Stasiun Lawang: Perbedaan revisi

183 bita ditambahkan ,  7 bulan yang lalu
Berdasarkan Data Stasiun dari Dephub (2017), stasiun ini digolongkan sebagai stasiun kelas II
k (Jadwal per 1 September 2020: pemangkasan rute KA Bima dan Mutiara Selatan menjadi hanya sampai Surabaya saja)
(Berdasarkan Data Stasiun dari Dephub (2017), stasiun ini digolongkan sebagai stasiun kelas II)
| line = [[Kereta api Jayabaya|Jayabaya]], [[Kereta api Songgoriti|Songgoriti]], [[Kereta api Tawang Alun|Tawang Alun]], [[Kereta api Dhoho dan Penataran|Penataran]], [[Kereta api Tumapel|Tumapel]], dan [[Kereta api ketel|KA ketel/angkutan BBM]]<br>Semua kereta api yang ditarik lokomotif dari dan ke [[Stasiun Malang]] wajib melakukan pengecekan blok rem.
| operator = [[Daerah Operasi VIII Surabaya]]
| class = III
| ticketting = Sistem tiket daring, melayani pemesanan langsung di loket.
Terdapat fasilitas ala bandara berupa ''check-in'' untuk pencetakan ''boarding pass'' khusus keberangkatan KA jarak jauh/menengah di loket stasiun.
| services = {{adjacent stations|system=Layanan lokal KAI|line=Penataran|left=Bangil|right=Singosari|line2=Tumapel|left2=Bangil|right2=Singosari}}
| platform = 2 (satu peron sisi yang rendah dan satu peron pulau yang agak tinggi,)
| classref= <ref>[http://mop5.dephub.go.id/Sebaran/index/a1/6 Data Stasiun Kereta Api (2017)], Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.</ref>
}}
[[Berkas:Halte Lawang (titel op object) Staatsspoorwegen op Java (serietitel), NG-1988-26-27.jpg|jmpl|kiri|Bangunan asli Stasiun Lawang, terbuat dari kayu, sekitar 1880-an (foto oleh [[H. Salzwedel]]).]]
'''Stasiun Lawang (LW)''' adalah [[stasiun kereta api]] kelas III yang terletak di [[Lawang, Lawang, Malang]]; pada ketinggian +491 m; termasuk dalam [[Daerah Operasi VIII Surabaya]]; dan merupakan stasiun paling utara sekaligus terbesar di [[Kabupaten Malang]]. Stasiun Lawang terletak tepat di tepi jalan raya [[Kota Malang|Malang]]–[[Kota Surabaya|Surabaya]] dan di seberang [[pasar]]. Seperti [[Stasiun Cipeundeuy]], semua kereta api yang melintas di jalur Bangil–Malang wajib berhenti untuk melakukan pemeriksaan rem sebelum melanjutkan perjalanan. Stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 merupakan sepur lurus.
 
Dengan letak ketinggian +491 m menjadikan stasiun ini terletak pada ketinggian tertinggi di Daerah Operasi VIII Surabaya. Dari [[Stasiun Bangil]] ke arah selatan, karakteristik jalur tergolong terjal—memiliki rata-rata kemiringan jalur sekitar 25‰ (permil)—sementara karakteristik jalur ke arah [[Stasiun Singosari]] relatif menurun.