Tilik (film): Perbedaan revisi

642 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
k
←Suntingan Ravacana Films (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh Labdajiwa
k
Tag: VisualEditor menghilangkan referensi [ * ]
k (←Suntingan Ravacana Films (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh Labdajiwa)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Pengembalian Suntingan seluler lanjutan
| name = Tilik
| image = Poster Tilik.png
| caption = Poster film Tilik (2018)
| director = Wahyu Agung Prasetyo
| producer = Elena Rosmeisara
| writer = Bagus 'Bacep' Sumartono
| screenplay =
| story =
| starring = {{plainlist|
* [[Siti Fauziah]]
* Ratna Indriastuti
* Stephanus Wahyu Gumilar}}
| narrator =
| music = Redy Afrians
| cinematography = Satria Kurnianto
| editing = {{plainlist|
*Indra Sukmana
* Helmi Nur Rasyid
* Egha Harismina}}
| studio = Ravacana Films
| distributor = Ravacana Films
| released = {{Film date|df=yes|2018|||Indonesia|2020|||YouTube}}
| runtime = 32 menit
| language = [[Bahasa Jawa|Jawa]]
}}
'''''Tilik''''' ({{lang-id|Menjenguk}}) adalah [[film pendek]] [[bahasa Jawa|berbahasa Jawa]] yang diproduksi oleh rumah produksi Ravacana Films. Tilik merupakan salah satu film lolos kurasibekerja danasama istimewadengan Dinas Kebudayaan Provinsi [[Daerah Istimewa Yogyakarta]] pada tahun 2018. Film Tilikyang disutradarai oleh Wahyu Agung Prasetyo, berdasarkan [[skenario]] yang ditulis oleh Bagus 'Bacep' Sumartono danini dirilis pada bulan September 2018.<ref>{{Cite web|last=|first=|date=22 Agustus 2020|title=Kisah di Balik Viralnya Film Tilik, Buah Penantian 2 Tahun|url=https://radarjogja.jawapos.com/2020/08/22/kisah-di-balik-viralnya-film-tilik-buah-penantian-2-tahun/|website=Radar Jogja|access-date=24 Agustus 2020}}</ref> Pada tanggal 17 Agustus 2020, bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun ke-75 kemerdekaan [[Republik Indonesia]], Ravacana Films merilis ''Tilik'' di kanal berbagi video [[YouTube]] secara gratis. ''Tilik'' berkisah tentang serombongan wanita desa asal [[Kabupaten Bantul]] yang melakukan perjalanan dengan menumpang truk, serombonganguna ibu-ibumenjenguk [[kepala desa]] mereka yang pergisedang menjenguksakit Budan Lurahdirawat di sebuah rumah sakit di [[Kota Yogyakarta]].<ref>{{Cite web|last=Santoso|first=Beryl|date=19 Agustus 2020|title=Sinopsis Film Tilik, Bu Tejo Penuh Adegan Julid dan Pergosipan Ibu-ibu Masa Kini|url=https://zonajakarta.pikiran-rakyat.com/infotainment/pr-18677422/sinopsis-film-tilik-bu-tejo-penuh-adegan-julid-dan-pergosipan-ibu-ibu-masa-kini?page=all|website=Pikiran Rakyat|access-date=19 Agustus 2020}}</ref><ref>{{Cite web|editor=Istiqomatul Hayati|date=19 Agustus 2020|title=Tilik Tayang di Youtube, Nama Bu Tejo Jadi Trending Topic|url=https://seleb.tempo.co/read/1377217/tilik-tayang-di-youtube-nama-bu-tejo-jadi-trending-topic/full&view=ok|website=Tempo.co|access-date=19 Agustus 2020}}</ref>
 
== Alur ==
Film pendek ini bercerita tentang perjalanan rombongan ibu-ibuwanita menjenguk Bu Lurahdesa yang sedang dirawatberada di rumah sakit. Rombongan ini pergi menggunakan truk. Sepanjangdalam perjalanan, Budari Tejo[[Kabupaten tidakBantul]] hentimenuju mengumbar[[Kota gosip tentang DianYogyakarta]], seorangdengan kembangmenumpangi desatruk yanguntuk seringmenjenguk dipergunjingkanBu karena kecantikan dan kemapanannya sebagai perempuan mudaLurah. IaTokoh mengatakansentralnya bahwaialah DianBu takTejo pantasyang menjadisepanjang calonjalan menantutidak Buhenti Lurahmengumbar karenagosip Bu Tejo menganggaptentang Dian, sedangperempuan menjalinmuda hubungancantik, bersamapacar Fikri, anakputra semata wayangdari Bu Lurah. Dengan luwesnya, Bu Tejo membeberkan berbagai hal yang seolah dianggap fakta bahwa Dian, calon menantu Bu Lurah itu perempuan tidak beres, dan bisa meresahkan warga, terutama keutuhan rumah tangga, karena dicurigai sering menggoda para lelaki yang sudah berkeluarga. Dasar yang dikemukakan oleh Bu Tejo ialah berita-berita di [[media sosial]] yang memuat tentang Dian. Namun, tidak semua yang disampaikan Bu Tejo itu diterima begitu saja, olehsebab para ibu-ibuada yang adamengingatkan di rombongan, adayakni Yu Ning, yang selalu mengingatkan bahwa tidak elok menelan informasi mentah-mentah tanpa mengetahui keakuratan sumbernya. Bu Tejo tetappun tidak peduli, ia terus melancarkan gosip keburukan Dian, apalagi ada salah seorang yang menyokong. Klimaksnya, terjadi perang mulut antara Bu Tejo dengan Yu Ning yang ternyata memang famili Dian.
 
Setelah rombongan sampai rumah sakit, kedatangan mereka disambut langsung oleh Dian dan Fikri. Namun, Dian menyayangkan kedatangan rombinganpara tetangganya itu, sebab Bu Lurah masih berada di [[Instalasi rawat intensif|ruang perawatan intensif]] (ICU), belum boleh dijenguk oleh siapapunsiapa pun. Mendengar informasi ini, Bu Tejo langsung membalas dengan cibirian kepada Yu Ning yang menjadi inisiator ''tilik'', tetapi belum berbekal informasi akurat tentang kondisi Bu Lurah.
 
Di akhir cerita, selepas rombongan ibu-ibu pulang dari rumah sakit lantaran tidak jadi menjenguk Bu Lurah, digambarkan Dian memasuki mobil sedan yang di dalamnya telah duduk seorang lelaki paruh baya yang dipanggil dengan sapaan "''Mas''". Kepada lelaki itu, Dian menumpahkan kegelisahan dan mengungkapkan, sebenarnya ia sudah tak sanggup lagi menjalani hubungan sembunyi-sembunyi dan ingin segera menikah, juga kekhawatirannya, sanggupkah Fikri menerima kenyataan bila mengetahui ayahnya akan menikah dengannya.
 
== Pemeran ==
15.465

suntingan