Stasiun Demak: Perbedaan revisi

19 bita ditambahkan ,  10 bulan yang lalu
→‎Stasiun Demak generasi kedua: Referensi untuk Stopplaats Aloon-aloon Demak
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
(→‎Stasiun Demak generasi kedua: Referensi untuk Stopplaats Aloon-aloon Demak)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
 
=== Stasiun Demak generasi kedua ===
Stasiun Demak yang saat ini merupakan Stasiun Demak generasi kedua yang dibangun SJS. Stasiun baru ini diresmikan dengan pesta yang meriah pada malam hari tanggal 25 April 1921 (?). Stasiun baru ini dibangun untuk menggantikan stasiun lama dan merelokasi trase lama yang berlokasi di pusat Kota Demak ke barat daya pusat Kota Demak agar tidak mengganggu aktivitas kota. Dengan diresmikan bangunan stasiun baru, maka otomatis operasional Stasiun Demak Lama dipindahkan ke Stasiun Demak Baru, ''Stopplaats'' Aloon-aloon Demak dinonaktifkan berikut trase lamanya.<ref>{{citenews|title=Het Nieuwe Station van Demak geopend|url=https://www.delpher.nl/nl/kranten/view?query=%28Station+demak+geopend%29&coll=ddd&resultsidentifier=MMKB23:001683089:mpeg21:a00006&identifier=MMKB23:001683089:mpeg21:a00006|newspaper =De Locomotief|work=delpher.nl|date=26-04-1921|access-date=13-06-2020}}</ref><ref name=":Peta"/>
 
Pada tahun 1986, jalur kereta api yang melayani Kemijen hingga Rembang ditutup karena sarana yang tua dan kalah bersaing dengan mobil pribadi dan angkutan umum. Walaupun demikian, perlu diketahui bahwa foto koleksi de Jong dalam buku ''Spoorwegstations op Java'' yang diterbitkan pada tahun 1993 menampilkan bahwa pada tahun 1990 stasiun ini masih menampakkan atap dan jalur-jalurnya yang sudah mangkrak. Jalur tersebut kemungkinan dibongkar pada tahun 1996 hingga akhir tahun 1990-an.<ref>{{Cite book|title=Spoorwegstations op Java|last=de Jong|first=Michiel van Ballegoijen|year=1993|isbn=|location=|pages=}}</ref><ref>{{Cite book|title=Kota Demak Sebagai Bandar Dagang di Jalur Sutra|last=Ramelan|first=Wiwin Djuwita|publisher=Direktorat Jenderal Kebudayaan, Depdikbud RI|year=1997|isbn=|location=|pages=}}</ref>
4.115

suntingan