Surat Batak: Perbedaan revisi

76 bita ditambahkan ,  6 bulan yang lalu
=== Penggunaan kontemporer ===
[[Berkas:Distorted batak sample, compared to authentic sample.png|ka|300px|jmpl|Contoh penulisan surat Batak kontemporer yang terdistorsi (kiri) dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi III yang dicetak pada tahun 2002, dibandingkan dengan penulisan berdasarkan naskah Batak otentik (kanan). Selain bentuk hurufnya yang sangat terdistorsi, contoh kiri juga memiliki sejumlah kesalahan [[#Ortografi|ortografis]] yang tidak pernah terjadi dalam naskah Batak asli.]]
Dalam ranah kontemporer, surat Batak telah menjadi bagian dari pengajaran muatan lokal di Sumatra Utara sejak 1980-an dan dapat ditemukan pada papan nama tempat-tempat umum tertentu.<ref name="uni"/> Pada Juni 1988, sebuah lokakarya yang berlangsung di Medan berupaya untuk menghasilkan suatu standar tunggal dari varian-varian surat Batak yang telah ada. Lokakarya ini menetapkan satu set aksara yang disederhanakan dengan beberapa tambahan untuk bunyi asing serta angka, namun ahli Batak seperti [[Uli Kozok]] menilai hasil lokakarya ini tidak memiliki dasar yang kuat dan sangat menyimpang dari penulisan Batak asli.{{efn|DilaporkanLokakarya bahwaSurat panitiaBatak lokakaryayang tersebutberlangsung pada Juni 1988 tercatat tidak memilikidihadiri satupunoleh ahli sastra Batak maupun filologifilolog dengan kompetensi yang memadai, sehingga peneliti seperti Uli Kozok mengkritik bahwa "[hasilSurat Batak yang dihasilkan lokakarya initersebut "... [memiliki] banyak kesalahan dan kejanggalan ... yang membuktikan bahwa para pencipta [lokakarya] ''Surat Pustaha'' [dari lokakarya tersebut] tidak terlalu memahami materinya."{{sfn|Kozok|2009|pp=92-93}}}} Hasil lokakarya ini tidak pernah diberlakukan secara resmi ataupun digunakan secara luas,{{sfn|Kozok|2009|pp=92}} meski beberapa cuplikan tabelnya kadang dapat ditemukan di internet.<ref>[http://www.ancientscripts.com/files/Surat%20Batak.pdf Ulasan singkat mengenai Surat Batak oleh Andre Samosir kepada Lawrence K Lo untuk ancientscripts.com]</ref> Pada umumnya, sedikit sekali masyarakat Batak kontemporer yang pernah melihat teks Batak otentik atau substantif karena budaya tulis tradisional yang berkurang drastis dan percetakan surat Batak yang tidak berlanjut sejak awal abad ke-20. Pada abad ke-21, surat Batak hanya sesekali digunakan untuk fungsi ornamental, dan satu-satunya "naskah" bersurat Batak yang masih sering dihasilkan di ranah Batak kontemporer adalah tiruan pustaha sebagai cendramata di pusat-pusat pariwisata seperti [[Parapat, Girsang Sipangan Bolon, Simalungun|Parapat]] dan [[Tomok]]. Akibatnya, surat Batak yang kini diajarkan sering kali terdistorsi atau banyak menyimpang dari penulisan dalam naskah-naskah asli tanpa disadari oleh penulis masing-masing.{{sfn|Kozok|1996|pp=245-246}}{{sfn|Kozok|1999|pp=10}} Salah satu contohnya dalam publikasi resmi misal contoh Surat Batak dalam [[Kamus Besar Bahasa Indonesia]] Edisi III yang dicetak tahun 2002, halaman 1341.{{sfn|Kozok|2009}}
 
== Bentuk ==