Akidah Islam: Perbedaan revisi

226 bita ditambahkan ,  7 bulan yang lalu
→‎Pembagian akidah tauhid: menambah referensi pembagian tauhid
k (Mengembalikan suntingan 2A03:2880:FF:16:0:0:FACE:B00C (pembicaraan) ke revisi terakhir oleh 2A03:2880:FF:16:0:0:FACE:B00C (HG) (3.4.9))
Tag: Pengembalian
(→‎Pembagian akidah tauhid: menambah referensi pembagian tauhid)
* '''''Tauhid Al-Uluhiyyah''''', (al-Fatihah ayat 4 dan an-Nas ayat 3) <br />mengesakan Allah dalam ibadah, yakni beribadah hanya kepada Allah dan karenaNya semata.
* '''''Tauhid Ar-Rububiyyah''''', (al-Fatihah ayat 2, dan an-Nas ayat 1) <br />mengesakan Allah dalam perbuatanNya, yakni mengimani dan meyakini bahwa hanya Allah yang mencipta, menguasai dan mengatur alam semesta ini.
* '''''Tauhid Al-Asma' was-Sifat''''', (al-Ikhlas ayat 1-4, an Nahl ayat 62).<ref name="Radio Rodja">[https://www.radiorodja.com/46815-tauhid-asma-wa-sifat/ Tauhid Asma’ wa Sifat oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr]</ref> <br />mengesakan Allah dalam asma dan sifatNya, artinya mengimani bahwa tidak ada makhluk yang serupa dengan Allah, dalam dzat, asma maupun sifat.
 
[[Iman]] kepada '''qadar''' adalah termasuk tauhid ''ar-rububiyah''. Oleh karena itu, [[Imam Ahmad]] berkata: "Qadar adalah kekuasaan Allah". Karena, tak syak lagi, [[qadar]] (takdir) termasuk qudrat dan kekuasaanNya yang menyeluruh. Di samping itu, qadar adalah rahasia Allah yang- tersembunyi, tak ada seorangpun yang dapat mengetahui kecuali Dia, tertulis pada [[Lauh Mahfuzh]] dan tak ada seorangpun yang dapat melihatnya. Kita tidak tahu takdir baik atau buruk yang telah ditentukan untuk kita maupun untuk [[makhluk]] lainnya, kecuali setelah terjadi atau berdasarkan nash yang benar.<ref>Disalin dari kitab ''Al-Qadha wal Qadar'', edisi Indonesia Qadha & Qadhar, Penyusun Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin, Penerjemah A. Masykur Mz, Penerbit Darul Haq, Cetakan Rabi'ul Awwal 1420H/Juni 1999M</ref>
40

suntingan