Kota Depok: Perbedaan antara revisi

17 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
kTidak ada ringkasan suntingan
Tag: VisualEditor Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
kTidak ada ringkasan suntingan
Tag: VisualEditor Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
 
== Etimologi ==
Nama Depok adalah nama asli, bukan singkatan. Disebut asli karena pemberian nama Depok muncul dari orang [[pribumi]] asli. Jika dilihat pada masa [[Pakuan Pajajaran|Kerajaan Pajajaran]], masyarakat menyebut wilayah Depok dengan deprok atau duduk santai ala [[Suku Melayu|Melayu]].
 
Penamaan tersebut tidak terlepas dari perjalanan [[Sri Baduga Maharaja|Prabu Siliwangi]] yang singgah di kawasan Beji. Keindahan dan keasrian Depok pada saat itu membuat Prabu Siliwangi mendeprok di kawasan yang tak jauh dari [[Ci Liwung|Sungai Ciliwung]].
Sejarah nama Depok tidak terlepas dari sejarah penjajahan bangsa [[Belanda]] terhadap Indonesia. Berdasarkan dokumen [[Bataviaasch Nieuwsblad]], seorang pejabat [[Vereenigde Oostindische Compagnie|VOC]] yang bernama [[Cornelis Chastelein]] telah membeli lahan di [[Mampang, Pancoran Mas, Depok|Mampang]] dan [[Depok Lama]] yang dipergunakan untuk perkebunan.
 
Dalam menamakan wilayahnya, Chastelein menggunakan kata Depok yang sebenarnya sudah ada sejak masa Kerajaan Pajajaran. Namun Chastelein menjabarkannya menjadi De Earste Protestante Organisatie van Kristenen.
 
Baru pada sekitar tahun 1980-an, masyarakat modern Depok menjabarkan Depok menjadi Daerah Elit Pemukiman Orang Kaya. Banyak penjabaran terkait [[akronim]] kata Depok, namun jika melihat sejarah, Depok merupakan kata asli masyarakat asli Depok yang bermakna Kampung Halaman.<ref>{{Cite web|title=Arti Kata Depok|url=https://www.mohammadidris.id/arti-kata-depok/|website=www.mohammadidris.id|language=id-ID|access-date=2020-09-16}}</ref>
 
==== Batas Wilayah ====
1.892

suntingan