Stasiun Demak: Perbedaan revisi

104 bita dihapus ,  9 bulan yang lalu
k
Replace {{s-line}} to {{adjacent stations}}, replaced: {{s-rail-start}} {{s-rail|title=KAI}} {{s-line|system=KAI|previous=Buyaran|line=Jurnatan–Demak|rows1=3}} {{s-line|system=KAI|line=Demak–Kudus|next=Branjangan|hide1= using AWB
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
k (Replace {{s-line}} to {{adjacent stations}}, replaced: {{s-rail-start}} {{s-rail|title=KAI}} {{s-line|system=KAI|previous=Buyaran|line=Jurnatan–Demak|rows1=3}} {{s-line|system=KAI|line=Demak–Kudus|next=Branjangan|hide1= using AWB)
| class = Besar
| nomor = 3609
| letak = * km 24+932 lintas ''[[Stasiun Jurnatan|Jurnatan]]–[[Stasiun Demak|Demak]]––Demak–<br>[[Stasiun Kudus|Kudus]]–[[Stasiun Juwana|Juwana]]–<br>[[Stasiun Rembang|Rembang]]–[[Stasiun Jatirogo|Jatirogo]]''
* km 0+000 lintas ''[[Stasiun Demak|Demak]]–Demak–[[Stasiun Purwodadi|Purwodadi]]–[[Stasiun Wirosari|Wirosari]]–[[Stasiun Blora|Blora]]''
| line = -
| track = 7
=== Stasiun Demak generasi kedua ===
Stasiun Demak yang saat ini merupakan Stasiun Demak generasi kedua yang dibangun SJS. Stasiun baru ini diresmikan dengan pesta yang meriah pada malam hari tanggal 25 April 1921. Stasiun baru ini dibangun untuk menggantikan stasiun lama sekaligus merelokasi trase lama yang berlokasi di pusat Kota Demak ke barat daya pusat Kota Demak untuk
mendukung layanan yang semakin padat. Dengan diresmikannya bangunan stasiun baru, maka operasional Stasiun Demak Lama dipindahkan ke Stasiun Demak Baru, ''Stopplaats'' Aloon-aloon Demak dinonaktifkan berikut trase lamanya. Menurut koran ''De Locomotief'', bangunan stasiun baru ini akan mulai dioperasikan pada hari Rabu, 27 April 1921. Bangunan stasiun generasi kedua ini dirancang oleh Tuan van Nijmegen Sehonegevel sebagai [[insinyur]], Tuan van Leeuwen sebagai [[arsitek]], dan Tuan Widagdi sebagai pengawasnya.<ref name=":Peta"/><ref name=":de locomotief">{{citenews|title=Het Nieuwe Station van Demak geopend|url=https://www.delpher.nl/nl/kranten/view?query=%28Station+demak+geopend%29&coll=ddd&resultsidentifier=MMKB23:001683089:mpeg21:a00006&identifier=MMKB23:001683089:mpeg21:a00006|newspaper =De Locomotief|work=delpher.nl|date=26-04-1921|access-date=13-06-2020}}</ref><ref name=":Peta"/>
 
Pada tahun 1986, jalur kereta api yang melayani Kemijen hingga Rembang ditutup karena prasarana yang tua, banyaknya penumpang gelap yang membuat PJKA kehilangan pendapatan, dan kalah bersaing dengan mobil pribadi dan angkutan umum. Walaupun demikian, perlu diketahui bahwa foto koleksi de Jong dalam buku ''Spoorwegstations op Java'' yang diterbitkan pada tahun 1993 menampilkan bahwa pada tahun 1990 stasiun ini masih menampakkan atap dan jalur-jalurnya yang sudah mangkrak. Jalur tersebut kemungkinan dibongkar pada tahun 1996 hingga akhir tahun 1990-an.<ref>{{Cite book|title=Spoorwegstations op Java|last=de Jong|first=Michiel van Ballegoijen|year=1993|isbn=|location=|pages=}}</ref><ref>{{Cite book|title=Kota Demak Sebagai Bandar Dagang di Jalur Sutra|last=Ramelan|first=Wiwin Djuwita|publisher=Direktorat Jenderal Kebudayaan, Depdikbud RI|year=1997|isbn=|location=|pages=}}</ref>
Bangunan stasiun ini menggunakan [[Arsitektur Hindia Baru|arsitektur bergaya Hindia Baru (Nieuwe Indische Bouwstijl)]] dengan atap yang diekspos sedemikian rupa sehingga menambah artistik bangunan. Sebagai stasiun besar, aktivitas pengangkutan barang dan penumpang di Kota Demak dipusatkan di stasiun ini.
 
Berdasarkan cetak biru di zaman Belanda, dahulunya Stasiun Demak memiliki 7 jalur dengan jalur 2 sebagai sepur lurus arah Semarang maupun Kudus, jalur 3 sebagai sepur lurus percabangan menuju Purwodadi, 1 peron sisi, dan 3 peron pulau. Dari jalur 1 terdapat sebuah sepur belok untuk bongkar muat barang dan sebuah sepur badug menuju gudang. Stasiun ini dilengkapi dengan atap ''overkapping'' yang memayungi 3 peron pulau, depot lokomotif, menara air dan sebuah gudang. Atap ''overkapping'' stasiun ini memiliki panjang 120 meter dan tinggi 7,5 meter.<ref name=":de locomotief"/>
 
Saat ini atap ''overkapping'' yang memayungi jalur dan peron sudah hilang. Bangunan gudang juga sudah dimanfaatkan sebagai kios. Bangunan depot lokomotif yang berada di sebelah barat emplasemen juga sudah hilang.
{{reflist}}
 
{{Adjacent stations|system1=KAI
{{s-rail-start}}
|line1=Jurnatan–Demak|left1=Buyaran
{{s-rail|title=KAI}}
|line2=Demak–Kudus|left2=Buyaran|right2=Branjangan
{{s-line|system=KAI|previous=Buyaran|line=Jurnatan–Demak|rows1=3}}
|line3=Demak–Purwodadi|left3=Buyaran|right3=Kadilangu
{{s-line|system=KAI|line=Demak–Kudus|next=Branjangan|hide1=yes}}
}}
{{s-line|system=KAI|line=Demak–Purwodadi|next=Kadilangu|hide1=yes}}
{{s-end}}
 
{{stasiun-stub}}
{{coord|-6.9010463|110.6344284|display=title}}
 
[[Kategori:Bekas stasiun kereta api di Jawa Tengah|Demak]]
[[Kategori:Demak, Demak]]
 
 
{{stasiun-stub}}