Ali Akbar (arkeolog): Perbedaan revisi

140 bita ditambahkan ,  25 hari yang lalu
Wikify
k (Menghilangkan spasi sebelum tanda koma dan tanda titik dua)
(Wikify)
 
{{Rapikan}}
'''Ali Akbar''' dikenal sebagai arkeolog profesional dan juga pengamat sosial-budaya di Indonesia. Sebagai arkeolog, ia sering menjadi konsultan arkeologi di berbagai daerah di Indonesia dan di berbagai negara.
{{nocat}}
 
'''Ali Akbar''' dikenal sebagai [[arkeolog]] profesional dan juga pengamat sosial-budaya di [[Indonesia]]. Sebagai arkeolog, ia sering menjadi konsultan arkeologi di berbagai daerah di Indonesia dan di berbagai negara.
'''Ali Akbar''' adalah staf pengajar Departemen Arkeologi di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI. Ia telah melakukan banyak penelitian dan menulis beberapa judul buku, diantaranya buku "Situs Gunung Padang".<ref>https://news.detik.com/berita/2765231/arkeolog-ui-situs-gunung-padang-beri-bukti-indonesia-sebagai-bangsa-yang-mapan</ref> Selain mengajar dan meneliti, ia juga aktif di berbagai organisasi, yaitu sebagai ketua Masyarakat Arkeologi Indonesia (MARI), anggota Indo Pacific Prehistory Association (IPPA), anggota International Council on Monuments and Sites (ICOMOS), anggota International Scientific Committee on Archaeological Heritage Management (ICAHM).
 
'''Ali Akbar''' adalah staf pengajar Departemen Arkeologi di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI[[Universitas Indonesia]]. Ia telah melakukan banyak penelitian dan menulis beberapa judul buku, diantaranya buku "Situs Gunung Padang".<ref>https://news.detik.com/berita/2765231/arkeolog-ui-situs-gunung-padang-beri-bukti-indonesia-sebagai-bangsa-yang-mapan</ref> Selain mengajar dan meneliti, ia juga aktif di berbagai organisasi, yaitu sebagai ketua Masyarakat Arkeologi Indonesia (MARI), anggota Indo Pacific Prehistory Association (IPPA), anggota International Council on Monuments and Sites (ICOMOS), anggota International Scientific Committee on Archaeological Heritage Management (ICAHM).
Ali Akbar memimpin berbagai riset baik di dalam maupun di luar negeri. Beberapa di antara adalah di Situs Kayangan Api, Situs Banten Lama, Situs Pelabuhan Ratu, Situs Gunung Padang, dan Situs Batu Naga.
 
Ali Akbar memimpin berbagai riset baik di dalam maupun di luar negeri. Beberapa di antara adalah di Situs [[Kayangan Api]], [[Kota Kuno Banten|Situs Banten Lama]], Situs Pelabuhan Ratu, [[Situs Gunung Padang]], dan Situs Batu Naga.
Beberapa riset dan presentasi di luar negeri di antaranya di Belanda, Jerman, Prancis, Belgia, Swiss, Italia, Inggris, Wales, Finlandia, Malaysia, Singapura, Cina, India, Vietnam, Korea Selatan, Arab Saudi, Yordania, Mesir.
 
Beberapa riset dan presentasi di luar negeri di antaranya di [[Belanda]], [[Jerman]], [[Prancis]], [[Belgia]], [[Swiss]], [[Italia]], [[Inggris]], [[Wales]], [[Finlandia]], [[Malaysia]], [[Singapura]], [[Cina]], [[India]], [[Vietnam]], [[Korea Selatan]], [[Arab Saudi]], [[Yordania]], [[Mesir]].
 
Pada 2006 ia terpilih sebagai Peneliti Muda Indonesia Terbaik di Bidang Sosial dan Budaya yang dianugerahkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Pada 2007, Ali Akbar terpilih menjadi penerima beasiswa dari Yayasan Sumber Daya Manusia dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (The Habibie Center).
 
Pada tahun 2008, ia memeroleh beasiswa dari [[Universitas Indonesia]] - Sasakawa (The Nippon Foundation). Pada 2009, Universitas Indonesia memilihnya sebagai Peneliti Muda Terbaik Rumpun Ilmu Sosial Humaniora.
 
Buku-buku Karya Ali Akbar:
# Prasejarah di Jakarta dan Sekitarnya (2007)
 
1.# PrasejarahMuseum di JakartaIndonesia: Kendala dan SekitarnyaHarapan (20072010)
3.# 9 Ciri Negatif Manusia Indonesia (2011)
 
2. Museum di Indonesia: Kendala dan Harapan (2010)
 
3. 9 Ciri Negatif Manusia Indonesia (2011)
 
Penelitian Ali Akbar yang pernah dipublikasikan:
 
# Situs Gunung Padang: Misteri dan Arkeologi (2013, Jakarta: Change Publication)
# “Quranic Archaeology as a knowledge branch of archaeology”, Heritage of Nusantara: International Journal of Religion Literature and Heritage. Vol. 1/1 (June 2012): 1-20
# “Cultural Resources Management for a Majapahit Kingdom Site in Trowulan, East Java, Indonesia. Conservation and Management of Archaeological Sites. Vol. 16/4 (November 2014): 297-307
# Reconstruction of an indigenous community's belief in dragon; Research on prehistoric Batu Naga Site in Kuningan, West Java, Jurnal Wacana, Vol 18/3 (2017)
 
Ali Akbar juga berbagi di channel youtube: <nowiki>http://bit.ly/AliAkbarBerkabar</nowiki>
 
== Referensi ==
{{reflist}}
 
== Pranala luar ==
{{YouTube|channel=Ali Akbar|link=http://bit.ly/AliAkbarBerkabar}}