Syarif Mekkah: Perbedaan revisi

352 bita ditambahkan ,  11 bulan yang lalu
Penambahan referensi
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
(Penambahan referensi)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler VisualEditor
 
== Masa berakhirnya Syarif Mekah ==
Pada tahun [[1924]], [[Abdul Aziz bin Saud|Raja Abdul Aziz bin Saud dari Najd]] menyerang Mekah dan mengambil alih kota Mekkah dengan bantuan kerabat Syarif Husein yakni Khalid bin Luay<ref>{{Cite web|last=|first=|date=|title=Rasyid Ridla (6): Tumbangnya Rezim Syarif Husein dan Kembalinya Kekuasaan Muhammad Ibnu Sa’ud|url=https://ibtimes.id/rasyid-ridla-6-tumbangnya-rezim-syarif-husein-dan-kembalinya-kekuasaan-muhammad-ibnu-saud/amp/|website=IDN Times|access-date=}}</ref>, dan mengambil alih [[Jeddah|kota Jeddah]] pada tahun 1925. Ini semua mengakibatkan jatuhnnya [[kerajaan Hijaz]], dengan [[Syarif Husain|Husain bin Ali]] sebagai raja terakhirnya.
 
Jatuhnya Kerajaan Hijaz sudah bisa diprediksikan, karena Raja Husain bin Ali menolak [[deklarasi Balfour]] yang dilakukan oleh [[Britania Raya|Inggris]]. Pada deklarasi itu, Inggris menyatakan bahwa [[Palestina (wilayah)|Palestina]] adalah tanah yang akan diberikan pada kelompok [[Zionisme|Zionis]]. Pihak Inggris menawarkan banyak subsidi pada Raja Husain agar mau menerima deklarasi Balfour itu, tapi Raja Husain tetap menolaknya sampai tahun 1924. Setelah itu, Inggris menghentikan tawaran subsidi itu. Tidak lama kemudian, Raja Abdul Azis bin Saud dari Najd mulai menyerang kerajaan Hijaz dengan bantuan pihak Inggris, dan serangan ini menyebabkan jatuhnya kerajaan Hijaz.
398

suntingan