Scleractinia: Perbedaan revisi

5 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
Karang ''scleractinia'' ini bereproduksi secara seksual selama peristiwa pemijahan massal yang singkat dengan melepaskan telur atau sperma, atau bundel telur-sperma ke dalam kolom air.<ref name=":3">{{Cite journal|last=Harrison|first=P. L.|last2=Babcock|first2=R. C.|last3=Bull|first3=G. D.|last4=Oliver|first4=J. K.|last5=Wallace|first5=C. C.|last6=Willis|first6=B. L.|date=1984-03-16|title=Mass spawning in tropical reef corals|url=https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17742935|journal=Science (New York, N.Y.)|volume=223|issue=4641|pages=1186–1189|doi=10.1126/science.223.4641.1186|issn=0036-8075|pmid=17742935}}</ref> Karang ''scleractinia'' yang tergolong ke dalam spesies karang soliter tidak memiliki tunas, tetapi mereka secara bertahap dapat meningkat dalam ukurannya karena mereka menyimpan lebih banyak kalsium karbonat dan menghasilkan lingkaran septa baru. Peristiwa pemijahan massal biasanya terjadi beberapa kali dalam setahun untuk setiap spesies, dan dipicu oleh siklus bulan. Sedangkan di daerah tropis reproduksi dapat terjadi sepanjang tahun.<ref name=":3" /> Karang juga dapat bereproduksi secara aseksual yang berulang dengan tunas koloni yang saling terlepas dan menempel kembali di tempat lain melalui proses fragmentasi, sehingga membentuk koloni. Juga ada kasus yang pernah disebutkan bahwa koloni-koloni yang berdekatan dari spesies yang sama membentuk koloni tunggal dengan melebur.
 
Kemungkinan besar karang ''scleractinia'' berevolusi dari leluhur [[Paleozoikum]] yang bertubuh lunak. Dua hipotesis paling populer yang diajukan untuk menjelaskan asal usul dari karang ''scleractinia'' adalah bahwa mereka merupakan keturunan dari karang rugose Paleozoikum terakhir yang selamat dari kepunahan massal di daerah perbatasan [[Permian]] Trias. Mereka berevolusi dari tubuh lunak (corallimorpharian) leluhur yang telah mengendap dan mulai mengeluarkan kalsium karbonat untuk melindungi tubuh lunaknya dengan mendapatkan kemampuan untuk menyimpan kerangka yang telah dikalsifikasi. Karena memang kalsium karbonat terdapat pada semua kerangka ''scleractinia'' modern yang berupa bentuk kristal [[aragonit]]. Namun, karang berbatu biasanya meletakkan kalsium karbonat tergantung pada spesiesnya, tetapi beberapa spesies yang bercabang dapat bertambah tinggi atau panjangnya sekitar setahun akan bertambah kira-kira 10 cm. Selain itu, pada ''scleractinia'' prasejarah (Coelosimilia) memiliki struktur kerangka non-aragon yang tersusun berupa komponen [[kalsit]]. Namun, karang ini tidak konsisten dengan hipotesis nenek moyang rugosan.<ref>{{Cite journal|last=Stolarski|first=Jarosław|last2=Kitahara|first2=Marcelo V.|last3=Miller|first3=David J.|last4=Cairns|first4=Stephen D.|last5=Mazur|first5=Maciej|last6=Meibom|first6=Anders|date=2011-10-28|title=The ancient evolutionary origins of Scleractinia revealed by azooxanthellate corals|url=https://doi.org/10.1186/1471-2148-11-316|journal=BMC Evolutionary Biology|volume=11|issue=1|pages=316|doi=10.1186/1471-2148-11-316|issn=1471-2148|pmc=PMC3224782|pmid=22034946}}</ref> Namun, hubungan antara karang ''scleractinia'' dengan karang tabulasi dan rugosa Paleozoikum saat ini juga belum terselesaikan.
 
== Peran ==