Jembatan Dondang: Perbedaan antara revisi

Tidak ada perubahan ukuran ,  13 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
"Panjang [[Jembatan Dondang]] 840 meter dan merupakan jembatan terpanjang di Kaltim, dibangun selama empat tahun anggaran dan sudah dapat dipergunakan," kata Gubernur Kaltim, [[Suwarna Abdul Fatah|Suwarna AF]] kemarin. Ia mengatakan bahwa jembatan Dondang sebagai jalan alternatif memecah konsentrasi arus lalu lintas dari Kota Samarinda menuju Kota Balikpapan, selama ini jalan satu-satunya penghubung antara Kota Samarinda ke Kota Balikpapan adalah melalui Jalan Loa Janan-Bukit Soeharto-KM 38 dan Kota Balikpapan. Suwarna AF menjelaskan bahwa dengan beroperasinya jembatan Dondang akan memperpendek jarak tempuh antara Kota Samarinda dengan kota Balikpapan dan diminta kepada masyarakat untuk menjaga dan memeliharanya. "Jangan sampai kendaraan roda empat yang melewati jembatan Dondang melebihi kapasitas tonase, serta masyarakat diminta memelihara dan mengawasi kapal-kapal pengangkut batu bara yang lewat kalau menabrak tiang penyangga jembatan," katanya. Sedangkan akses jalan sekitar delapan kilometer yang ada di Kecamatan Sanga-Sanga menuju jembatan Dondang kini belum di aspal segera dan secepatnya di lakukan pengaspalan sehingga mempermudah pengguna jalan. Ditambahkannya bahwa 2006 akan ada lagi jembatan terpanjang di Kaltim yang sekarang sedang dibangun, yaitu jembatan Mahkota II dengan panjang 1,5 kilometer yang lokasinya di Kota Samarinda. Kepala Dinas PU dan Kimpraswil Kaltim Awang Dharma Bhakti mengatakan bahwa pembangunan jembatan Dondang menghabiskan dana sebesar Rp140 miliar, dengan panjang 840 meter dan tinggi 12 meter serta dibangun oleh Kontraktor Adhi Karya. Menurutnya bahwa jembatan Dondang adalah jalan alternatif dari Kota Samarinda-Muara Jawa-Kota Balikpapan dengan jarak lebih pendek sekitar 90 kilometer ketimbang jalan yang digunakan selama ini mencapai 140 kilometer. Adanya jembatan Dondang maka masyarakat sekitarnya diuntungkan, misalnya harga tanah di sekitarnya akan menjadi naik dan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi masyarakat. Awang Dharma Bhakti menjelaskan bahwa pembangunan jembatan Dondang melalui dana APBD Pemprov Kaltim, di antaranya pada tahun anggaran 2002 dianggarkan sebesar Rp18,50 miliar, tahun anggaran 2003 pekerjaan fisik sebesar Rp25,75 miliar, pengadaan bangunan atas Rp15 miliar dan melalui dana ABT sebesar Rp8 miliar. Sementara dengan dibangunnya jembatan Dondang tersebut maka berdampak pada sebagian masyarakat sekitar yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang perahu untuk penyeberangan sungai. "Kami hanya bisa pasrah, habis mau diapakan lagi kalau memang itu sudah menjadi kebutuhan masyarakat dan program pemerintah," kata salah seorang tukang perahu, Syahril.
 
[[Kategori:Jembatan Didi Indonesia]]
[[Kategori:Muara Jawa, Kutai Kartanegara]]
Pengguna anonim