Kereta api Dhoho dan Penataran: Perbedaan revisi

k
(→‎Jadwal perjalanan: Pemutakhiran jadwal per 14 Agustus 2020)
 
=== Kereta api Dhoho ===
[[Berkas:KA-Rapih_Dhoho_04-2013.JPG|kiri|jmpl|247x247px|Kereta api Rapih Dhoho saat berhenti di [[Stasiun Jombang]], 2013]]
Pada awal pengoperasiannya, keretaKereta api Dhoho—saat itu bernama '''Rapih Dhoho<ref group="catatan">Istilah "Rapih" merupakan kependekan dari "Rangkaian Terpisah". Saat itu, rangkaian kereta terbagi menjadi dua sesampai di [[Stasiun Kertosono]]: melanjutkan perjalanan ke [[Stasiun Madiun|Madiun]] dan melanjutkan perjalanan ke [[Stasiun Blitar|Blitar]]. Hingga kini, beberapa stasiun masih menyebut "Rapih Dhoho" untuk menyebut kereta api ini</ref>'''—pertama kali beroperasi pada 21 Agustus 1971 untuk melayani lintas Surabaya ke dua stasiun akhir, yakni [[Stasiun Blitar|Blitar]] dan [[Stasiun Madiun|Madiun]]. Sesampai di [[Stasiun Kertosono]], rangkaian kereta terbagi menjadi dua: melanjutkan perjalanan ke Madiun dan melanjutkan perjalanan ke Blitar.
 
Saat itu, perjalanan kereta api Dhoho dari Blitar membawa tiga kereta CL (layanan kelas III) ditarik [[lokomotif C27]]/[[Lokomotif C28|C28]] sedangkan perjalanan dari Madiun membawa tiga kereta CL yang ditarik [[lokomotif D52]]. Kemudian kedua rangkaian digabung di Stasiun Kertosono dan melanjutkan perjalanan ke Surabaya dengan lokomotif D52.
==== Kereta api Penataran Ekspres ====
[[Berkas:Penataran Ekspres.jpg|kiri|jmpl|221x221px|Kereta api Penataran Ekspres setelah meninggalkan [[Stasiun Malang]], 2013]]
PT KAI pernah meluncurkan layanan kereta api komersial, '''kereta api Penataran Ekspres''', yang mulai beroperasi pada 1 November 2013 untuk melayani lintas Surabaya–Malang dengan jumlah perjalanan tiga hari dalam sehari.<ref>{{Cite web|url=http://industri.kontan.co.id/news/kai-luncurkan-penataran-ekspres-malang-surabaya|title=KAI luncurkan Penataran Ekspres Malang-Surabaya|last=|first=|date=2013-10-29|website=kontan.co.id|language=id|access-date=2020-03-23}}</ref> Kereta api ini beroperasi menggunakan kereta kelas ekonomi dengan jumlah tempat duduk sebanyak 106 kursi per kereta. Berbeda dengan ketentuan batas angkut kereta api Penataran yang mencapai 150%, batas angkut kereta api Penataran Ekspres disesuaikan dengan jumlah kursi yang tersedia sehingga setiap penumpang dipastikan mendapatkan tempat duduk. Selain itu, kereta api ini hanya berhenti di stasiun-stasiun tertentu sehingga perjalanan dari Surabaya menuju Malang hanya ditempuh sekitar 2 jam.
 
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, lintas pelayanan pada kereta api ini diperpanjang hingga [[Stasiun Blitar]] dengan perjalanan sekali pulang pergi sehari mulai 6 Februari 2014.<ref>{{Cite web|url=https://jatim.antaranews.com/berita/126438/jarak-tempuh-ka-penataran-ekspres-diperpanjang-hingga-blitar|title=Jarak Tempuh KA Penataran Ekspres Diperpanjang Hingga Blitar|last=|first=|date=|website=ANTARA News Jawa Timur|access-date=2020-03-23}}</ref> Pada akhir pengoperasiannya, kereta api Penataran Ekspres hanya berhenti di [[Stasiun Blitar]], [[Stasiun Wlingi|Wlingi]], [[Stasiun Ngebruk|Ngebruk]], [[Stasiun Kepanjen|Kepanjen]], [[Stasiun Pakisaji|Pakisaji]], [[Stasiun Malang Kotalama|Malang Kotalama]], [[Stasiun Malang|Malang]], [[Stasiun Lawang|Lawang]], [[Stasiun Porong|Porong]], [[Stasiun Sidoarjo|Sidoarjo]], [[Stasiun Waru|Waru]], [[Stasiun Wonokromo|Wonokromo]], dan [[Stasiun Surabaya Gubeng|Surabaya Gubeng]]. Karena tingkat okupansi penumpang yang rendah, pengoperasian kereta api ini dihentikan mulai 6 Januari 2015.<ref>{{Cite web|url=https://www.tribunnews.com/regional/2015/01/06/sepi-penumpang-ka-penataran-ekspres-dipensiunkan|title=Sepi Penumpang, KA Penataran Ekspres Dipensiunkan|website=Tribunnews.com|language=id-ID|access-date=2020-03-23}}</ref>