Wayang beber: Perbedaan revisi

385 bita ditambahkan ,  10 bulan yang lalu
 
==Koleksi==
[[Berkas:KITLV 3956 - Kassian Céphas - Wayang beber performance of the desa Gelaran at the home of Dr. Wahidin Soedirohoesoedo at Yogyakarta - Around 1902.tif|jmpl|Pertunjukan wayang beber Gunungkidul (l.k. 1902) di rumah dokter [[Wahidin Sudirohusodo|Wahidin]] di Yogyakarta. (Sumber: Tropenmuseum)]]
Ada dua koleksi wayang beber pusaka yang dikoleksi secara partikelir oleh keturunan dalang. Keduanya membawakan cerita Panji. Yang pertama adalah salah satu wayang beber tertua yang dipelihara di Dukuh Karangtalun, Desa [[Gedompol, Donorojo, Pacitan|Gedompol, Donorojo, Pacitan. Wayang ini]] dibuat di atas [[daluang]] yang besar buatan [[Ponorogo]]<ref name="goid" /><ref>{{Cite web|url=https://pacitanisti.wordpress.com/tentang/sejarah/wayang-beber-donorojo/|title=Wayang Beber Donorojo|date=|last=|first=|website=pacitanisti.wordpress.com|access-date=26 Maret 2020}}</ref> dan dipegang oleh seseorang yang secara turun-temurun dipercaya memeliharanya dan tidak akan dipegang oleh orang dari keturunan yang berbeda karena mereka percaya bahwa itu sebuah amanat leluhur yang harus dipelihara. Cerita yang diangkat adalah "Jaka Kembang Kuning", terdiri dari enam gulungan dengan masing-masing gulungan berisi empat adegan (''pejagong''). Cerita ini menurut R.M. Sayid merupakan kiasan dari peristiwa terusirnya [[Kesultanan Mataram|Sultan Mataram]], [[Hamangkurat I|Amangkurat I]], dari Keraton Kartasura karena pemberontakan[[Pemberontakan Trunajaya|pemberontakan Trunajay]]<nowiki/>a<ref>{{Cite book|last=Maharsi|first=Indiria|date=2018|url=|title=Wayang Beber|location=Yogyakarta|publisher=Dwi - Quantum|isbn=|pages=|url-status=live}}</ref>.
 
Selain di Pacitan, koleksi kedua dipelihara di Dusun Gelaran, Desa [[Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul]].<ref>{{cite web |url=http://lifestyle.kontan.co.id/news/wayang-beber-di-bentara-budaya-jakarta |title=Wayang Beber di Bentara Budaya Jakarta |author=Uji Agung Santosa/BBJ |date=Selasa, 27 Maret 2012 |work= |publisher=Kontan.co.id |accessdate=20 May 2012}}</ref> Cerita yang diangkat adalah Remeng Mangunjaya"<ref name=":0" />.
 
Menurut Kitab Sastro Mirudo, wayang beber dibuat pada tahun 1283, dengan Condro Sengkolo ''Gunaning Bujonggo Nembah Ing Dewo'' (1283), Kemudian dilanjutkan oleh Putra Prabu Bhre Wijaya, Raden Sungging Prabangkara, dalam pembuatan wayang beber.{{fact}}
30.964

suntingan