Thailand: Perbedaan revisi

31.087 bita ditambahkan ,  5 bulan yang lalu
k
←Suntingan 103.105.35.40 (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh AMA Ptk
(penambahan perbaikan)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
k (←Suntingan 103.105.35.40 (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh AMA Ptk)
Tag: Pengembalian
{{Thailand infobox}}
#4RY4 DW1
'''Kerajaan Thai''' (nama resmi {{lang-th|ราชอาณาจักรไทย}} ''Ratcha Anachak Thai'', Raja Adnyacakra Thai; atau ''Prathēt Thai'', Pradesa Thai), yang lebih sering disebut '''Thailand''' dalam [[bahasa Inggris]], atau dalam bahasa aslinya '''Mueang Thai''' (dibaca: "meng-thai", sama dengan versi Inggrisnya, berarti "Negeri Thai"), adalah sebuah negara di [[Asia Tenggara]] yang berbatasan dengan [[Laos]] dan [[Kamboja]] di timur, [[Malaysia]] dan [[Teluk Siam]] di selatan, dan [[Myanmar]] dan [[Laut Andaman]] di barat. Kerajaan Thai dahulu dikenal sebagai [[Siam]] sampai tanggal [[11 Mei]] [[1949]]. Kata "Thai" (''ไทย'') berarti "kebebasan" dalam [[bahasa Thai]], tetapi juga dapat merujuk kepada [[suku Thai]], sehingga menyebabkan nama ''Siam'' masih digunakan di kalangan warga negara Thai terutama kaum minoritas Tionghoa dan Amerika.
IRI BILANG BOZZ
(PLEASE LOCK THIS CONTENT!)
 
Orang-orang Thailand bermigrasi dari Cina barat daya ke daratan Asia Tenggara selama berabad-abad. Referensi paling awal yang diketahui tentang kehadiran mereka di wilayah tersebut berkaitan dengan pengasingan orang Siam di prasasti abad ke-12 di kompleks kuil Khmer Angkor Wat di Kamboja yang menyebut mereka "palsu" atau "perang lama". Daerah itu pernah dikuasai oleh berbagai pemerintah negara bagian India seperti Mon, Khmer Empire dan negara-negara Melayu, bersaing dengan negara-negara seperti Ngoenyang Thailand, Sukhothai, kerajaan Chiang Mai, Lan Na dan Ayutthaya juga saling bertentangan. Orang-orang Eropa tiba pada abad ke-16, dimulai dengan misi diplomatik Portugis ke Ayutthaya pada tahun 1511. Abad-abad berikutnya melihat berbagai kekuatan kolonial Eropa menduduki wilayah-wilayah di Indocina, di mana Thailand kehilangan sebagian besar wilayahnya oleh Prancis dan Inggris tetapi tetap satu-satunya. Negara-negara Asia Tenggara yang selamat dari pendudukan. Sejak pemerintahan Raja Rama IV pada pertengahan abad ke-19, Thailand telah berkampanye untuk memodernisasi negara sesuai dengan standar Barat. Hal ini menyebabkan transisi dari monarki monarki ke monarki konstitusional pada tahun 1932. Tetapi 60 tahun berikutnya melihat pemerintahan militer dan demokratis berganti, dengan kudeta terbaru pada Mei 2014.
#4RY4 DW1
 
IRI BILANG BOZZ
Thailand adalah anggota pendiri Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) dan tetap menjadi sekutu utama Amerika Serikat.<ref>{{Cite web|url=https://avalon.law.yale.edu/20th_century/usmu003.asp|title=American foreign policy. 1950-1955; basic documents|website=avalon.law.yale.edu|access-date=2020-06-09}}</ref><ref>{{Cite web|url=https://www.law.cornell.edu/uscode/text/22/2321k|title=22 U.S. Code § 2321k - Designation of major non-NATO allies|website=LII / Legal Information Institute|language=en|access-date=2020-06-09}}</ref> Meskipun ada perubahan kepemimpinan yang relatif sporadis, itu dianggap sebagai kekuatan regional di Asia Tenggara dan kekuatan menengah dalam urusan global.<ref>{{Cite book|url=https://books.google.co.th/books?id=FGM1zEdCOmAC&pg=PA103&lpg=PA103&dq=middle+power+philippines&source=bl&ots=vrzASjVnf_&sig=YBVVPgRkVxzcg-VOOB5V97EwIYE&hl=en&ei=OBq0SbegJcnWkAW31sC5BA&sa=X&oi=book_result&ct=result&redir_esc=y#PPA104,M1|title=Middle Power Statecraft: Indonesia, Malaysia, and the Asia Pacific|last=Ping|first=Jonathan H.|date=2005|publisher=Ashgate|isbn=978-0-7546-4467-5|language=en}}</ref> Dengan tingkat perkembangan manusia yang tinggi, ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara, dan terbesar ke-20 oleh PDB, Thailand digolongkan sebagai ekonomi industri baru; manufaktur, pertanian, dan pariwisata adalah sektor-sektor utama perekonomian.
(PLEASE LOCK THIS CONTENT!)
 
== Sejarah ==
{{noref}}
{{utama|Sejarah Kerajaan Thai}}Ada bukti bahwa Thailand menduduki manusia 40.000 tahun yang lalu dengan artefak batu yang berasal dari Bendungan Batu Tham Lod di Mae Hong Son. Mirip dengan daerah lain di Asia Tenggara, Thailand sangat dipengaruhi oleh budaya dan agama India, yang berasal dari Kerajaan Funan sekitar abad pertama Masehi dengan Kerajaan Khmer.<ref>{{Cite web|url=https://www.britannica.com/place/Thailand|title=Thailand {{!}} Geography, Economy, History, & Facts|website=Encyclopedia Britannica|language=en|access-date=2020-06-09}}</ref> Thailand pada hari-hari awal tunduk pada kekuasaan Khmer Empire yang kuat dari akar Hindu, sehingga pengaruhnya di Thailand tetap sampai hari ini.
 
Pengaruh India pada budaya Thailand sedikit sampai pada kontak langsung dengan pemukim India, tetapi terutama disebabkan oleh dvaravati, Sriwijaya, dan kerajaan Kamboja.<ref>{{Cite book|url=https://books.google.co.th/books?id=m42TldA_OvAC&lpg=PA48&ots=oTXx4oNVgD&dq=Some%20Aspects%20of%20Asian%20History%20and%20Culture%20by%20Upendra%20Thakur%20p.157&pg=PA157#v=onepage&q&f=false|title=Some Aspects of Asian History and Culture|last=Thakur|first=Upendra|date=1986|publisher=Abhinav Publications|isbn=978-81-7017-207-9|language=en}}</ref> EA. Voretzsch percaya bahwa Buddhisme mengalir ke Siam dari India untuk waktu yang lama sejak zaman Kaisar India Ashoka dari Kekaisaran Maurya hingga milenium pertama. Kemudian Thailand dipengaruhi oleh dinasti Pallava di India selatan dan Kekaisaran Gupta di India utara.
 
Menurut George Cœdès, "orang-orang Thailand pertama kali memasuki sejarah India Jauh pada abad ke-11 dengan apa yang disebut sebagai budak atau tawanan perang Suriah" dalam prasasti Champa, dan "pada abad ke-12, lembah Wat Angkor" adalah "semacam pahlawan "Dijelaskan sebagai Sham. Selain itu, "bangsa Mongol setelah penangkapan Ta-li pada tanggal 7 Januari 1253 dan rekonsiliasi Yunnan tahun 1257, tidak mendukung pembentukan negara Thailand kecil untuk menggantikan kerajaan-kerajaan imperialis." Basin Basin awalnya ditempati oleh suku Mon, menjadi situs Dvaravati pada abad ke-7, diikuti oleh Kekaisaran Khmer pada abad ke-11. Sejarah Yuan menyebutkan seorang duta besar kerajaan Sukhothai pada 1282. Pada 1287, tiga penguasa Thailand, Mangrai, Ngam Muang, dan Ram Khamhaeng membentuk "aliansi persahabatan yang solid".
 
Setelah jatuhnya Kekaisaran Khmer pada abad ke-13, di mana berbunga berbagai negara dibentuk oleh keluarga Tai, Mon, Khmer, Cham dan Etnis Melayu, seperti yang terlihat melalui beberapa situs arkeologi dan artefak yang tersebar di seluruh medan Siam. Tetapi sebelum abad ke-12, Kerajaan Buddhisme Sukhothai dianggap sebagai negara Thailand atau Siam pertama yang didirikan pada 1238.
 
=== Kerajaan Sukhothai ===
Kota Sukhothai sebelumnya merupakan bagian dari [[Kerajaan Khmer]] sampai dengan tahun 1238, yaitu pada saat dua pemimpin bangsa [[Suku Thai|Thai]], Pho Khun Pha Muang dan Pho Khun Bang Klang Hao, menyatakan kedaulatannya dan mendirikan kerajaan untuk bangsa Thai. Pho Khun Bang Klang Hao kemudian menjadi raja pertama Sukhothai, dan menamakan dirinya Pho Khun Si Indrathit (atau Intradit). Kejadian ini secara tradisi dianggap merupakan awal berdirinya negara Thai modern, meskipun terdapat beberapa kerajaan Thai yang tidak begitu terkenal, seperti Lanna, Phayao dan Chiang Saen, yang juga didirikan sekitar waktu yang sama.
 
Sukhothai berkembang dengan cara membentuk aliansi dengan kerajaan-kerajaan Thai lainnya, dimana kerajaan-kerajaan tersebut memeluk agama [[Buddha Theravada]] sebagai agama negara dengan bantuan dari para [[biksu]] dari [[Sri Lanka]]. Pemerintahan Intradit dilanjutkan oleh anaknya Pho Khun Ban Muang, yang pada tahun 1278 diikuti oleh saudaranya Pho Khun [[Ramkhamhaeng]]. Di bawah pemerintahannya, yang juga disebut dengan nama Raja Ramkhamhaeng Agung, Sukhothai menikmati [[masa keemasan]] sebagai puncak kemakmurannya. Ramkhamhaeng dianggap sebagai pencipta alfabet Thai (secara tradisional diperkirakan tahun 1283, dengan bukti kontroversial berupa batu Ramkhamhaeng, yaitu suatu batu berinskirpsi yang dianggap merupakan bukti tulisan Thai tertua).
 
Pada puncaknya, Sukhothai diperkirakan terbentang meliputi Martaban (sekarang di [[Myanmar]]) sampai Luang Prabang (sekarang [[Laos]]), serta ke arah selatan di Semenanjung Malaysia sampai sejauh Nakhon Si Thammarat (Tambralinga). Dengan demikian pengaruhnya lebih luas daripada Thailand modern, meskipun tingkat kekuasaan yang diterapkan terhadap wilayah-wilayah tersebut berbeda-beda.
 
Setelah kematian Ramkhamhaeng, Sukhothai melemah dan berbagai kerajaan bawahannya mulai melepaskan diri. Sementara itu [[Kerajaan Ayutthaya]] yang merupakan saingannya semakin meningkat kekuasaannya. Pada akhirnya Raja Thammaracha II dari Sukhothai tahun 1378 terpaksa menyerahkan kekuasaannya, dan Sukhothai menjadi negara bawahan Ayutthaya. Sekitar tahun 1430, Raja Thammaracha IV memindahkan ibu kota Sukhothai ke [[Phitsanulok]], dan setelah kematiannya tahun 1438, status Sukhothai berubah hanya menjadi sekadar provinsi dari Ayutthaya.
 
=== Kerajaan Ayutthaya ===
[[Berkas:WatChaiwatthanaram 2292 original.JPG|jmpl|180x180px|Reruntuhan Wat Chaiwatthanaram di Ayutthaya. Itu dibangun pada abad ke-17 dan dibakar dan dijarah oleh pasukan Burma pada tahun 1767.|al=|kiri]]
'''Ayodhya''', nama kerajaan yang dipimpin oleh Sri [[Rama]], tokoh dalam [[Ramayana]]. Pada tahun 1350 Raja Ramathibodi I (Uthong) mendirikan Ayyuthaya sebagai ibu kota kerajaannya dan mengalahkan dinasti [[Kerajaan Sukhothai]], yaitu 640&nbsp;km ke arah utara, pada tahun 1376.
 
Dalam perkembangannya, Ayyuthaya sangat aktif melakukan perdagangan dengan berbagai negara asing seperti [[Tiongkok]], [[India]], [[Jepang]], [[Persia]] dan beberapa negara Eropa. Penguasa Ayyuthaya bahkan mengizinkan pedagang [[Portugal|Portugis]], [[Spanyol]], [[Belanda]], dan [[Prancis]] untuk mendirikan permukiman di luar tembok kota Ayyuthaya. Raja Narai (1656-1688) bahkan memiliki hubungan yang sangat baik dengan Raja [[Louis XIV]] dari Prancis dan tercatat pernah mengirimkan dutanya ke Prancis.{{Multiple image|align=right|image1=AMH-5626-NA Bird's eye view of the city of Judja.jpg|caption1=Pertempuran gajah antara [[Naresuan]] dan Mingyi Swa, Perang Burma-Siam (1584-1593).|image2=Narai observatory.jpg|caption2=Perwakilan Narai dari Perancis|caption3=Ayutthaya (Siam), c. 1686 M .. CE ..|image3=French depiction of King Narai.jpg|width1=186|width2=150|width3=80|direction=|width=|background color=#FFFACD|header=[[Kerajaan Ayutthaya]] pada masa pemerintahan [[Narai]]}}Setelah melalui pertumpahan darah perebutan kekuasaan antar dinasti, Ayutthaya memasuki abad keemasannya pada perempat kedua abad ke-18. Pada masa yang relatif damai tersebut, kesenian, kesusastraan dan pembelajaran berkembang. Perang yang terjadi kemudian ialah melawan bangsa luar. Ayyuthaya mulai berperang melawan [[dinasti Nguyen]] (penguasa [[Vietnam Selatan]]) pada tahun 1715 untuk memperebutkan kekuasaan atas [[Kamboja]].
 
Meskipun demikian ancaman terbesar datang dari [[Birma]] dengan pemimpin [[Alaungpaya|Raja Alaungpaya]] yang baru berkuasa setelah menaklukkan wilayah-wilayah [[Suku Shan]]. Pada tahun 1765 wilayah Thai diserang oleh dua buah pasukan besar Birma, yang kemudian bersatu di Ayutthaya. Menghadapi kedua pasukan besar tersebut, satu-satunya perlawanan yang cukup berarti dilakukan oleh sebuah desa bernama Bang Rajan. Ayutthaya akhirnya menyerah dan dibumihanguskan pada tahun 1767 setelah pengepungan yang berlarut-larut. Berbagai kekayaan seni, perpustakaan-perpustakaan berisi kesusastraan, dan tempat-tempat penyimpanan dokumen sejarah Ayutthaya nyaris musnah; dan kota tersebut ditinggalkan dalam keadaan hancur.
 
=== Kerajaan Thonburi ===
{{Multiple image|align=left|image1=พระเจ้าตากทรงม้า.jpg|caption1=Monumen [[Taksin]] yang agung, patung Raja Taksin dan empat prajuritnya yang terpercaya di Chanthaburi|image2=Thonburi.jpg|caption2=Peta menunjukkan area [[Kerajaan Thonburi]] Selama pemerintahan Raja Taksin|width1=150|width2=101|direction=|width=|background color=#FFF5FA|header=[[Kerajaan Thonburi]]}}Dalam keadaan negara yang tidak menentu, provinsi-provinsi melepaskan diri dan menjadi negara-negara independen di bawah pimpinan penguasa militer, biksu pemberontak, atau sisa-sisa keluarga kerajaan. Bangsa Thai dapat terselamatkan dari penaklukan Birma karena terjadinya serangan [[Tiongkok]] terhadap Birma serta adanya perlawanan dari seorang pemimpin militer bangsa Thai bernama Phraya Taksin, yang akhirnya mengembalikan kesatuan negara.
 
Setelah serbuan Burma yang membumihanguskan ibu kota Ayutthaya, Jenderal Taksin mendirikan kerajaan baru pada tahun 1769 yang beribu kota di [[Thonburi]] (sekarang termasuk dalam [[Bangkok]]) dan menyatukan kembali bekas kerajaan Ayutthaya. Taksin kemudian dianggap gila dan dieksekusi tahun 1782<ref>[http://countrystudies.us/thailand/13.htm THE BANGKOK PERIOD, 1767-1932] ''Thailand: A Country Study''</ref>, dan digantikan oleh Jenderal Chakri, yang menjadi raja pertama dinasti Chakri dengan nama Rama II. Tahun yang sama dia mendirikan ibu kota baru di [[Bangkok]], di seberang [[sungai Chao Phraya]] dari ibu kota lama yang didirikan Jenderal Taksin. Pada tahun 1790-an Burma berhasil diusir dari Siam.
 
=== Kerajaan Rattanakosin ===
[[Berkas:Temple of the Emerald of buddha or Wat Phra Kaew.jpg|jmpl|180x180px|[[Wat Phra Kaew]], arsitektur periode Rattanakosin]]
Para penerus Rama I harus menghadapi ancaman kolonialisme Eropa setelah kemenangan [[Britania]] di Burma tahun 1826. Pada tahun yang sama Siam menandatangani perjanjian dengan Britania Raya, dan tahun 1833 Siam menjalin hubungan diplomatik dengan [[Amerika Serikat]].<ref>[http://countrystudies.us/thailand/14.htm The Chakkri Dynasty] ''Thailand. A Country Study''</ref> [[Perjanjian Inggris-Siam 1909]] menentukan batas-batas Siam dengan [[Malaya]], sedangkan serangkaian perjanjian dengan [[Prancis]] mematok batas timur dengan [[Laos]] dan [[Kamboja]].
{{multiple image|align=right|direction=vertical|width=180|width1=180|image1=King of Siam in Russia 1897.jpg|caption1=Raja [[Chulalongkorn]] di Rusia pada tahun 1897 dengan [[Nicholas II]] Dari Rusia, Istana Al Exander.|width2=180|image2=Flag of Siam (1855).svg|caption2="Bendera gajah putih" Bendera Thailand dari tahun 1855 hingga 1916.}}Di usia [[Chulalongkorn]], Pada kekuasaannya terjadi modernisasi Siam dan reformasi sosial. Karena Siam terancam akan ekspansi Barat, Chulalongkorn, melalui kebijakannya, berhasil menyelamatkan Siam dari kolonisasi. Semua reformasinya dilakukan untuk keselamatan Siam di tengah kolonialisme Barat.
 
Kerajaan Thai tetap bertahan sebagai satu-satunya negara di [[Asia Tenggara]] yang tidak pernah dijajah oleh negara Eropa<ref>{{cite news|url=http://www.indianexpress.com/news/king-country-and-the-coup/13140/0|title=King, country and the coup|date=22 September 2006|work=The Indian Express|location=Mumbai|accessdate=3 November 2011}}</ref>, (namun pernah diduduki oleh tentara Jepang sebagai Teritori Imperial. Oleh karena mendapat pengaruh dan tekanan bangsa Barat yang mengakibatkan berbagai perubahan pada [[abad ke-19]] maka diberikan banyak kelonggaran bagi pedagang-pedagang Britania di Thailand.
 
=== Monarki konstitusional ===
Kudeta tahun 1932 mengubah Siam menjadi Thailand modern yang berupa monarki konstitusional.<ref>[http://countrystudies.us/thailand/19.htm 1932 Coup] ''Thailand: A Country Study''</ref> Perubahan nama dari Siam menjadi Thailand sendiri baru diumumkan Perdana Menteri [[Plaek Pibulsonggram]] (Phibun) pada tahun 1939. Pemerintahan Perdana Menteri Phibun ini ditandai dengan bangkitnya nasionalisme Thai.<ref>[http://countrystudies.us/thailand/20.htm Phibun and the Nationalist Regime] ''Thailand: A Country Study''</ref>
 
Setelah Perancis ditaklukkan oleh Nazi Jerman pada bulan Juni 1940, banyak orang Thailand melihat kesempatan emas untuk merebut kembali wilayah yang diserahkan kepada Perancis pada zaman Raja Rama V. Kampanye publisitas pemimpin nasionalis berlangsung di Bangkok pada 8 Oktober 1940. Pemerintah Thailand sampai pada kesimpulan bahwa Indocina Prancis tidak dapat mempertahankan diri, sehingga harus menyerahkan wilayah yang diambil dari Thailand. Proposal ini sangat ditentang oleh Perancis yang kemudian mengerahkan pasukan ke perbatasan Thailand di Aranyaprathet. Perdana Menteri Thailand saat itu Plaek Phibunsongkhram menganggapnya sebagai tindakan perang. Meskipun tentara dan angkatan udara lebih sedikit dari Perancis, Thailand memenangkan sebagian besar pertempuran. Tetapi Jepang khawatir bahwa kemajuan Thailand akan menghalangi mereka karena Jepang diizinkan menduduki Indocina Prancis Utara. Karena itu Jepang ikut campur dalam konflik. Gencatan senjata ditandatangani pada 9 Mei 1941 dengan penyerahan beberapa wilayah Pribumi Prancis ke Thailand.
 
Pada bulan Januari 1941, Thailand menginvasi [[Indochina Prancis]], dan memulai perang Thai-Prancis. Thailand berhasil merebut Laos, sedangkan Prancis memenangkan pertempuran laut Koh-Chang. Perang tersebut berakhir lewat mediasi [[Jepang]]. Prancis dipaksa Jepang untuk melepaskan wilayah sengketa kepada Thailand.
 
Dalam perang dunia II Thailand memberi hak kepada Jepang untuk menggerakkan pasukannya dalam wilayah Thailand menuju Malaya, yang pada saat itu dikuasai Inggris. Pada bulan Desember 1941 Thailand dan Jepang menyetujui persekutuan militer yang berisi persetujuan Jepang untuk membantu Thailand untuk merebut kembali wilayah yang diambil Britania dan Prancis ([[Shan]], [[Malaya]], [[Singapura]], sebagian [[Yunnan]], [[Laos]] dan [[Kamboja]]). Sebagai imbalannya, Thailand akan membantu Jepang menghadapi [[Sekutu Perang Dunia II|Sekutu]].<ref>[http://countrystudies.us/thailand/21.htm World War II] ''Thailand: A Country Study''</ref>
 
Setelah kekalahan Jepang, Thailand diperlakukan sebagai negara yang kalah oleh Britania dan Prancis. Namun dukungan Amerika Serikat terhadap Thailand membatasi kerugian yang diderita Thailand. Thailand harus mengembalikan wilayah yang diperolehnya dari kedua negara Eropa tersebut, tetapi Thailand sendiri tidak diduduki.<ref>[http://countrystudies.us/thailand/22.htm Pridi and the Civilian Regime, 1944-47] ''Thailand: A Country Study''</ref> Thailand kemudian menjadi sekutu Amerika Serikat menghadapi ancaman [[komunisme]] dari negara-negara tetangganya.
 
Pada tahun 1967, bersama-sama dengan [[Indonesia]], [[Malaysia]], [[Singapura]] dan [[Filipina]], Thailand mendirikan [[ASEAN]] dan aktif sebagai anggota di dalamnya.
 
=== Sejarah kontemporer ===
Pada tanggal [[26 Desember]] [[2004]], pesisir barat Kerajaan Thai diterjang [[tsunami]] setinggi 10 meter setelah terjadinya [[gempa bumi Samudra Hindia 2004]], menewaskan 5.000 orang di Kerajaan Thai, dan setengahnya merupakan [[wisatawan]].
 
Pada awal [[2005]] terjadi sebuah tragedi di Kerajaan Thai Selatan yang mempunyai populasi dengan mayoritas [[Muslim]]. Sekitar 70 orang terbunuh akibat kekerasan yang dilakukan oleh rezim Shinawatra. Banyak negara yang mengecam keras tragedi ini. Namun dalam pemilihan kepala pemerintahan, Thaksin Shinawatra kembali memerintah negara ini untuk empat tahun berikutnya.
 
== Geografi ==
{{utama|Geografi Thailand}}
 
=== Wilayah ===
[[Berkas:Thailand BMNG.png|jmpl|200x200px|Satelit peta komposit Thailand.]]
Kerajaan Thai merupakan tempat terletaknya beberapa wilayah geografis yang berbeda. Di sebelah utara, keadaannya bergunung-gunung, dan titik tertingginya berada di [[Doi Inthanon]] (2.576 m). Thailand utara adalah daerah [[Gunung|pegunungan]]. Pegunungan Paralel yang membentang dari Daen Lao Range (ทิวเขาแดนลาว), di wilayah selatan dari Bukit Shan, di utara/selatan arah, Dawna Range (ทิวเขาดอยมอนกุจู) membentuk perbatasan barat dari Thailand antara Mae Hong Son dan [[Sungai Salween]],<ref>[http://www1.mod.go.th/heritage/nation/geography/geo3.htm Northern Thailand] [https://web.archive.org/web/20120128091643/http://www1.mod.go.th/heritage/nation/geography/geo3.htm Archived]<span> January 28, 2012, at the </span>[[Wayback Machine]]<span>.</span></ref> yang Thanon Thong Chai Range (เทือกเขาถนนธงชัย), Khun Tan Range (ดอยขุนตาน), Phi Pan Nam Range (ทิวเขาผีปันน้ำ), serta bagian barat Luang Prabang Range (ทิวเขาหลวงพระบาง).<ref>ดร.กระมล ทองธรรมชาติ และคณะ, สังคมศึกษา ศาสนาและวัฒนธรรม ม.1, สำนักพิมพ์ อักษรเจริญทัศน์ อจท. จำกัด, 2548, หน้า 24-25</ref> Sebelah timur laut terdiri dari Hamparan Khorat, yang dibatasi di timur oleh sungai [[Mekong]]. Wilayah tengah negara didominasi lembah sungai [[Chao Phraya]] yang hampir seluruhnya datar, dan mengalir ke [[Teluk Thailand]]. Di sebelah selatan terdapat [[Tanah Genting Kra]] yang melebar ke [[Semenanjung Melayu]].
 
Kerajaan Thai berbatasan dengan [[Laos]] dan [[Myanmar]] di sebelah utara, dengan [[Malaysia]] dan [[Teluk Siam]] di selatan, dengan Myanmar dan Laut Timur di barat dan dengan Laos dan [[Kamboja]] di timur. Koordinat geografisnya adalah 5°-21° [[Lintang Utara|LU]] dan 97°-106° [[Bujur Timur|BT]]
 
=== Iklim ===
{{multiple image
| align = right
| direction = vertical
| width = 180
| header =
| image1 = Chiang Dao National Park Chiang Mai.jpg
| caption1 = Puncak gunung di Thailand utara, Chiang Mai.
| image2 = อุทยานแห่งชาติเขาใหญ่4.jpg
| caption2 = Heo Narok Fall, Taman Nasional Khao Yai.
| image3 = The boulder of the Loh Samah bay at Koh Phi Phi Leh.jpg
| caption3 = Pulau-pulau di Thailand selatan, Krabi.
| image4 = ดอยอินทนนท์-3.jpg
| caption4 = Hutan di Thailand utara, Chiang Mai.
}}
 
Thailand iklim yang dipengaruhi oleh angin monsoon yang memiliki karakter musiman (barat daya dan monsun timur laut).<ref name="tmd"><cite class="citation web">[http://www.tmd.go.th/en/archive/thailand_climate.pdf "The Climate of Thailand"] (PDF). </cite></ref>{{Refpage|2}} muson barat daya, yang dimulai dari bulan Mei sampai oktober ini ditandai dengan pergerakan yang hangat, udara lembap dari Samudra Hindia ke Thailand, menyebabkan banyak curah hujan di sebagian besar negara.<ref name="tmd" />{{Refpage|2}} muson timur laut, mulai dari oktober sampai februari membawa udara dingin dan kering dari Cina atas sebagian besar dari Thailand.<ref name="tmd" />{{Refpage|2}} Di Thailand selatan, monsun timur laut membawa cuaca yang sejuk dan curah hujan yang melimpah di pantai timur dari wilayah itu.<ref name="tmd" />{{Refpage|2}} Sebagian besar dari Thailand, "tropis basah dan kering atau iklim sabana" jenis ([[Klasifikasi iklim Köppen|Köppen]]'s [[Sabana|iklim sabana Tropis]]).<ref><cite class="citation web">Dr. Susan L. Woodward (1997–2014). </cite></ref> Bagian selatan dan ujung timur timur memiliki iklim muson tropis.
 
Thailand memiliki tiga musim.<ref name="tmd" />{{Refpage|2}} Yang pertama adalah hujan atau musim monsun barat daya (pertengahan Mei sampai pertengahan oktober) yang menang atas sebagian besar negara.<ref name="tmd" />{{Refpage|2}} musim Ini ditandai dengan hujan melimpah dengan bulan agustus dan September yang terbasah periode tahun.<ref name="tmd" />{{Refpage|2}} hal Ini dapat kadang-kadang menyebabkan banjir.<ref name="tmd" />{{Refpage|4}} selain curah hujan yang disebabkan oleh angin musim barat daya, Intertropical Convergence Zone (ITCZ) dan tropis [[siklon]] juga berkontribusi untuk menghasilkan hujan deras selama musim hujan.<ref name="tmd" />{{Refpage|2}} meskipun Demikian, mantra kering umumnya terjadi selama 1 sampai 2 minggu dari bulan juni sampai awal juli.<ref name="tmd" />{{Refpage|4}} Ini adalah karena pergerakan naik dari Intertropical Convergence Zone Cina selatan.<ref name="tmd" />{{Refpage|4}}, musim Dingin atau musim timur laut dimulai dari pertengahan november sampai pertengahan februari.<ref name="tmd" />{{Refpage|2}} Sebagian besar dari Thailand mengalami cuaca kering selama musim ini dengan suhu ringan.<ref name="tmd" />{{Refpage|2}}{{Refpage|4}} pengecualian adalah bagian selatan Thailand, di mana ia menerima curah hujan melimpah, terutama selama oktober hingga November.<ref name="tmd" />{{Refpage|2}} musim Panas atau pra–musim hujan berlangsung dari pertengahan februari sampai pertengahan Mei dan ditandai oleh cuaca yang lebih hangat.<ref name="tmd" />{{Refpage|3}}
 
Karena lokasinya yang di tengah alam dan lintang, utara, timur laut, tengah, dan bagian timur dari Thailand mengalami periode panjang dari cuaca hangat.<ref name="tmd" />{{Refpage|3}} Selama waktu terpanas tahun (Maret sampai Mei), suhu biasanya mencapai hingga {{Convert|40|°C|°F}} atau lebih dengan pengecualian dari daerah pesisir di mana angin laut yang moderat sore hari suhu.<ref name="tmd" />{{Refpage|3}} sebaliknya, wabah udara dingin dari Cina dapat membawa suhu dingin; dalam beberapa kasus (terutama di utara dan timur laut) di dekat atau di bawah {{Convert|0|°C|°F}}.<ref name="tmd" />{{Refpage|3}} Thailand Selatan ini ditandai dengan cuaca yang sejuk sepanjang tahun dengan kurang diurnal dan musiman variasi suhu karena maritim pengaruh.<ref name="tmd" />{{Refpage|3}}
 
Sebagian besar negara menerima rata curah hujan tahunan {{Convert|1200|to|1600|mm|in|abbr=on}}.<ref name="tmd" />{{Refpage|4}} Namun, daerah-daerah tertentu di sisi angin bertiup dari pegunungan seperti provinsi Ranong di pantai barat Thailand bagian selatan dan bagian timur dari Provinsi Trat menerima lebih dari {{Convert|4500|mm|in|abbr=on}} curah hujan per tahun.<ref name="tmd" />{{Refpage|4}} daerah terkering di sisi bawah angin di tengah lembah dan paling utara di bagian selatan Thailand, di mana rata-rata curah hujan kurang dari {{Convert|1200|mm|in|abbr=on}}.<ref name="tmd" />{{Refpage|4}} Sebagian besar dari Thailand (utara, timur laut, tengah dan timur) ditandai dengan cuaca kering selama monsun timur laut dan curah hujan yang melimpah selama muson barat daya.<ref name="tmd" />{{Refpage|4}} Di bagian selatan Thailand, curah hujan melimpah terjadi di timur laut dan angin musim barat daya musim dengan puncak pada bulan September untuk pantai barat dan puncaknya pada November–januari di pantai timur.<ref name="tmd" />{{Refpage|4}}
 
=== Margasatwa ===
{{multiple image
| align = left
| direction = vertical
| width = 180
| header =
| image1 = Kui Buri National Park (Prachuap Khiri Khan Province, Thailand.jpg
| caption1 = Kawanan gajah liar di Taman Nasional Kui Buri, Provinsi Prachuap Khiri Khan.
| image2 = Small crab on sand beach (Unsplash).jpg
| caption2 = Kepiting kecil di pantai pasir di Phuket.
}}
 
Gajah adalah simbol Thailand. Meskipun ada 100.000 gajah jantan di Thailand pada tahun 1850, jumlahnya telah turun menjadi 2.000. Pemburu telah mengejar gajah untuk gading dan kulit, dan sekarang lebih untuk daging.<ref>{{Cite web|url=https://web.archive.org/web/20180205184341/https://www.theguardian.com/environment/2012/jan/26/poaching-thailand-elephant-meat|title=Poaching for meat poses new extinction risk to Thai elephants {{!}} Environment {{!}} The Guardian|date=2018-02-05|website=web.archive.org|access-date=2020-06-09}}</ref> Gajah sering ditangkap karena tujuan wisata atau binatang, tetapi penggunaannya telah menurun sejak pemerintah melarang penebangan pada tahun 1989. Sekarang lebih banyak gajah yang ditangkap daripada yang liar, dan para aktivis mengklaim bahwa gajah yang ditangkap sering disalahgunakan.<ref>{{Cite web|url=https://web.archive.org/web/20070218231457/http://news.nationalgeographic.com/news/2002/10/1016_021016_phajaan.html|title=Activists Denounce Thailand's Elephant "Crushing" Ritual|date=2007-02-18|website=web.archive.org|access-date=2020-06-09}}</ref>
 
Perburuan spesies yang dilindungi tetap menjadi masalah utama. Pemburu telah mengurangi populasi harimau dan bintang bergaris, dan kucing besar lainnya. Sebagian besar hewan (termasuk harimau, beruang, buaya, dan ulat) dibesarkan atau diburu untuk diambil daging dan obat-obatan. Meskipun barang-barang itu ilegal, pasar Chatuchak yang terkenal di Bangkok masih terkenal karena menjual produk spesies yang terancam punah.<ref>{{Cite web|url=https://web.archive.org/web/20070516023649/https://www.monitor.net/monitor/9702a/endangeredfood.html|title=(2/18/97) Endangered Animals on Restaurant Menus|date=2007-05-16|website=web.archive.org|access-date=2020-06-09}}</ref>
 
Praktek pemeliharaan hewan liar mengancam spesies tertentu. Hewan sering ditangkap dan dijual, dan ini sering mengharuskan induknya untuk dibunuh. Setelah dilepaskan ke habitat alami setelah penahanan yang lama, sebagian besar hewan peliharaan gagal berkembang biak. Di antara yang terkena dampak termasuk beruang hitam Asia, beruang madu, beruang tangan putih dan lilin lebah.
 
''Lihat juga: [[Pulau-pulau Thailand]].''
 
== Politik ==
Sektor pariwisata menyumbang banyak kepada ekonomi Kerajaan Thai, dan industri ini memperoleh keuntungan tambahan dari melemahnya Baht dan stabilitas Kerajaan Thai. Kedatangan wisatawan pada tahun 2002 (10,9 juta) mencerminkan kenaikan sebesar 7,3% dari tahun sebelumnya (10,1 juta).
 
=== Pertanian ===
#4RY4 DW1
[[Berkas:2006 1002 nan thailand rice.jpg|jmpl|180x180px|Sawah dan gubuk kecil, provinsi Nan]]
IRI BILANG BOZZ
Thailand saat ini merupakan negara pengekspor terbesar produk pertanian dunia. Ekonomi Thailand bergantung pada ekspor, dengan nilai ekspor sekitar 60% PDB, dan dari sekitar 60 % dari seluruh angkatan kerja Thailand dipekerjakan di bidang pertanian. Komoditas pertanian yang dihasilkan adalah beras dengan kualitas super, tapioka, karet, biji-bijian, gula, ikan dan produk perikanan lainnya. Thailand adalah produsen sekaligus eksportir terbesar dunia untuk beras, gula, karet, bunga potong, bibit tanaman, minyak kelapa sawit, tapioka, buah-buahan dan lain-lain produk pertanian, termasuk makanan jadi. Hal ini terwujud berkat tingginya perhatian dan usaha yang diberikan oleh pemerintah Thailand dalam meningkatkan pendapatan petani, dan tentunya, hal ini juga didukung oleh model atau sistem pertanian yang baik sehingga dihasilkan kualitas pangan yang sangat baik. Itu sebabnya, negara mengelola sektor ini secara sangat serius, bahkan didukung riset dan rekayasa teknologi yang melibatkan para ahli dan pakar dunia. Melalui hasil riset dan rekayasa teknologi ini Pemerintah Thailand mengambil kebijakan untuk mengembangkan satu produk pada satu wilayah yang dikenal dengan kebijakan satu desa satu komoditas (one village one commodity) dengan memperhatikan aspek keterkaitannya dengan sektor-sektor lain (backward and forward linkages), skala ekonomi dan hubungannya dengan outlet (pelabuhan). Hal ini mendorong tumbuhnya kelompok-kelompok bisnis, sehingga masing-masing wilayah memiliki kekhasan sendiri sesuai dengan potensi wilayahnya.
(PLEASE LOCK THIS CONTENT!)
 
Pemerintah Thailand juga memproteksi produk pertanian dengan memberikan insentif dan subsidi kepada petani. Kebijakan ini telah mendorong masyarakat memanfaatkan lahan kosong dan tak produktif untuk ditanami dengan tanaman yang berprospek ekspor. Sistem contract farming yang dipakai di Thailand berbeda dari yang biasa kita kenal di Indonesia. Perusahaan melakukan kontrak dengan petani tanpa mengharuskan petani menyerahkan jaminan. Di Indonesia, umumnya tanah petani menjadi agunan, sehingga kalau petani gagal, tanah mereka akan disita. Kegagalan petani akan ditanggung oleh negara. Statuta utama dalam kontrak tersebut adalah perusahaan menjamin harga minimal dari produk yang dimintanya untuk ditaman oleh petani. Jika harga pasar diatas harga kontrak, petani bebas untuk menjualnya ke pihak lain. Selain itu di Thailand juga menggunakan model pertanian Hidroponik untuk meminimalisir penggunaan tanah. Karena, disana kualitas dan kuantitas tanah kurang memadai.
 
=== Pariwisata ===
10.339

suntingan