Tilik (film): Perbedaan revisi

37 bita dihapus ,  1 tahun yang lalu
k
latar belakang dan nama kredit
k
k (latar belakang dan nama kredit)
| name = Tilik
| image = Poster Tilik.png
| caption = Poster film Tilik
| director = Wahyu Agung Prasetyo
| producer = Elena Rosmeisara
| writer = Bagus 'Bacep' Sumartono
| screenplay =
| story =
| starring = {{plainlist|
* [[Siti Fauziah]]
* Ratna Indriastuti
* Stephanus Wahyu Gumilar}}
| narrator =
| music = Redy Afrians
| cinematography = Satria Kurnianto
| editing = {{plainlist|
* Indra Sukmana
| studio = Ravacana Films
* Helmi Nur Rasyid
| distributor =
* Egha Harismina}}
| studio = [[Ravacana Films]]
| distributor = [[Ravacana Films]]
| released = {{Film date|df=yes|2018|||Indonesia|2020|||YouTube}}
| runtime = 32 menit
| language = [[Bahasa Jawa|Jawa]]
}}
'''''Tilik''''' ({{lang-id|Menjenguk}}) adalah [[film pendek]] [[bahasa Jawa|berbahasa Jawa]] yang diproduksi oleh [[Ravacana Films]]. Tilik merupakan salah satu film pendek yang lolos bekerjakurasi samadana denganistimewa Dinas Kebudayaan Provinsi [[Daerah Istimewa Yogyakarta]] pada tahun 2018. Film yang disutradarai oleh Wahyu Agung Prasetyo, berdasarkan [[skenario]] yangBagus ditulis oleh Bagus'Bacep' Sumartono ini dirilis pada bulan September 2018.<ref>{{Cite web|last=|first=|date=22 Agustus 2020|title=Kisah di Balik Viralnya Film Tilik, Buah Penantian 2 Tahun|url=https://radarjogja.jawapos.com/2020/08/22/kisah-di-balik-viralnya-film-tilik-buah-penantian-2-tahun/|website=Radar Jogja|access-date=24 Agustus 2020}}</ref> Pada tanggal 17 Agustus 2020, bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun ke-75 kemerdekaan [[Republik Indonesia]], Ravacana Films merilis ''Tilik'' di kanal berbagi video [[YouTube]] secara gratis untuk khalayak umum. ''Tilik'' berkisah tentang serombongan wanita desa asal [[Kabupaten Bantul]]ibu-ibu yang melakukanpergi perjalanan dengan menumpangmenggunakan truk, gunauntuk menjenguk [[kepalaBu desa]]Lurah mereka yang sedang sakit dan dirawat di sebuah rumah sakit di [[Kota Yogyakarta]].<ref>{{Cite web|last=Santoso|first=Beryl|date=19 Agustus 2020|title=Sinopsis Film Tilik, Bu Tejo Penuh Adegan Julid dan Pergosipan Ibu-ibu Masa Kini|url=https://zonajakarta.pikiran-rakyat.com/infotainment/pr-18677422/sinopsis-film-tilik-bu-tejo-penuh-adegan-julid-dan-pergosipan-ibu-ibu-masa-kini?page=all|website=Pikiran Rakyat|access-date=19 Agustus 2020}}</ref><ref>{{Cite web|editor=Istiqomatul Hayati|date=19 Agustus 2020|title=Tilik Tayang di Youtube, Nama Bu Tejo Jadi Trending Topic|url=https://seleb.tempo.co/read/1377217/tilik-tayang-di-youtube-nama-bu-tejo-jadi-trending-topic/full&view=ok|website=Tempo.co|access-date=19 Agustus 2020}}</ref>
 
== Alur ==
Film pendek ini bercerita tentang rombongan wanita desaibu-ibu yang sedangmenaiki beradatruk dalamuntuk perjalananpergi darimenjenguk [[KabupatenBu Bantul]]Lurah menujuyang [[Kotasedang Yogyakarta]],dirawat dengandi menumpangirumah truksakit. untukPerjalanan menjengukdiisi Buoleh Lurah.ocehan Tokoh sentralnya ialahdari Bu Tejo yang sepanjang jalan tidak henti mengumbar gosip tentang Dian, perempuankembang mudadesa yang cantik, pacardan Fikri, putra dari Bu Lurahmandiri. Dengan luwesnya, Bu Tejo membeberkan berbagai hal yang seolah dianggap fakta bahwa Dian, calon menantu Bu Lurah itu perempuan tidak beres, dan bisa meresahkan warga, terutama keutuhan rumah tangga, karena dicurigai sering menggoda para lelaki yang sudah berkeluarga. Dasar yang dikemukakan oleh Bu Tejo ialah berita-berita di [[media sosial]] yang memuat tentang Dian. Namun, tidak semua yang disampaikan Bu Tejo itu diterima begitu saja, sebab ada yang mengingatkan yakni Yu Ning, bahwa tidak elok menelan informasi mentah-mentah tanpa mengetahui keakuratan sumbernya. Bu Tejo pun tidak peduli, ia terus melancarkan gosip keburukan Dian, apalagi ada salah seorang yang menyokong. Klimaksnya, terjadi perang mulut antara Bu Tejo dengan Yu Ning yang ternyata memang famili Dian.
 
Setelah rombongan sampai rumah sakit, kedatangan mereka disambut langsung oleh Dian dan Fikri. Namun, Dian menyayangkan kedatangan para tetangganya itu, sebab Bu Lurah masih berada di [[Instalasi rawat intensif|ruang perawatan intensif]] (ICU), belum boleh dijenguk oleh siapa pun. Mendengar informasi ini, Bu Tejo langsung membalas dengan cibirian kepada Yu Ning yang menjadi inisiator ''tilik'', tetapi belum berbekal informasi akurat tentang kondisi Bu Lurah.
 
Di akhir cerita, selepas rombongan ibu-ibu pulang dari rumah sakit lantaran tidak jadi menjenguk Bu Lurah, digambarkan Dian memasuki mobil sedan yang di dalamnya telah duduk seorang lelaki paruh baya yang dipanggil dengan sapaan "''Mas''". Kepada lelaki itu, Dian menumpahkan kegelisahan dan mengungkapkan, sebenarnya tak sanggup lagi menjalani hubungan sembunyi-sembunyi dan ingin menikah, juga kekhawatirannya, sanggupkah Fikri menerima kenyataan bila mengetahui ayahnya akan menikah dengannya.
 
== Pemeran ==
9

suntingan