Samanhudi: Perbedaan revisi

129 bita ditambahkan ,  11 bulan yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
(Koreksian dan Pengijinan Editor Lain untuk Mengedit)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
k
Tag: Suntingan visualeditor-wikitext
}}
 
'''Samanhudi''' atau sering disebut '''Kyai Haji Samanhudi''' (lahir di [[Laweyan]], [[Surakarta]], [[Jawa Tengah]], [[1868]]; meninggal di [[Klaten]], [[Jawa Tengah]], [[28 Desember]] [[1956]]) adalah pendiri [[Sarekat Dagang Islam]], sebuah organisasi massa di [[Indonesia]] yang awalnya merupakan wadah bagi para pengusaha [[batik]] di [[Surakarta]]. Nama kecilnya ialah '''Sudarno Nadi'''.<ref>''Ensiklopedia Pahlawan Nasional''. Kuncoro Hadi & Sustianingsih. Istana Media, Yogyakarta, 2015.</ref>
 
Pondok Pesantren yang pernah ia menimba ilmu didalamnya adalah:
 
Pondok Pesantren yang pernah ia datangi untuk menimba ilmu didalamnya adalah:
# Pontren KM Sayuthy (Ciawigebang),
# Pontren KH Abdur Rozak (Cipancur),paman ia,
# Pontren KH Zaenal Musthofa (Tasikmalaya. )
 
Catatan: Ia sangat tazdim terhadap guru-gurunya. Terlebih terhadap Asysyahid K.H. Zainal Mushtofa (Pahlawan Nasional). Ia banyak bercerita tentang heroisme perjuangan gurunya yang satu ini ketika berjuang melawan penjajah Jepang hingga beliau gugur sebagai pahlawan kusuma bangsa di depan regu tembak serdadu Jepang ketika makbaroh gurunya ini telah dipindahkan ke Taman Pahlawan Sukamanah, Tasikmalaya.
Catatan<nowiki> </nowiki>: Ia sangat ta,zdim terhadap guru-gurunya
. Terlebih terhadap Asysyahid K.H. Zainal Mushtofa (Pahlawan Nasional). Ia
banyak bercerita tentang heroisme perjuangan gurunya yang satu ini
ketika berjuang melawan penjajah Jepang hingga beliau gugur sebagai
pahlawan kusuma bangsa di depan regu tembak serdadu Jepang ketika
makbaroh gurunya ini telah dipindahkan ke Taman Pahlawan Sukamanah,Tasikmalaya.
 
Dalam dunia perdagangan, Samanhudi merasakan perbedaan perlakuan oleh penguasa [[Hindia Belanda]] antara pedagang [[pribumi]] yang mayoritas beragama [[Islam]] dengan pedagang [[Tionghoa]] pada tahun [[1911|1905]]. Oleh sebab itu Samanhudi merasa pedagang pribumi harus mempunyai [[organisasi]] sendiri untuk membela kepentingan mereka. Pada tahun 1905, ia mendirikan [[Sarekat Dagang Islam]] untuk mewujudkan cita-citanya.
Ia dimakamkan di Banaran, [[Grogol]], [[Sukoharjo]].
 
== Referensi ==
{{Reflist}}
{{Pahlawan Indonesia}}
 
{{lifetime|1868|1956|}}
 
33.596

suntingan