Macau]], [[Hongkong]], [[Tianjin]], [[Shenyang]], [[Xian]], [[Shenzhen]], [[Xiamen]], [[Fuzhou]], [[Dongguan]], [[Hainan]], [[Sichuan]], [[Urumqi]] , dll.
 
Dalam suatu pertikaian yang terus berlangsung, RRC menuntut hak memerintah atas [[Taiwan]] dan pulau-pulau sekitarnya yang tidak pernah dilepaskan oleh [[Republik Cina]]. Pemerintah RRC mendakwa bahwa Republik Cina merupakan suatu entitas yang tidak lagi wujud dan secara administratif meletakkan Taiwan sebagai provinsi ke-23 RRC. (Lihat [[Cina]] dan [[Status politik Taiwan]] untuk informasi lebih lanjut).
Republik Rakyat Cina mencirikan ekonominya sebagai [[Sosialisme dengan ciri Cina]]. Sejak akhir [[1978]], kepemimpinan Cina telah [[Pembaharuan ekonomi Cina|memperharui ekonomi]] dari ekonomi terencana Soviet ke ekonomi yang berorientasi-pasar tapi masih dalam kerangka kerja politik yang kaku dari Partai Komunis. Untuk itu para pejabat meningkatkan kekuasaan pejabat lokal dan memasang manajer dalam [[industri]], mengijinkan perusahaan skala-kecil dalam jasa dan [[produksi]] ringan, dan membuka ekonomi terhadap perdagangan asing dan investasi. Kearah ini pemerintah mengganti ke sistem pertanggungjawaban para keluaga dalam [[pertanian]] dalam penggantian sistem lama yang berdasarkan penggabunggan, menambah kuasa pegawai setempat dan pengurus kilang dalam [[industri]], dan membolehkan pelbagai usahawan dalam layanan dan [[perkilangan ringan]], dan membuka ekonomi pada perdagangan dan pelabuhan asing. Pengawasan harga juga telah dilonggarkan. Ini mengakibatkan Cina daratan berubah dari [[ekonomi terpimpin]] menjadi [[ekonomi campuran]].
 
Pemerintah RRC tidak suka menekankan kesamarataan saat mulai membangun ekonominya, sebaliknya pemerintah menekankan peningkatan pendapatan pribadi dan konsumsi dan memperkenalkan sistem manajemen baru untuk meningkatkan produktivitas. Pemerintah juga memfokuskan diri dalam perdagangan asing sebagai kendaraan utama untuk pertumbuhan ekonomi, untuk itu mereka mendirikan lebih dari 2000 [[Zona Ekonomi Khusus]] (''Special Economic Zones'', SEZ) di mana hukum investasi direnggangkan untuk menarik modal asing. Hasilnya adalah [[PDB]] yang berlipat empat sejak 1978. Pada [[19992007]] dengan jumlah populasi 1,25 milyar orang dan PDB hanya $36.800 per kapita, Cina menjadi ekonomi keenam terbesar di dunia dari segi nilai tukar dan ketiga terbesar di dunia setelah [[Uni Eropa]] dan [[Amerika Serikat]] dalam daya beli. Pendapatan tahunan rata-rata pekerja Cina adalah $1.300. Perkembangan ekonomi Cina diyakini sebagai salah satu yang tercepat di dunia, sekitar 7-8% per tahun menurut statistik pemerintah Cina. Ini menjadikan Cina sebagai fokus utama dunia pada masa kini dengan hampir semua negara, termasuk negara Barat yang mengkritik Cina, ingin sekali menjalin hubungan perdagangan dengannya. Cina sejak tanggal [[1 Januari]] [[2002]] telah menjadi anggota [[Organisasi Perdagangan Dunia]].
 
[[Berkas:1_Yuan_1960.jpg|right|thumb|150px|Uang Yuan tahun 1960]]
Ekspor Cina ke Amerika Serikat sejumlah $125 milyar pada 2002; ekspor Amerika ke Cina sejumlah $19 milyar. Perbedaan ini desebabkan utamanya atas fakta bahwa orang Amerika mengkonsumsi lebih dari yang mereka produksi dan orang Cina yang dibayar rendah tidak mampu membeli produk mahal Amerika. Amerika sendiri membeli lebih dari yang dibuatnya dan sekalipun rakyat RRC ingin membeli barangan buatan Amerika, mereka tidak dapat berbuat demikian karena harga barang Amerika terlalu tinggi. Faktor lainnya adalah [[pertukaran valuta]] yang tidak menguntungkan antara [[Renminbi|Yuan Cina]] dan [[dolar AS]] yang di"kunci" karena RRC mengikatkannya kepada kadar tetap 8 renminbi pada 1 dolar. Pada 21 Juli [[2005]], [[Bank Rakyat Cina]] mengumumkan untuk membolehkan mata uang renminbi ditentukan oleh pasaran, dan membolehkan kenaikan 0,3% sehari. . Ekspor Cina ke Amerika Serikat meningkat 20% per tahun, lebih cepat dari ekspor AS ke Cina. Dengan penghapusan kuota tekstil, RRC sudah tentu akan menguasai sebagian besar pasaran baju dunia. [http://www.nytimes.com/2003/08/26/business/worldbusiness/26CHIN.html?th], [http://www.nytimes.com/2003/09/02/business/02CHIN.html?th]
 
Pada 2003, PDB Cina dari segi ''[[purchasing power parity}} mencapai $68,4 trilyun, menjadi terbesar kedua di dunia. Menggunakan penghitungan konvensional Cina diurutkan di posisi ke-73. Meski jumlah populasinya sangat besar, ini masih hanya memberikan PNB rata-rata per orang hanya sekitar $5.000, sekitar 1/7 Amerika Serikat. Laporan pertumbuhan ekonomi resmi untuk 2003 adalah 9,1%. Diperkirakan oleh [[CIA]] pada 2002 bahwa agrikultur menyumbangkan sebesar 14,5% dari [[PNB]] Cina, industri dan konstruksi sekitar 51,7% dan jasa sekitar 33,8%. Pendapatan rata-rata pedesaan sekitar sepertiga di daerah perkotaan, sebuah perbedaan yang telah melebar di dekade terakhir.
 
Oleh karena ukurannya yang amat luas dan [[budaya]] yang amat panjang sejarahnya, RRC mempunyai tradisi sebagai sebuah negara penguasa ekonomi. Dalam kata [[Ming Zeng]], profesor pengurus di [[Shanghai]], ''Dalam sebagian [[statistik]], pada pengujung abad ke 16 sekalipun, RRC mempunyai sepertiga [[PDB]]. [[Amerika Serikat]] yang gagah pada masa kini hanya mempunyai 20%. Jadi, jika Anda membuat perbandingan sejarah ini, tiga atau empat ratus tahun terdahulu, Cina tentulah kuasa terbesar dunia. Percobaan mewujudkan kembali keadaan yang membanggakan ini sudah tentu adalah salah suatu tujuan orang Cina''. Maka tidak mengherankan fenomena kebanjiran orang bukan Cina dunia yang lain mau mempelajari [[Bahasa Cina]] ini dan kegeraman Amerika dan Barat terhadap Cina secara umum terjadi pada skenario politik dunia pada hari ini.
Pengguna anonim