Rubens Barrichello: Perbedaan revisi

3 bita ditambahkan ,  1 bulan yang lalu
k (Perubahan kosmetik tanda baca)
 
Barrichello memulai debut F1-nya pada [[Grand Prix F1 Afrika Selatan 1993|GP Afrika Selatan 1993]]<ref>[http://www.f1db.com/f1/page/Panasonic_South_African_Grand_Prix_1993 South African GP 1993]</ref>, berbarengan dengan debut tim [[Sauber]] di ajang F1. Pada balapan ketiganya di [[Grand Prix F1 Eropa 1993|GP Eropa]] di Donington Park, Barrichello start dari P12, dan secara brilian mampu naik ke P4 saat lap pertama. Lantas kemudian ia naik lagi ke P2 setelah menyalip [[Damon Hill]] dan [[Alain Prost]], sebelum kemudian akhirnya menyerah karena kegagalan pasokan bahan bakar ke mesin.<ref>[http://www.ddavid.com/formula1/donig1993.htm The European Grand Prix 1993 (Donington)]</ref> Selama 1993, Barrichello mampu secara regular mengalahkan dua rekan setimnya yang jauh lebih berpengalaman, [[Ivan Capelli]] dan [[Thierry Boutsen]]. Rubens nyaris saja mencatat poin pertamanya di [[Grand Prix F1 Prancis 1993|GP Prancis]] sebelum akhirnya disalip [[Michael Andretti]] di lap terakhir. Raihan poin Rubens akhirnya bisa tercetak di [[Grand Prix F1 Jepang 1993|GP Jepang]]<ref>[http://www.grandprix.com/gpe/rr547.html Laporan lengkap GP Jepang 1993], Grandprix.com</ref> saat ia finis keenam, di atas rekan setim barunya, [[Eddie Irvine]]. Dua poin yang Rubinho raih menempatkannya di P18 klasemen akhir 1993.
 
Musim 1994 dimulai Rubens dengan baik. Ia berada di P4 saat [[Grand Prix F1 Brasil 1994|GP Brasil]] dan P3 di [[Grand Prix F1 Pasifik 1994|GP Pasifik]] di Aida, Jepang, yang memberikannya podium pertama dalam karier F1-nya. Namun di [[Grand Prix F1 San Marino 1994|GP San Marino]] di Imola, Rubens harus mengalami musibah, di mana saat sesi latihan Jumat mobilnya menabrak tembok di Variante Bassa. Karier Rubens di F1 sempat terancam, namun akhirnya ia bisa selamat dengan baik berkat kecepatan penanganan dari tim medis.<ref>Benson, Andrew. [http://news.bbc.co.uk/sport1/hi/motorsport/formula_one/3605579.stm A death that shocked the world]. BBC Sport. 21 April 2004. Retrieved 26 March 2009</ref> Besoknya di Sabtu, Imola kembali memakan korban saat [[Roland Ratzenberger]] (Simtek) menabrak tembok di Villeneuvetikungan curvaVilleneuve. Roland lantas tewas di tempat. Dan yang paling menyakitkan adalah pada hari Minggu, saat mentor sekaligus idola Rubens, Ayrton Senna wafat setelah Williams-nya menabrak tembok di tikungan Tamburello. GP San Marino 1994 kemudian dikenang oleh seluruh fans F1 di dunia sebagai balapan terhitam dalam sejarah F1.<ref>[http://www.ayrton-senna.com/s-files/doas.html Ayrton Senna death - The Senna Files]</ref>
 
Setelah F1 kembali memasuki masa normal di [[Grand Prix F1 Spanyol 1994|GP Spanyol 1994]], yang ditandai dengan masuknya pembalap muda David Coulthard ke tim Williams untuk menggantikan posisi Ayrton Senna, Barrichello kembali beraksi sampai musim berakhir, di mana di [[Grand Prix F1 Belgia 1994|Belgia]] ia meraih pole<ref>[http://www.grandprix.com/gpe/rr559.html F1 News - Grandprix.com > GP Encyclopedia > Races > Belgian GP, 1994]</ref>, dan sekaligus mencatatkan dirinya sebagai peraih pole position termuda saat itu (sebelum dipecahkan [[Fernando Alonso]] di [[Grand Prix F1 Malaysia 2003|Malaysia 2003]]). Ia juga sempat memimpin balapan beberapa lap di [[Grand Prix F1 Portugal 1994|GP Portugis]], dan juga P4 di [[Grand Prix F1 Australia 1994|Adelaide]]. Hasil akhir Rubens di musim tersebut adalah P4 klasemen dengan 19 poin.