Bukit Holbung: Perbedaan revisi

1.067 bita ditambahkan ,  4 bulan yang lalu
sunting artikel sendiri
k (sunting paragraf →‎Akses)
(sunting artikel sendiri)
 
Dari panguruan, perjalanan terasa menantang karena melewati pinggiran bukit yang relatif sempit. beberapa jalannya sudah dikeraskan oleh pemerintah setempat.<ref>{{Cite web|title=Sepotong Surga di Samosir Itu Bernama Bukit Holbung|url=https://kumparan.com/kumparantravel/sepotong-surga-di-samosir-itu-bernama-bukit-holbung-1rF5GdsGUHX|website=kumparan|language=id-ID|access-date=2020-10-09}}</ref>
 
 
Akses menuju kelokasi bisa menggunakan berbagai cara, walaupun ketika sisa 3 km jalan sampai ketujuan masih ada kerusakan. Namun secara umum, jalan dari persimpangan Tele menuju ke kota Pangururan, belok kekanan menuju desa Harian, dulunya sangat jelek. Sekarang sudah banyak perubahan, karena jalan ini selain menuju ke Bukit Holbung, masih ada daerah wisata yang indah juga, yaitu air terjun efrata dan Janji martahan ( ini pemandangannya juga menghadap ke hamparan Danau Toba.
 
Bukit Holbung dapat di akses melalui kota Medan menuju kearah daerah wisata kota Berastagi, Kabupaten Karo dan melewati Taman Simalem dengan rute menuju kota Sidikalang. Dari persimpangan menuju Dolok Sanggul, belok ke kiri menuju ke Tele dan turun kearah kota Pangururan. Alternatif lain dapat melalui kota P.Siantar atau pun dari kota Parapat, bisa jalan darat maupun menyeberangkan kendaraan melalui penyeberangan ferry dari pelabuhan Ajibata ke Tomok. Agak sulit menggunakan kendaraan umum menuju ke Bukit Holbung, karena belum ada rute kendaraan umum langsung sampai ke lokasi .
 
 
49

suntingan