Pembicaraan Pengguna:Meursault2004: Perbedaan revisi

1.492 bita ditambahkan ,  9 bulan yang lalu
 
::{{Ping|What a joke}}, dicoba sendiri saja dulu. Maaf saya nggak ada waktu. [[User:Meursault2004|Meursault2004]]<sup>[[User_talk:Meursault2004|ngobrol]]</sup> 16 Juli 2020 07.32 (UTC)
 
== Saran mengenai rujukan ==
 
Salam,
 
Saya yang menyunting dan mencoba mengusulkan artikel aksara Jawa sebagai AP, namun dalam prosesnya memang saya sedikit kesulitan dalam menyatukan dari macam-macam sumber. Semisal perihal sandhangan suara panjang seperti wulu melik dan dirga mure, dia tidak lagi dijelaskan dalam aturan "baku" terbaru padahal nyatanya dipakai. Namun dipakainyapun caranya tidak konsisten, Mardi Kawi dan teks Kawi menggunakannya sebagai bagian dari tata bahasa Kawi, namun dalam naskah bahasa Jawa Baru seperti [http://www.bl.uk/manuscripts/Viewer.aspx?ref=mss_jav_24_f001r Serat Jaya Lengkara Wulang] sering juga dipakai namun saya diberitahu bahwa itu dirgha semu yang membantu menandakan akhir bait saat dibaca menembang. Deskripsi tersebut tidak saya temukan dalam bentuk tertulis jadi satu-satunya yang saya rujuk adalah penggunaan ala mardi Kawi.
 
Jadi menurut saya, aturan "baku" sekarang tidak bisa jadi satu-satunya patokan, karena ada beberapa aspek yang tidak dibahas atau disederhanakan dari praktek pernaskahan. Namun mencampuri dari beberapa sumber memang jadi tidak terhindarkan dari aspek yang conflicting. Bagaimana menurut anda ke depannya saya menyikapi hal ini? Mungkin masalah pelik seperti ini membutuhkan waktu yang lama agar jadi lebih enak dan apakah karena itu sebaiknya aksara Jawa ditunda pengusulannya sebagai AP?
 
terima kasih atas waktunya
[[Pengguna:Alteaven|Alteaven]] ([[Pembicaraan Pengguna:Alteaven|bicara]]) 17 Juli 2020 00.03 (UTC)